"Kangen"

26 Oktober 2014 06:00:22 Dibaca :

Lagi-lagi aku merindukanmu,

wahai pemilik mata biru.

Senangkah kau sekarang di sana?

Legakah rasanya?

Dalam sunyi aku berdoa

semoga kau selalu bahagia.

Bertahap kuterima realita ini,

masih belajar merelakanmu pergi.

Ah, aku harus berhenti merasa sedih.

Toh, kita bukan sepasang kekasih

meski rasa ini begitu nyata

enggan mati, amat keras kepala.

Lagi-lagi ada yang tercipta

puisi yang lahir dari hampa.

Di sini, kerap kuhitung hari

sembari berharap, waktu segera membunuh rasa cinta di hati ini...

R.

(Jakarta, 25 Oktober 2014)

Ruby Astari

/rubyastari

Pengajar Bahasa Inggris yang juga masih (dan Insya Allah akan selalu) belajar. Pembaca yang hobi menyepi dengan bukunya. Penulis lepas yang tak pernah berhenti berkarya (meski tak semua istimewa adanya). Penonton dan pemain dalam kehidupan (meski tak selalu peran utama). Penyanyi tanpa embel-embel 'diva' dan ketenaran.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?