Ronny Noor
Ronny Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Usain Bolt, "The Final Fantasy"

2 Agustus 2017   13:39 Diperbarui: 2 Agustus 2017   15:09 267 9 1
Usain Bolt, "The Final Fantasy"
Prestasi Bolt di dunia atletik kemungkian besar tidak akan pernah dicapai oleh atlit lain. Photo: Reuters: Kai Pfaffenbach

Tidak ada yang dapat membantah bahwa Usain Bolt pelari Jamaica adalah atlit terbesar sepanjang masa, bahkan dunia sepakat mensejajarkan prestasi dan nama besarnya dengan Muhammad Ali sang petinju lagendaris.

Di usianya yang kini mencapai 30 tahun memang sudah dianggap terlalu tua bagi seorang atlit di lintasan, namun Bolt tetap terus mengukir prestasi yang mungkin tidak akan pernah disamai oleh atlit lain.

Dalam waktu kurang dari dua minggu, dunia akan kehilangan Bolt karena secara resmi setelah penampilan terakhirnya dia akan mengundurkan diri.  Apapun hasilnya di ajang pertandingan atletik paling bergengsi dunia di London pada hari Sabtu mendatang, tidak akan  mengubah pandangan dunia terhdap prestasi yang telah dicapainya yang tentunya sangat sulit disamai oleh orang lain.

Pertandingan perpisahannya ini akan mencetak sejarah dalam hal jumlah penonton yang diperkirakan merupakan pertandingan atletik yang terbanyak dihadiri oleh penonton dalam sejarah suatu ajang pertandingan atletik.

Keramahan dan penampilan Bolt yang ramah dan bersahabat menjadikan dirinya sebagai superstar di lintasan dan di luar lintasan  dan menjadi buruan wartawan penulis berita dimanapun dia berada. Dengan gayanya yang khas setiap kali berhasil menjuarai suatu lomba yaitu dengan gaya memanah ke udara yang melambangkan torehan prestasinya seperti anak panah yang melesat dari busurnya, menjadikan gayanya ini  icon dunia.

Bolt ketika mengalahkan Justin Gatlin di Beijing tahun 2015 lalu. Photo: Herald Sun
Bolt ketika mengalahkan Justin Gatlin di Beijing tahun 2015 lalu. Photo: Herald Sun

Sebanyak 400 jurnalis dan TV dari seluruh penjuru dunia akan meliput pertandingan perpisahannya ini.   Raihan pretasi yang dicapainya sudah tidak terhitung lagi, demikian juga jumlah rekor dunia yang telah diukirnya.  Namun menurut dirinya prestasi yang yang dianggap dunia luar biasa adalah ketika dia memenangkan lomba 100 dan 200 m di olimpiade di Beijing pada tahun 2008 lalu.

Bolt memang dilahirkan untuk menjadi juara. Ketika berusia 15 tahun Bolt berhasil meraih prestasi yang dianggapnya paling membanggakan dan tidak terlupakan, yaitu meraih juara tingkat junior.

Gaya khas Bolt yang menjadi Icon dunia. Photo: images.lpcdn.ca
Gaya khas Bolt yang menjadi Icon dunia. Photo: images.lpcdn.ca

Bolt pernah mengungkap rahasia kesuksesan dirinya dengan mengatakan bahwa dia selalu memacu tubuhnya untuk mencapai batasan maksimal dan menetapkan target barunya setiap tahun.  Motivasi ini dalam beberapa hal  justru dipicu oleh lawan yang merendahkan kemampuan dirinya.

Perjuangannya dari bawah dalam meraih prestasi dan berbagai halangan dan cedera yang dialaminya serta kebangkitannya kembali telah didokumentasikan dalam film yang berjudul "I am Bolt".

Pada penampilan terakhirnya nanti di London Bolt menargetkan akan meraih dua kemenangan lagi sebagai kelengkapan penutup karirnya, yaitu mencapai gelar kemenangan di ajang  lomba 100 m yang keempat kalinya dan gelar yang kelima kalinya untuk ajang 4 x 100 m lari berantai putra.

Jika dia berhasil meraih dua kemenang ini berarti dia telah mengoleksi 13 kemenangan disamping 8 medali emas yang telah diraihnya di ajang olimpiade. Di stadiun London ini memang Bolt pernah mempertahankan galarnya dengan meraih dua kemenangan sekaligus pada tahun 2012 lalu.

Dunia kini memang sudah tidak sabar menanti penampilan terakhir atlit terbesar sepanjang masa ini di lapangan atletik di Stadium London pada hari Sabtu ini. Setelah ajang ini dunia sudah dipastikan akan kehilangan Bolt karena selama satu dekade namanya berhasil mendominasi di hampir seluruh ajang pertandingan internasional.

Para selebriti  dunia seperti actor Samuel L Jackson dan  Idris Elba,  Thierry Henry mantan pemain bola, Cara Delevingne yang berprofesi sebagai model, serta kapten tim riket India akan memeriahkan penampilan perpisahannya ini.

Bolt tidak saja akan dikenang sebagai atlit terbesar, namun juga atlit yang sangat disegani dunia. Atas perhatian dan pandangan dunia akan prestasinya yang sangat luar biasa ini Bolt dengan rendah hati mengatakan :

 "It's just brilliant that people in other disciplines respect what you do as they know the work you have to do."

Setelah mengakhiri karir Bolt terus berada dalam dunia atletik dengan peran barunya sebagai duta olah raga untuk menginspirasi generasi muda untuk menggeluti dunia olah raga.

Tidak pelak lagi penampilan terakhir Bolt di London nanti akan dikenang sebagai the final Fantasy yang akan melekat di setiap hati pencinta olah raga yang kemungkinan besar tidak akan terulang lagi dalam sejarah olah raga.