Ronny Noor
Ronny Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

featured

13 Tahun Bom Bali

12 Oktober 2015   11:03 Diperbarui: 12 Oktober 2016   12:46 812 11 6
13 Tahun Bom Bali
Tugu peringatan peristiwa bom Bali

Hari ini 13 tahun yang lalu peristiwa yang dinamakan “bom Bali” mengguncang Indonesia. Dampak dari Bom Bali tidak saja melanda Bali namun juga menerpa keamanan Indonesia dan tentunya menjadi pusat perhatian dunia.

Hari ini, banyak koran-koran di Australia menjadikan peringatan peristiwa ini sebagai bahasan utamanya. Tidak heran memang jika Australia menaruh perhatian yang besar terhadap isu terorisme di Indonesia terutama setelah terjadinya Bom Bali. Pada peristiwa bom bali tersebut korban warga asing terbanyak adalah dari Australia.

Di tengah-tengah berita hangat tentang sepak terjang ISIS, kekhawatiran Australia akan terulangnya peristiwa ini di negara lain yang mengancam warganya memang cukup beralasan, apalagi ketika di era pemerintahan Tony Abbott terang-terangan memproklamasikan Australia sebagai negara terdepan dalam memerangi ISIS dan terosisme lainnya.

Kekhawatiran tersebut bertambah ketika minggu lalu seorang anak muda berumur 15 tahun mendatangi kantor polisi di wilayah Parramatta Sydney dan menembak mati seorang pekerja yang bekerja di kantor polisi tersebut dan juga terlibat baku tembak dengan polisi. Kematian pemuda yang masih berusia belia dalam baku tembak dengan polisi ini tentu saja menyadarkan Australia bahwa Astralia kini menjadi target serangan langsung pihak ekstrimis.

Rangkaian peristiwa ini tentu saja menyadarkan Australia bahwa dalam menangkal ektrimisme ini Australia harus bekerjasama dengan baik dengan Indonesia. Kekhawatiran tentang bangkitnya kembali estimisme di Indoesia yang akan berdampak langsung kepada warga Australia memang terungkap ketika salah satu wartawan The Australian Deborah Crassrel berhasil mewawancarai salah satu pelaku utama bom Bali Ali Imrom. Ali Imron merupakan satu satunya survivor dari lingkaran dalam pelaku bom Bali yang saat ini sudah mendeklarasikan dirinya sebagai aktivis “peaceful jihad”.

 

Bom Bali merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Photo dnaberita.com
Bom Bali merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Photo dnaberita.com

Dalam wawancara tersebut Ali Imron menyatakan penyesalannya karena bom Bali banyak memakan korban dari kalangan muslim. Ali Imron yang dulunya merupakan bagian dari Al Qaida dan Jemaah Islamiah yang sudah menjadi radikal sejak berumur 10 tahun menyatakan ketidak setujuannya dengan sepak terjang ISIS yang sangat brutal dan menganggapnya sangat berbahaya. Namun dalam wawancara tersebut Ali Imran tetap menyatakan komitmennya untuk mendirikan kalifah islam.

Bom bali telah merubah strategi Indonesia dan dunia dalam melawan terorisme. Liputan6.com
Bom bali telah merubah strategi Indonesia dan dunia dalam melawan terorisme. Liputan6.com

Peristiwa bom Bali telah membuat pihak kepolisan di Indonesia dan pihak kepolisian Australia bekerja lebih erat tidak saja menguak siapa dalang di balik peristiwa Bom Bali, namun juga kerjasama untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa ini.

Pada bulan Agustus lalu kerja sama ini diperkuat kembali ketika Michael Keenan sebagai Justice Minister berkunjung ke Jakarta. Kekhawatiran Australia yang terbesar adalah terhadap ratusan militan yang berasal dari Indonesia yang saat ini sedang bertempur di negara Syria dan Irak sebagai bagian dari ISIS.

Sekembalinya dari medan perang ini diprediksi para pejuang ini akan mempraktekkan pengalaman perangnya dengan melakukan serangan di Indonesia untuk melanjutkan perjuangan Darul Islam yang bercita-cita mendirikan negara Islam di Indonesia yang dirintis sejak tahun 1948.

Laporan tersebut juga menulis pernyataan Kepala kepolisian Jakarta Tito Karnavian yang melihat adanya momentum baru berdasarkan hasil analisis laman-laman yang terkait dengan ekstrimisme dengan adanya seruan untuk membentuk kalifah yang meliputi Indonesia dan Malaysia.

Komitmen pemerintah Indonesia untuk melawan terorisme dan ekstrimisme ini sudah sangat jelas. Australian Federal Police saat ini memasuki era kerjasama “baru” dengan kepolisian Indonesia setelah sebelumnya sempat berada di titik nadir, ketika ustralia di bawah kepemimpinan Tony Abbott menyatakan protes kerasnya terhadap pelaksanaan hukuman Bali Dua dari kelompok penyelundup heroin Bali Nine.

Jatuhnya pemeritahan Tony Abbott tampaknya memberikan angin segar terhadap hubungan baik Indonesia dan Australia, karena tampaknya pemerintah saat ini di bawah Perdana menteri Malcolm Turnbull mengubah strateginya politik luar negerinya terutama terhadap Indonesia. Perubahan sikap ini dianggap sangat realistis mengingat Australia sangat membutuhkan Indonesia dalam memerangi terosisme dan ekstrimisme.

Melalui peringatan 13 tahun terjadinya bom Bali ini, menyadarkan Australia bahwa Australia tidak steril terhadap serangan kaum estrimis ini. Menjalin kerjasama dengan Indonesia merupakan pilihan yang realistis dan cerdas.

 

Bom bali banyak memakan korban. Photo: wikimedia
Bom bali banyak memakan korban. Photo: wikimedia

Semoga saja peristiwa tragedi kemanusiaan bom Bali ini tidak terulang kembali, karena sudah cukup kepedihan itu. Peristiwa yang sangat memilukan ini bersampak cukup besar terhadap kehidupan dan ekonomi Indonesia terutama sektor turisme. Bom bali terlah berakibat menurunnya 53% devisa yang berasal dari sektor turisme.

Tidak hanya sampai di situ saja, dua minggu setelah peristiwa bom Bali, tingkat hunian hotel menurun dari yang semula 70% menjadi hanya 18 persen saja. Diperkirakan hampir 3 juta pekerja yang terlibat dalam dunia turisme ini kehilangannya pekerjaannya. Hal  terpenting yang perlu kita renungkan  perlu waktu yang cukup lama untuk memulihkan dunia turisme kembali seperti sebelum terjadinya peristiwa bom Bali.

Sumber : The Australian