Intan Rosmadewi
Intan Rosmadewi lainnya

Pengajar, Kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain ; sesungguhnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri QS. Isra' ( 17 ) : 7

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Blogger dan 12 Anak dalam Asuhan Bunda

27 Februari 2017   23:03 Diperbarui: 27 Februari 2017   23:12 91 5 2
Blogger dan 12 Anak dalam Asuhan Bunda
12 putera dan puteri kami (pict : dok.pribadi)

Kegiatan ngeblog aneh saja jika tidak mengasyikkan untuk semua kategori blogger,  sebagaimana beberapa waktu yang lalu muncul istilah – istilah  bogger  yang agak semriwing,  diantaranya :

Bounty Hunter ( Muthiah AlHasany )

Penggemar Acara Nangkring ( Muthiah AlHasany )

Blogger Pesanan – ( Kang Arul  )

Blogger Idealis ( Mas Murad Maulana )

Blogger Bisnis ( Mas Murad Maulana )

Blogger Specialis Launching ( Kang Rhamdany Benni )

Blogger Cepat Saji ( Bang Erwin AlWazier )

Silahkan chek disini . . .

Kenyataannya bergaul di dunia real sekali – sekali berjumpa rindu dan bahagianya nano – nano,  karena perjumpaan itu dampak  dari rutinnya saling berbalas komen  sehari hari baik  lewat FB,  WA. Twitter dan komentar di blog.

Dalam perbincangan – perbincangan ringan,  akhir kami biasa menanyakan keluarga dan kaitan – kaitan dengan beberapa kisah juga kejadian yang sering muncul tiba – tiba. Satu pertanyaan : 

Kenapa Bunda dan Suami Memutuskan Anak Banyak

Sepertinya pertanyaan ini sangat klise akan tetapi memang sering kali orang heran dan kaget ketika saya yang biasa di panggil Bunda oleh putera dan puteri kami, menyebut angka 12  sejumlah anak yang di amatkan Allah pada keluarga Muhammad Eko Slamet Riyadi (Alm.)

Tentu saja bila dilihat dari sisi formal kantor BKKBN  fenomena keluarga kami adalah sejenis pelanggaran yang sangat dimaklumi dan dimaafkan,  iya pasti dimaafkan belum ada sangsi hukum bagi seorang Ibu melahirkan 12 anak di denda atau motornya di tilang.    

Memang BKKBN masih terus melakukan penyuluhan, pelatihan dan merealisasikan bermacam – macam program demi peningkatan kualitas Ibu, Anak dan Keluarga yang lebih memenuhi standar termasuk pengendalian penduduk,  bahkan belakangan ini  di kaji secara serius tentang  “bonus demografi”  kita rasakan bersama saat ini adalah era kebebasan.

Termasuk bebas melahirkan 12 Anak jika sanggup dan ada “niat”.  

Kisahnya silahkan di baca juga :

12 Anak Tak Menghalanginya Meraih Predikat Cum Laude

kita yang aktif daring mafhum bahwa era kebebasan membuat status lebay,  status baper dan bahkan status fitnah sekalipun memang mengherankan ya . . .  masih ada  Ibuk – ibuk mau bersusah – susah,  mengandung, melahirkan, menyusui membesarkan dan mengasuh serta mendidiknya hingga ke jenjang yang tinggi.

Bahasa gaulnya kita sering membaca atau mendengar “Amaging” iya menakjubkan,  tidaklah akan terwujud kecuali karena kekuatan dari Allah dan limpahan karunia dari Nya sehingga mereka hadir.

12  Anak Dua Belas Pintu Rezeki

Istilah banyak anak dan banyak rezeki jika di buktikan dengan penelitian akan lebih akurat,   akan tetapi  pemahaman tentang makna rezeki tidak terbatas hanya pada materi.  Dalam konteks agama kebebasan, kesehatan,  keharmonisan dan macam – macam kenikmatan fisik seperti bisa melihat, bisa berbicara itu juga rezeki,  tapi baiklah beberapa alasan dari pertanyaan yang lazim di sampaikan pada Bunda kali ini alasan – dan dasarnya  bisa saya  kemukakan.

Alasan Spiritual

Istilah “Banyak anak dan banyak rezeki”  jika di buktikan dengan penelitian akan lebih akurat dengan standar operasional yang telah ditentukan,  meskipun secara aqidah pemahaman tentang makna rezeki tidak terbatas hanya pada nilai – nilai yang berbentuk  materi.

[Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id Bin Manshur dari Jalan Anas Bin Malik]  sangat populer kita simak di majelis – majelis taklim Muhammad Rasulullah SAW bersabda :  

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu di hadapan para Nabi nanti hari kiamat” 

Dari satu sumber hadis ini saja sudah menjadi aqidah  (keyakinan yang sangat mendalam) bagi Bunda untuk menyenangkan hati sang Nabi Agung Muhammad SAW;   semoga kelak menjadi hitungan yang di terima di sisi_Nya. Amiin

Sebenarnya tidak sekedar satu hadits, masih banyak ayat – ayat yang bisa dijadikan landasan bagi kami berdua sehingga sepakat memiliki banyak anak dengan berbagai konsekwensinya. 

Ayat yang bisa jadi rujukan kami diantaranya :

3-14-58b44cda29b0bd6e084c0176.png
3-14-58b44cda29b0bd6e084c0176.png

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada anak – anak yang diingini yaitu wanita – wanita,  anak – anak harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang – binatang ternak dan sawah ladang.  Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik ( Surga).  QS. Ali_Imran (3) : 14  

Alasan Keturunan

Dari jalur Ibu, kami memang keturunan yang memiliki banyak anak, tercatat dalam sejarah keluarga besar nenek memiliki 16 putera serta puteri  dan Mamah memiliki 7 anak,  sehingga dalam rahim Bunda memang telah memiliki calon anak (ovum)  bakal keturunan yang banyak,   “Kenapa tidak mengikuti program KB ?”   sering terlontar dan rutin terdengar jawabannya telah di ungkap secara alasan spiritual.

Dari jalur suami,  sesungguhnya rerata keluarga kecil termasuk Ayah putera dan puteri kami adalah anak tunggal. 

Demikianlah Allah menghadiahi kami sejumlah anak yang sangat menakjubkan,   sebagaimana sempat di tulis Kang Rifki kompasianer Tangerang ;

Inspitasi Ramadhan :  Intan Rosmadewi Ibu 12 Anak Didik Anak Dengan Contoh  

Alasan Anak Sebagai SDM

Kami berdua memiliki visi yang cukup panjang bahwa anak adalah aset dunia dan akhirat,  sehingga dengan kesetiaan dan penuh tanggung jawab almarhum suami mendampingi Bunda dengan cinta dan kesetiaan yang tanpa tanding.

 Pengalaman Bunda Intan Rosmadewi Melahirkan Dua Belas Anak Tanoa Caesar  

Tidak ada kekhawatiran tentang masa depan putera dan puteri kami meskipun penuh perjuangan akan tetapi dengan rasa syukur yang tidak henti – henti,  12 putera dan puteri berangsur mereka menjadi dewasa dan menentukan eksistensi masing – masing di jalan yang kami doakan dalam barokah. Amiin

Ciburial,  Bandung akhir Februari 2017