Mohon tunggu...
Ronald Dust
Ronald Dust Mohon Tunggu... Seniman - Seniman Musik dan Jurnalis

Seniman Musik dan Jurnalis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Kelemahan Sinetron di Televisi

21 Maret 2017   05:56 Diperbarui: 22 Maret 2017   09:00 941
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hiburan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Artikel ini bukanlah pendapat seorang sineas melainkan pandangan seorang penonton, penikmat film .

Sinetron Indonesia yang bisa Anda lihat di televisi bisa dikatakan ‘anak’ dari tayangan telenovela Barat (latin). Banyak dari sinetron-sinetron Indonesia tidak terlihat memiliki perkembangan yang menonjol. Berikut ini kelemahan-kelemahan banyak (tidak semua) tayangan sinetron yang dapat dirasakan pemirsa di rumah:

1. Acting yang kaku.

Dialog antar pemeran masih terasa kaku. Ini dapat terlihat dari:

  • Segi timing dimana pemeran seolah menunggu, tertahan, terbata-bata atau berpikir dulu sebelum membalas perkataan lawan main.
  • Gaya bahasa yang digunakan tidak jauh berbeda dengan pemeran-pemeran yang ada atau dengan kebanyakan pemeran dalam sinetron lain.
  • Gesture tubuh yang terlihat seolah masih diatur atau menunjukkan sikap yang terlalu berlebihan.
  • Kata-kata yang terucap seperti sudah dihapalkan (kurang penjiwaan dan tidak keluar secara natural).

Kekakuan ini terlihat di hampir semua scene.

2. Teknik pengambilan gambar yang monoton.

- Para pemain yang berbaris. Para pemain dalam berbagai scene (yang meliputi lebih dari dua pemain) terlihat terlalu dipaksakan untuk membentuk satu barisan horisontal sehingga tampak suatu komposisi statis. Pemain/pemeran yang ‘diatur’ berjejer seperti ini sering terlihat juga di tayangan-tayangan selain sinetron.

- Close up wajah yang berlebihan/keseringan. Sinetron gemar melakukan pengambilan gambar big close up wajah pemeran.

- Durasi satu scene yang lama karena slow motion atau diulang-ulang. Mungkin maksudnya mendramatisir keadaan, tapi karena terlalu sering jadi membosankan.

3. Tema cerita yang monoton/membosankan.

Tema cerita dari tayangan sinetron tidak jauh-jauh dari Cinta dan permasalahan keluarga/teman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun