PILIHAN

Essien Jadi Jalan Persib Operatori LIGA 1

17 Maret 2017 09:01:47 Diperbarui: 17 Maret 2017 09:43:25 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Essien Jadi Jalan Persib Operatori LIGA 1
Michael Essien sumber gambar : liputan6.com

Publik sepakbola indonesia dibikin kejutan hadirnya pemain mentereng PersibBandung Michael Essien bahkan menjadi trending topic di social media.

Orang bertanya tanya apa yg  jadi latar belakang Persib berani keluarkankocek puluhan miliar untuk  menggaet ekspemain Chelsea itu. Jika memang karena untuk  murni kebutuhan teknik mungkin Essiendiragukan bisa tampil maksimal karena   balutan cedera apalagi Persibpunya seambrek gelandang jempolan.

Mungkin Persib ingin menjadikan Essien duta sponsor yg akan digaet MaungBandung. Namun apakah mampu secepat kilat kontrak Essien senilai 4 kali lipatpemain asing berkualitas seperti  MarcelSacramento itu bisa kembali dengan  menggaetbanyak sponsor.

Sementara perusahaan Indonesia untuk menjadi sponsor tipikalnya bukan karenasekedar nama pemain yang  bersangkutan tapijuga dipengaruhi peformanya  dan prestasitimnya. Bisa jadi Essien hanya akan jadi duta sponsor perusahaan yg pemiliknyajuga pemilik Persib. Karena Essien dianggap perburuan pemain dg  belanjabiaya yg sangat besar. Maka Persib perlu memproteksinya dgn satu satunya harusmasuk menjadi operator liga dan  lampu hijau juga datang dari PSSI makadibuatlah seluruh aturan yg dipaksa memihak kepada Persib.

Bayangkan Essien baru didatangkan 13 Maret lalu.Dalam regulasi Liga 1 barudidok kemarin 17 Maret,regulasinya sudah sangat memihak ke Maung Bandung. Kuota2 pemain asing non asia dan 1 asia langsung bisa dirubah 1 asing marque player,2 asing non asia dan 1 asia.  

Lucu dan mudah ditebak,regulasinya hanya berpihak kepada klub yg sahamterbesarnya dimiliki Glenn Sugita yg juga pemilik saham terbesar PT LigaIndonesia Baru (LIB) yang  ditunjuk PSSIsebagai operator liga baru.

Pertanyaannya  lagi kok Persibdiistimewakan lebih tahu dulu tentang pemberlakukan Marque Player atau cekaknyaregulasi liga satu dipaksa utk mengakomodir kepentingan Essien dan Persib.

Bagi beberapa klub lain itu tidak fair. Apalagi marque player wakil  bagi pemain yg pernah tampil di PialaDunia,bermain di liga tertinggi serta usianya dibawah 35 tahun. Bagi klub lainmustahil.

Celakanya,PSSI yg memiliki jargon profesional dan bermartabat justrukontraproduktif dgn keinginan melahirna liga yg profesional dan bermartabat. Kenapa? Karena regulasi liga tertinggi sudah dipesan lebih dulu aturannya oleh klubsebelum diberlakukan.

Apalagi sepertinya paksaan Persib Bandung ini sepertinya dimuluskan karenapersonil didalam operator baru yg ditunjuk PSSI tidak merepresentasi perwakilanklub atau profesional yg menekuni bidang pengelolaan sepakbola selama ini.Sebaloknya wajah baru operator ini didominasi mereka yg punyalatarbelakang  bekerja di Persib Bandung. Layak jika rumor yang beredarliga 1 dijelola namanya Persib Connection.

Padahal harapan publik dan klub,pengelola kompetisi bisa bersikap netral ataumewakili kepentingan seluruh klub yang bermain di kasta tertinggi dan dikelolalebih baik dari sebelumnya. Jangan sampai harapan publik tumpul karena citrapengelola operator sudah mengarah pada satu kelompok kepentingan. Kompetisi inimilik semua.Karena itu juga harus memiliki nafar fairplay dan sportif.Jikatidak tingkat kepercayaan klub juga publik  semakin menurun.Maka eksesnyapada tingkat animo publik juga sponsorship dan yang paling mengkhawatirkantingkat kepercayaan kepada PSSI justru menurun karena PSSI yang harusnyaindependent dalam pengambilan keputusan termasuk  mengatur  regulasi demi terciptanya kompetisi yang  baik justru mudah diintervensi bahkan'disetir' oleh kelompok tertentu apalagi salah satu klub peserta kompetisi.Selamat Datang Operator Baru PT. Liga Indonesia (milik) Bandung (PT LIB).Semoga Amanah.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana