"Cara Mengobati Sakit Hati"

15 Desember 2011 16:33:30 Dibaca :

Patah hati adalah suatu istilah kata yang sering diungkapkan dan didengar oleh banyak orang. Biasanya, patah hati ini sering terjadi dikalangan para remaja yang sedang jatuh cinta sama seorang wanita idamannya, kemudian ia mengalami masalah yang tidak disangka sebelumnya (selingkuh) sehingga terjadilah perpecahan diantara mereka, atau terjadi pada seorang pria yang mengagumi wanita dan pada saat ia mencoba mengungkapkannya, wanita yang ia idam-idamkan itu tidak menerimanya.
Biasanya, orang yang sedang patah hati ini sulit untuk melakukan aktivitas hariannya, seperti makan, minum, tidur, belajar dan lain-lain sebagainya disebabakan patah hati tadi, pokoknya selama beberapa minggu bahkan tahunan penyakit ini baru bisa disembuhkan. Oleh karna itu, penulis akan mencoba memberikan beberapa penawar agar penyakit ini tidak berjalan lama dan mengendap dalam hati sehingga hati berkarat.

Sebagaimana kita ketahi, bahwa faktor penyebab patah hati ini adalah berawal dari sebuah percintaan yang tidak serasi. Cinta itu memang terkadang dapat membahagiakan bagi pelakunya tapi dibalik semua itu juga bisa menyengsarakan, intinya, tergantung kepada dirinya masing-masing, jika orang tersebut menyikapinya dengan kurang baik maka akan kurang baik pula hasilnya, begitu juga sebaliknya.

Cinta itu adalah sebuah untaian kata yang bermakna dan tak terhingga, dan cinta juga adalah sesuatu yang tidak dapat diperjual belikan, selain daripada itu juga dengan cinta hidup seseorang makin lebih hidup, tak ada satu kekuatanpun yang dapat mengalahkan dan menandingi kekutan cinta, karna dengan cinta seseorang bisa bahagia dan bisa pula sengsara bahkan tergila-gila, itulah cinta, seseroang bebas memilikinya, dan bebas pula mendefinisikannya.
Setiap orang yang hidup di dunia ini punya hak mencintai dan dicintai, namun semua itu ada batasannya, seperti dalam kata mutiara " kebebasan seseorang itu dibatasai oleh kebebasan orang lain", jadi intinya adalah bahwa kita itu dibolehkan melakukan segala sesuatu, namun sesuatu itu dibatasi oleh sesuatua yang lainnya, artinya tidak boleh berbuat semau kita, karna pada hakikatnya segala sesuatu yang ada di muka bumi ini termasuk diri kita sendiri itu bukan milik kita sendiri akan tetapi ada yang memilikinya, yaitu Alloh SWT sang pencipta segala sesuatu.
Seiring dengan perputaran bumi, maka waktupun berubah. Dari padanya, banyak menghasilkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan, seperti perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan inilah yang membuat banyak sarana dan prasarana yang dapat mematahkan hati seseorang dintaranya Handphone, melalui media telekomunikasi inilah banyak orang yang selingkuh sehingga akhirnya terjadi perpecahan dintara kedua belah pihak dan menyebabkan patah hati yang berujung pada bunuh diri naudzubillah.


Salah satu cara untuk menanggulangi problematika seperti ini adalah menguatkan keimanan pada diri kita. Keimanan itu merupakan benteng, jika benteng tersebut kuat maka serangan apapun dari musuh atau lawan yang datang menimpanya tidak akan mampuh menghancurkannya bahkan akan mental kembali, sebaliknya jika benteng tersebut lemah, maka akan hancur lebur ketika diserang oleh musuh atau lawannya. Jadi intinya adalah seseorang yang kuat keimanannya tidak akan goyah dalam keadaan apapun termasuk ketika dalam keadaan patah hatipun sekalian.
Prinsif hidup dan harapa hidup merupakan suatu pegangan yang harus dipegang teguh oleh setiap manusia yang hidup di atas permukaan bumi ini, fungsi keduanya adalah agar hidup seseorang itu tetap kokoh, tangguh serta terpercaya dalam keadaan apapun termasuk dalam keadaan patah hatipun demikian, kita bisa membedakan antara orang yang punya kedua-duanya dan tidak punya salah satu keduanya bahkan kedua-dunya; orang yang punya kedua-duanya pasti kuat menghadapi situasi apapun yang menimpanya, sedangkan orang yang tidak punya keduanya akan cepat putus asa dan selalu mengalah bahkan sekalinya ada problematika yang besar muncul padanya ia akan cepat mengmbil tindakan yang dilarang oleh syari'at islam yaitu bunuh diri, Naudzubillah.
Penulis sendiri pernah mengalami yang namanya patah hati oleh beberpa orang wanita, kasus ini mulai terjadi dari saat masa pubertas tahun 2004 sampai sekarang, tapi tidak begitu saja memutuskan sesuatu yang tidak disuruh oleh agama Islam, seperti halnya putus asa ataupun bunuh diri, yang membuat penulis masih kuat dan bertahan untuk hidup, salah satunya adalah memiliki prisif hidup; salah satu prinsipnya adalah:" Mati satu, tumbuh seribu", " Cinta ditolak tasbihpun bertindak". Penulis merasa sakit hati dan sedih awalnya ketika mengungkapkan perasaan cintanya pada seorang wanita idamannya karna tidak diterima (meski lewat seorang teman pada waktu itu, dan kejadian ini terjadi tahun 2005 saat masih kelas 3 MTS), namun penulis berpikir buat apa bersedih terlalu panjang karna wanita itu tidak hanya satu artinya masih banyak, selang beberapa lama dari waktu itu, tahun 2007 penulis mulai kembali memperlihatkan rasa cinta kepada seorang wanita yang dianggap cantik menurutnya, yang menjadikan sebab terpikat pada seorang wanita kali ini adalah karna penulis terlalu kegeeran, ketika itu ada seorang wanita yang mengatakan pada penulis "My Husband", dari sanalah mulai timbul rasa suka, sehingga akhirnya tahun 2008 mencoba untuk mengungkapkannya lewat telphone, namun hasilnya kurang memuaskan bagi hati sehingga sedih dan sakit hati, tapi tidak begitu saja menyerah, karna masih banyak wanita lainnya; bertepan dengan kejadian itu pula, banyak diantara adik-adik kelas yang menggosipkan penulis dengan wanita lain yaitu adik kelas itu sendiri, shingga akhirnya terpikat padanya, namun belum sempat mengungkapkannya lewat media manapun tapi hanya pernah mengunjungi rumahnya saja. Tahun 2009 merupakan tahun yang menyakitkan bagi hati penulis, karna sempat ditrima oleh seorang wanita idaman hanya satu minggu, itupun menggunkapkan perasaan lewat SMS. Dan penulis sempat bekenalan pula dari tahun 2008-2009 dengan seorang wanita yang sangat rajin dalam ibadah sehingga terpiakat padanya, namun berakhir pula dengan penderitaan yang sangat mendalam sehingga selalu dihantui oleh perasaan hawatir dan was-was.

Dari pengalaman penulis ini dapat kita ambil hikmah dan pelajaran, bahwa sebelum melakukan segala sesuatu itu harus dipikirkan secara mendalam, agar tidak terjadi kekecewaan sebagaimana pengalaman penulis, hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kata mutiara "Berpikirlah sebelum kamu berbuat", intinya agar kita selamat daripada kekecewaan. Akan tetapi, setiap kali penulis mengalami hal yang seperti itu; selalu pergi ke masjid kemudian mengambil air wudhu dan bertawajjuh kepada yang maha kuasa ialah Alloh SWT lewat sholat, do'a, baca Al-Qur'an dan berdzikir, intinya agar tidak terjadi sesuatu yang akan membayakan bagi diri penulis, selain daripada itu pula agar hati penulis tetap hidup, hal ini sebagai mana sabda Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim :
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ
مَثَلُ الذَّي يَذكُرُ الله وَالذِي لاَيذْكُرُهُ كاَلحَيِّ وَالمَيتِ

"perumpamaan orang yang berdzikir pada Alloh dengan orang yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dan mati"
(HR. Bukhori dan Muslim)
Hadist di atas mengindikasikan bahwa orang yang selalu berdzikir pada Alloh itu akan selalu hidup dalam keadaan apapun, termasuk dalam keadaan patah hatipun sekalian. Selain dari pada itu, orang yang selalu berdzikir hatinya akan selalu tanang, hal ini sebagai mana firman Alloh SWT surat Ar-ra'd ayat 28:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلاَ بِذِكْرِاللهِ تَطْمَئِنُ القُلُوبُ

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allohlah hati menjadi tentram"



Jadi, sungguh sangat jelas bahwa hidup seseorang akan terlihat lebih hidup apabila ia selalu mengingat Alloh; baik dikala senang maupun suasah. Intinya, bahwa segala penyakit yang berhubungan dengan perasaan akan sembuh dengan banyak berdzikir atau mengingat Alloh SWT, patah hati salah satu penyakit hati yang tidak ada obat atau penawar melainkan dengan memperbanyak mengingat Alloh SWT. Wallahu'alam bishowab
By: Rizqi Fauzi Yasin Mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam Gontor, Fakultas: Tarbiyah
Jurusan: Pendidikan Bahasa Arab, Smester  V

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?