rizkofatra
rizkofatra Content Writer

Lulusan Sosial Ekonomi Agrikultur yang mencintai dunia tulis kreatif (creative writing) | Email : rizkorf@gmail.com | Blog : masrizko.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Mungkinkah Kartu Tani dan Aplikasi "PETANI JATENG" Mampu Terintegrasi?

20 Maret 2017   08:56 Diperbarui: 21 Maret 2017   09:32 706 1 0

Petani dan Kartu Tani

Upaya modernisasi dan digitalisasi dunia pertanian terus dikembangkan oleh pihak – pihak terkait. Hal tersebut bertujuan supaya kualitas petani dan produk yang dihasilkan terus meningkat. Salah satu upaya tersebut dapat kita lihat dari realisasi peluncuran Kartu Tani oleh BRI pada bulan Januari 2017 lalu.

Kartu Tani diluncurkan di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah. Dengan menyasar para petani lokal di Jawa Tengah, Kartu Tani ini diharapkan mampu berfungsi sebagai akses untuk mendapatkan sarana produksi padi (saprodi), sarana produksi pertanian (saproktan) dan sebagai kartu ATM.

Data terakhir mencatat bahwa sampai pada bulan Januari 2017 sudah terdapat 446.934 petani yang telah mendapatkan Kartu Tani tersebut. Per akhir Januari hingga awal Februari 2017 terdapat 828.831 Kartu Tani yang siap dibagikan. Jumlah tersebut akan terus dikembangkan oleh BRI, Mandiri dan BNI.

Pada dasarnya memang agak sedikit sulit untuk mengkonversi kebiasaan petani Indonesia yang terbiasa tidak terpapar teknologi dan kini harus menerima kehadiran teknologi sebagai katalisator usaha mereka. Perlu dilakukan suatu upaya sosialisasi yang aktif dan berkesinambungan. Upaya edukasi juga harus ditanamkan sejak awal karena mengingat sebagian besar petani Indonesia didominasi masyarakat desa yang telah lanjut usia dan berpendidikan rendah. Apabila sistem pendekatan dan sosialisasi tidak berjalan prima maka output yang diharapkan tidak akan terjadi sesuai keinginan.

Melihat kondisi nature petani Indonesia yang sebagian besar masih mempunyai sifat apatis, justru hal ini menjadi suatu permasalahan inti dari upaya eskalasi kualitas petani Indonesia. Mengingat Kartu Tani hanya berupa sebuah kartu yang berfungsi seperti kartu identitas atau ATM, maka hal ini tidak cukup untuk mengurangi kendala – kendala di atas.

Akan sulit nantinya jika petani ingin bertanya. Kehadiran penyuluh pertanian yang tidak 24/7 hadir mendampingi juga semakin menggerus konsistensi petani dalam memahami Kartu Tani. Dalam hal ini perlu adanya inovasi lain untuk memastikan para petani yang kebingungan mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman melalui akses yang dapat dipercaya.

Platform Digital Aplikasi PETANI JATENG

Sejalan dengan visi dan tujuan Kartu Tani, aplikasi PETANI JATENG yang pada bulan Desember 2016 lalu luncur di Jawa Tengah menjadi suatu terobosan bagi petani masa kini. Platform digital PETANI JATENG ini mampu memberikan kemudahan para petani untuk saling berinteraksi dengan sesama rekan petani, pakar dan ahli pertanian serta partner bisnis mereka.

Tidak memerlukan waktu lama untuk mencari tahu segalai informasi pertanian, hanya dengan mengakses aplikasi maka petani akan dapat langsung menanyakan ketidaktahuan mereka.

Jika kita menganalisis fenomena saat ini, seluruh lapisan masyarakat pasti mempunyai akses komunikasi melalui telepon pintar (smartphone).Tidak perduli usia, masyarakat perkotaan maupun desa sudah mahir dalam mengoperasikan smartphone. Sebagai alat pembantu komunikasi dengan kolega, rekan dan keluarga, smartphonejuga berfungsi memberikan informasi melalui tampilan online.

Hal ini memberikan suatu pemahaman bahwa, petani bisa saja untuk mengakses kartu ATM tetapi ketersediaan mesin ATM di desa yang tidak sebanyak di perkotaan akan sangat menyulitkan. Ditambah lagi memberikan sosialisasi mengenai kartu ATM atau Kartu Tani ke 5,3 juta petani Jawa Tengah akan sangat membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.

Bandingkan jika semua inovasi tersebut hadir dalam fitur di sebuah aplikasi yang berbasis Android dan dapat diakses oleh petani dan masyarakat luas, bukankah akan lebih simple?!

Integrasi Inovasi dalam Aplikasi yang accessible

Kekuatan teknologi yang mampu merubah kehidupan manusia turut mempengaruhi kehidupan petani di desa pula. Keingintahuan para petani mampu didongkrak dengan adanya gadget yang berbasis Android. Lihat saja fenomena di desa, counter telepon seluler banyak berjajar di area Kabupaten jika Anda sering bepergian ke daerah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa demand masyarakat di penjuru area baik di area urban ataupun pedesaan sangat tinggi untuk mampu mengkases handphone. Menu playstore yang tertanam di dalam smartphone berbasis Android menyediakan berbagai aplikasi bebas biaya yang dapat diinstal dan digunakan oleh masyarakat termasuk petani.

Jika kita hubungkan ke ide awal tentang integrasi aplikasi PETANI JATENG dengan Kartu Tani, maka ini akan sangat memberikan dampak luar biasa. Kebutuhan waktu, tenaga dan biaya yang dapat ditekan untuk sosialisasi akan sangat menghemat banyak aspek.

Fitur Kredit Pro Salam yang sudah tertanam di Aplikasi PETANI JATENG mampu memudahkan petani dalam melakukan pengajuan pinjaman usaha. Selain alur yang mudah dimengerti dan pengajuan pinjaman dapat dilakukan dimana saja, Petani juga mampu membaca tata – cara melalui informasi yang telah tersedia di aplikasi PETANI JATENG.

Tidak menutup kemungkinan, apabila fungsi Kartu Tani disematkan menjadi sebuah fitur ke dalam aplikasi PETANI JATENG. Mungkin saja hanya dengan membenamkan barcode QR  yang telah terisi data pribadi petani akan mampu menggantikan fisik Kartu Tani. Seperti yang pernah ditanam pada aplikasi Blackberry Messenger maka barcode QR tadi dapat menyimpan data petani. Melalui hal tersebut maksimalisasi penggunaan Kartu Tani akan tercapai dan mampu menghemat proses sosialisasi yang lama.