Riza Hariati
Riza Hariati

A Single at Heart Architect who loves writing. NOT looking for husband nor boyfriend. LOVE dogs and cats!

Selanjutnya

Tutup

Muda highlight

Tips Saat Tersesat di Gunung

11 September 2017   14:23 Diperbarui: 11 September 2017   14:46 586 5 2

Saat ini trend mendaki gunung sepertinya mulai berkembang pesat di Indonesia. Jadi mungkin tips cara menyelamatkan diri di pegunungan ini mudah-mudahan bisa menolong mereka yang tersesat di gunung.

Sebelumnya saya harus mengakui, kalau saya hanya satu kali naik gunung bersama teman-teman masa kuliah. Dan kebanyakan tips ini saya ketahui gara-gara saya menonton terlalu banyak acara TV survival, seperti Alone, Naked and Afraid, Man vs Wild, Dual Survival. Jadi kalau dirasa masih kurang atau salah, mohon ditambahkan atau dikoreksi.

Saat mendaki gunung, kecuali beberapa orang bloon, kebanyakan orang sudah mempelajari dengan baik daerah tujuan mereka nanti. Mempelajari peta dengan baik, apalagi sekarang sudah ada google maps dan GPS. Perhatikan apakah di gunung tersebut ada sinyal atau tidak. Kalau kemungkinan besar tidak, jaga-jaga saja bawa kertas peta. Setidak tidaknya akan bisa mengenali kalau ada tanda-tanda yang besar seperti sungai.

Baik juga jika Anda mempelajari tumbuhan alami yang bisa dimakan di gunung tersebut, untuk berjaga-jaga agar bisa tetap makan saat tersesat. Juga permisi pada penduduk di sekitar gunung, jadi mereka bisa tahu ada rombongan yang berangkat. Dengan ini penduduk juga akan tahu kalau ada rombongan yang tidak kembali.

Banyak alasan orang bisa tersesat di gunung. Apalagi gunung yang tidak ada trail (jalan padat) nya. Bagi anak kota yang tidak berpengalaman, bahkan pipis dimalam hari pun bisa berakhir dengan tersesat. Apalagi pegunungan dengan hutan yang cukup lebat, kita tidak bisa berjalan lurus karena pohon kan tumbuhnya selang seling, tidak ada lampu jalan, kadang bahkan tidak bisa melihat bintang karena tertutup dedaunan.

Jadi saat pergi dengan grup, jangan pergi terlalu jauh selalu jaga agar mereka berada dalam jarak teriak. Cara mengetes nya adalah dengan berteriak, lalu temannya diminta menyahut, kalau suara sahutannya sudah agak samar berarti anda sudah terlalu jauh. Tapi teriak-teriak ini hanya kalau urgent ya! Jangan teriak-teriak tidak perlu, itu tidak sopan, nanti kamu dimarahi 'penghuni'nya loh...

Nah, apa yang harus dilakukan jika Anda akhirnya tersesat juga?

STOP

Hal pertama yang harus dilakukan begitu sadar sudah tersesat adalah STOP. Berhenti dulu. Jangan diteruskan berjalan karena sudah pasti akan terserang panik. Kalau terus berjalan dalam keadaan panik akan tambah nyasar dan kehabisan tenaga. Biarkanlah panik berlalu. Kalau mau nangis jerit-jerit boleh juga. Tapi jangan terlalu lama menjerit-jerit, nanti tenaga habis. Mau berdoa-doa juga boleh supaya kembali tenang.

Saat panik berlalu biasanya muncul rasa tenang dan pasrah. Nah disinilah baru kita bisa menganalisa kenapa kok bisa nyasar? Berapa jauh jarak dari kita terakhir masih tahu jalan? Kemudian baru deh direncanakan mau bagaimana setelah ini. Apakah masih cukup tenaga untuk jalan? Apakah sudah terlalu gelap dan harus bermalam?

STOP ini juga singkatan dari Sit down (duduk), Think (berpikir), Observe (perhatikan sikon) dan Plan (rencanakan)

Diam di satu tempat

Kalau dalam perkiraan Anda tersasar tidak terlalu jauh dari tempat semula, maka diam saja di tempat. Karena orang yang berada disatu tempat cenderung lebih mudah ditemukan daripada jika anda bergerak. Karena jadinya bisa seperti berkejar-kejaran. Anda akan kehabisan energi dan haus. Diam di tempat juga sangat baik jika suasana berkabut atau saat sudah gelap, karena dalam situasi demikian, orientasi kita akan semakin kacau.

Tandai lokasi awal tersesat

Kalau keputusannya adalah untuk bergerak, maka tandai dimana anda pertama sadar sudah tersasar dengan tanda yang mencolok. Ingat harus mencolok! Jangan sekedar mematahkan ranting atau menumpuk tiga batu kecil. Ini bukan film, ini kehidupan nyata. Tidak ada orang Indian pencari jejak yang bisa diandalkan (yah, mungkin juga ada penduduk setempat yang jago, tapi apa anda mau mempertaruhkan nyawa anda demi itu?) Tanda yang besar akan memperbesar kemungkinan anda ditemukan.

Tanda yang terbaik adalah bentuk segitiga samakaki yang besar dengan warna yang kontras. Misalnya anda mau menaruh di tanah, maka cari batu batuan besar dan banyak lalu susun ditanah. Ujung segitiga yang paling runcing adalah arah kemana anda menuju. Setiap beberapa saat anda berjalan, buat tanda ini.

Selain itu utamakan berjalan ke arah awal sebelum anda tersesat, jalan pelan pelan untuk melihat kemungkinan jejak kaki anda. Jalan pelan juga akan menghemat energi dan memperbesar kemungkinan tersusul

Buat diri anda terlihat

Cari tempat yang bisa terlihat dari jauh atau dari bawah, seperti ruang yang agak lapang, atau tebing  yang tinggi. Atau kalau anda bisa memanjat, panjat pohon. Ini juga bisa menolong anda melihat lebih jauh. Siapa tahu perkemahan anda bisa terlihat dari sana atau bahkan perkampungan.

Buat Api unggun

Terutama buat api dengan asap yang besar yang bisa dilihat dari jauh. Api juga akan mengusir binatang-binatang yang bisa mengganggu, termasuk serangga-serangga.

Jika harus menginap

Jangan tidur langsung diatas tanah. Kelembaban tanah akan membuat anda sakit dan menguras panas tubuh anda sehingga anda bisa terkena hypothermia. Anda bisa menumpuk ranting-ranting kecil dan daun daun lalu tidur diatasnya. Hati hati dengan serangga dan pohon yang lapuk. Jangan sampai sedang tidur anda tertimpa ranting jatuh.

Jalan ke arah menurun

Cara ini bisa digunakan dengan catatan anda sudah mempelajari peta lebih dahulu dan sudah mengingat posisi sungai terhadap perumahan penduduk. Arah menurun biasanya akan mengarah kepada sungai atau danau. Sungai berarti air bersih yang anda akan perlukan jika anda jauh dari perbekalan. Sungai juga biasanya menuju tempat kediaman penduduk.

Tapi jangan tidur ditepi sungai ya, suara sungai bisa meredam suara binatang liar atau orang yang memanggil manggil anda. Juga tepi sungai banyak serangga.

Bersuara

Tidak harus dengan berteriak. Anda bisa menggunakan dua tongkat kayu yang di adu supaya menimbulkan bunyi. Yang penting orang bisa mendengar suara yang anda buat. Suara ini bisa mengusir kebanyakan binatang liar. Kecuali monyet, monyet biasanya suka ingin tahu dan akan mencoba menyerang jika suara anda dianggap menantang. Jadi jangan lupa mempelajari binatang apa yang banyak disana.

Cek hape

Selalu secara berkala cek hape, siapa tahu mendadak anda kena sinyal atau GPS. Tapi pastikan cahaya hape ada di tingkat terendah supaya tidak menguras batre.

Ambil photo

Bukan Selfie ya!! Tapi foto suasana sekitar dengan telunjuk anda (atau teman ada mengarahkan tangannya) terutama kalau ada tanda-tanda yang mencolok, seperti pohon yang rubuh. Jadi kalau ketemu pohon rubuh lagi kita bisa tahu itu pohon yang sama atau tidak. Tapi hemat-hemat, jangan sampai low bat. Lebih baik lagi jika anda bawa solar power bank.

Semoga tips diatas bisa berguna. Tentu akan lebih baik jika anda mempersiapkan diri dengan baik dan selalu waspada sehingga tidak sampai tersesat.