Ris Sukarma
Ris Sukarma

Pensiunan pegawai negeri, sekarang aktif dalam pengembangan teknologi tepat guna pengolahan air minum skala rumah tangga. Ingin berbagi dengan siapa saja dari berbagai profesi dan lintas generasi.

Selanjutnya

Tutup

Dongeng Sebelum Tidur (2)

28 November 2009   04:59 Diperbarui: 26 Juni 2015   19:10 1376 0 0

Masih di bulan Januari, langit malam bulan ini sampai bulan Maret nanti dihiasi oleh rasi yang amat terkenal, yaitu Orion. Dengan bentuknya yang seperti dua trapesium ditumpuk, Orion si Pemburu paling mudah ditemukan dan dikenali pada waktu malam-malam gelap gulita tanpa bulan. Tidak ada rasi lain yang lebih terang dan jelas seperti Orion. Sabuk Orion yang terkenal menjadikan rasi ini mudah untuk dikenali. Sabuk ini terdiri dari bintang-bintang Alnilam, Alnitak dan Mintaka yang berjejer dalam satu garis. Kaki Orion dibentuk oleh Rigel, salah satu bintang paling terang di langit. Bellatrix dan Betelgeuse membentuk bahu Orion, sedangkan dua bintang lainnya membentuk kedua tangan Orion.

Kenapa disebut si Pemburu? Berbagai peradaban manusia masa silam melihat rasi ini dan mereka-reka legenda yang berbeda-beda sesuai imajinasinya masing-masing. Legenda yang paling terkenal adalah mitologi Yunani dan Romawi. Menurut mereka, Orion adalah pemburu yang terkenal, dan dipercaya tidak ada mahluk lain yang bisa membunuhnya. Hera mengirim Scorpio atau kalajengking untuk membunuh si pemburu. Karena selalu bermusuhan, kedua rasi ini sekarang ditempatkan di tempat yang berseberangan di langit, keduanya tidak dapat dilihat pada waktu yang bersamaan.

Beberapa kebudayaan kuno memandang Orion sebagai pemburu, pendekar perang atau semacam mahluk laki-laki yang gagah dan heroik, tapi tidak semuanya berpendapat demikian. Dalam awal-awal kepercayaan Hindu, juga di Babilon, Orion dipercaya sebagai pertanda akan datangnya badai besar. Di abad kedua sebelum Masehi, bangsa Romawi bertempur dengan Kartagena yang sekarang dikenal sebagai Tunisia di Afrika Utara. Bangsa Romawi memenangkan pertempuran, tapi mereka kehilangan tiga kapal perangnya akibat dari serangan badai laut. Polybus, seorang ahli sejarah Yunani menghubungkan kehancuran kapal perang Romawi tersebut dengan munculnya rasi Orion di kaki langit pada saat kapal tersebut mulai berlayar. Kepercayaan bahwa Orion adalah penyebab badai ini berlangsung sampai abad ke 17.

Kebudayaan Cina juga menggambarkan Orion sebagai panglima perang. Tapi, agak berbeda dengan kepercayaan bangsa Yunani yang menggangap Orion mati karena sengatan Scorpio, sang kalajengking, bangsa Cina menganggap Orion sebagai saudara kandung Scorpio yang selalu bermusuhan. Rupanya persaingan antara saudara merupakan gejala yang universal sifatnya.

Banyak legenda yang berbeda tentang Orion dan keberadaannya di langit malam. Tapi bahwa Orion terkenal sebagai pemburu yang handal dan tampan, melegenda di hampir semua peradaban masa lampau. Legenda lain menceritakan bahwa Orion suatu hari ia pergi ke pulau Chios dan jatuh cinta kepada Merope, anak dari raja Oenopion. Oenopion berjanji akan menjodohkan anaknya kepada Orion apabila dia dapat memenuhi permintaan sang raja, yaitu membersihkan pulau itu dari gangguan mahluk jahat. Tapi setelah Orion berhasil menyelesaikan tugasnya, sang raja mengingkari janjinya dan ini membuat Orion marah besar, Dia begitu marah sampai mabuk dan akan memperkosa Merope. Tapi Oenopion berhasil menyelamatkan puterinya. Dia kemudian menunggu sampai Orion tertidur untuk mencungkil matanya. Orion menjadi tidak terkendali. Dia mengetahui dari seorang peramal bahwa matanya akan pulih kembali apabila di pergi ke tempat paling jauh di timur dimana matahari terbit di ufuk timur, dari balik lautan.

Dengan dibantu seorang anak muda, dia pergi ketempat tersebut dan sampai di Delos. Di sini, dewi Eos jatuh cinta dan mabuk kepayang kepada Orion dan minta tolong saudaranya, dewa matahari Helius, untuk mengembalikan penglihatan Orion. Setelah matanya sembuh, Orion kemudian mencari Oenopion untuk membalas dendam. Dalam perjalanan, Orion tiba di pulau Kreta dimana dia bertemu dengan dewi Artemis, seorang pemburu ulung. Artemis mencoba membujuk Orion untuk berburu bersama dan mencoba melupakan niatnya untuk membalas dendam. Saudara Artemis, Apollo mengetahui hubungan asmara antara Orion dengan Eos, selain itu dia juga tidak suka kepada Orion yang membunuh binatang-binatang liar. Apollo kemudian membujuk Gaia, dewi bumi untuk memciptakan kalajengking raksasa yang akan membunuh Orion. Orion merasa tidak mampu melawan Scorpio, dia lalu masuk ke dalam laut dan berenang menuju Delos, dimana Eos sedang menunggunya disana. Sewaktu berenang cukup jauh, Apollo memanggil Artemis dan dia bertaruh dengan Artemis, bahwa Artemis tidak akan berhasil memanah orang yang dilihatnya sedang berenang jauh di laut. Artemis tidak menyangka bahwa yang sedang berenang itu adalah kekasihnya, dan memanah Orion dengan panahnya. Ketika menyadarinya, dia yang amat bersedih dengan kematian orang yang dia kasihi. Dia kemudian menempatkan Orion di langit untuk menandai rasa cintanya yang abadi kepada Orion. Orion ini seorang playboy juga rupanya, banyak dicintai wanita, dan senang dengan wanita-wanita cantik.

Kabut Orion hasil jepretan Purwanto Nugroho Rasi Orion juga kaya dengan awan kabut yang menarik perhatian para astronom, termasuk astronom amatir seperti penulis. Salah satu diantaranya adalah Kabut Orion atau sering disebut Great Orion Nebula (M42). Kabut ini, bersama dengan dua bintang lainnya membentuk pedang Orion. Begitu terangnya kabut ini sehingga bisa dilihat langsung dengan mata telanjang sekalipun. Dengan bantuan teleskop, kabut Orion seperti bunga yang sedang mekar, berkembang sangat indah. Dengan teleskop yang lebih besar, nebula yang mengitari intinya, yang disebut Trapesium, bisa terlihat indah memukau. Bagaimana pemandangan langit malam bulan Februari dan legenda yang menyertainya? Tunggu dongeng sebelum tidur berikutnya. Dari berbagai sumber.