Diferensiasi: Antara Tek-tek dengan Dhog-dhog

01 Februari 2012 00:21:05 Dibaca :

Diferensiasi : Antara Tek-tek dengan Dhog-dhog



Kadang-kadang saya mengambil cuti dari jabatan Super Chef dirumah, namun agar ketahanan pangan tetap terselenggara dengan baik saya sering menawarkan pengganti menu nasi dan lauknya dengan Mie Goreng, karena –menurut versi saya yang bukan ahli gizi- kandungan gizi mie goreng lumayan lengkap. Ada karbohidrat dari mie, ada lemak dari tumisan, ada protein dari suwiran ayam dan telor , ada sayuran dan ada vitamin C dari cabenya…Hehehe.



Jika menu mie goreng tersebut saya tawarkan kepada 2 anak ABG saya, (kembar namun selalu ingin tampil beda), maka jawabannya, “Aku mau Mie Tek-tek soalnya crunchy “ kata yang sulung.


“Aku mau Mie Dhog-dhog” kata adiknya.” Lebih enak, nyemek-nyemek gitu deh…”



Istilah Tek-tek dan Dhog-dhog diambil dari bunyi alat yang dipukul si tukang mie ketika mengumumkan kehadirannya sepanjang gang depan rumah kami. Suara “Tek-tek” adalah hasil karya si tukang mie yang satu ketika memukul-mukul penggorenggan dengan sendok. Sedangkan “Dhog-dhog” adalah hasil kreasi bebunyian dari tabung bambu yang dipukul oleh tukang mie lainnya.



Yang kadang menyebalkan buat saya, karena saya harus lebih lama menunggu dan pasang kuping, kehadiran kedua tukang mie tersebut tidak pernah berbarengan,. Selalu ada jeda antara 30 menit hingga 1 jam diantaranya., seolah-olah mereka sudah membuat jadwal kedatangan sebelumnya. Namun, atas nama selera kedua buah hati saya , mau tidak mau saya tetap menanti kedatangan mereka.



Perbedaan selera inilah yang ditangkap dengan baik oleh kedua tukang mie tersebut. Materi jualan boleh sama : Mie Goreng, Nasi Goreng plus Mie Rebus. Peralatan sama : gerobak, kompor, penggorengan, sutil dan teman-temannya. Cara memasakpun sama : panaskan minyak sayur, tumis bumbu, masukkan kocokan telur, mie, sayuran dan seterusnya..dan seterusnya. Yang berbeda adalah waktu proses menggoreng mie. Pada tukang “Mie Tek-tek” waktu menggorengnya lebih lama dibanding tukang “Mie Dhog-dhog”.


Sedikit perbedaan cara memasak ini menciptakan perbedaan jenis konsumen. Sehingga masing-masing penggemar mereka rela menanti dengan harap-harap cemas kedatangan si Abang Mie Favoritnya.




Catatan : Jenis dagangan boleh sama, namun tentukan perbedaan dan keunggulan dibandingkan kompetitor.


Salam,



Rinny Ermiyanti


PT. Indonesia Harvest Chemical


PT. Harvest Chemical Solutions

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?