PILIHAN

Pindang Tulang; Kuliner Palembang "Aneh" tapi Mantap

04 Maret 2017 10:02:20 Diperbarui: 04 Maret 2017 21:51:12 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Pindang Tulang; Kuliner Palembang "Aneh" tapi Mantap
sumber: perutgendut.com

Selama ini, Palembang begitu melekat dengan kata empek-empek sebagai makanan khasnya. Ketika mendengar kata Palembang, yang ada dibenak kita adalah empek-empek (respon otomatis). Namun, Palembang ternyata banyak memiliki wisata kuliner yang sangat banyak dan sangat khas Palembang yang dilalui banyak sungai. Masakan seperti Pindang Patin misalnya, yang dimasak dengan super pedas, merupakan kekayaan kuliner yang mengasyikkan untuk dicicipi, terutama oleh lidah-lidah nusantara kita.

Ketika Palembang terkenal dengan makanan berbahan olahan lautnya, namun ada beberapa makanan yang tidak terbuat dari olahan laut yang patut untuk dicopa. Salah satunya adalah PINDANG TULANG. Pertama kali mendengar nama masakan ini, pikiran kita pasti akan tertuju pada ikan pindang, padahal masakan ini sama sekali tidak ada bahan-bahan dari lautnya, terutama ikan-ikanan. Aneh, kan, namanya? Memang aneh, tapi ketika kita mencicipinya, dijamin akan teriak-teriak gak sadar menyadari kelezatan yang ditawarkan.

Kalau Palembang ternyata terlalu jauh untuk didatangi, tenang saja. Tulisan ini akan menyajikan cara dan resep bagaimana membuat masakan pindang tulang dengan cita rasa Palembang yang luar biasa. Berikut cara-caranya:

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Pindang Tulang: Iga Sapi (tulang) yang telah dicuci dan dipotong sesuai dengan selera, 3 butir bawang merah yang sudah dibakar, 12 buah cabai merah yang sudah dibakar (sesuaikan dengan selera. Kalau suka super pedas, tambahkan cabainya), bawang goreng secukupnya, gula pasir dan garam (kira-kira 1 sdt), dan lada bubuk ½ sdt saja.

Adapu bumbu-bumbu yang perlu dipersiapkan untuk membuat pindang tulang ini adalah sebagai berikut: 2 sium bawang putih, 5 butir bawang merah, 2 tomat segar yang sudah dipotong, kecap asin, kecap manis, 25 gr gula merah dan air asam jawa, beberapa lembar daun salam dan batang serai (sesuai dengan kebutuhan), 3 cm jahe yang sudah dihancurkan, 4 cm laos/lengkuas yang sudah dimemarkan. Perlu diperhatikan, bahwa untuk bahan-bahan yang sudah disebutkan, bisa disesuaikan dengan selera. Catatannya, untuk bahan yang memengaruhi bau dan rasa, seperti asam jama, bawang, jangan terlalu banyak.

Cara memasaknya, ikuti urutan-urutan berikut ini; masukkan iga yang sudah dicuci dan dipotong ke dalam rebusan air yang mendidih hingga benar-benar terasa sudah matang dan empuk, tambahkan bawang merah dan bawang putih aduk hingga tercium aroma yang harum, lalu masukkan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan dan aduk hingga rata dan bumbu tersebut meresap. Kemudian tambahkan gula, garam, bawang yang sudah dibakar pada bagian akhir, lalu tunggu hingga tulang bernar-benar empuk. Api perlu dijaga supaya tidak terlalu besar. Busa-busa yang biasa menempel pada tulang, dibuan saja kalau tidak suka.

Selanjutnya, angkat, sajikan, dan siap untuk disantap. Perlu diperhatika, bahwa gunakan perasaan dalam memasak, sehingga ada chemistry yang terbangun. Jiah.

Kita akan merasakan nikmatnya kuliner khas Palembang, yang namanya aneh karena tidak ada pindang sama sekali, hanya ada tulang (iga). Kalau kita sedang di Palembang, pindang tulang ini paling enak jika dimakan ketika sore hingga malam, apalagi sambal duduk santai menikmati hiruk-pikuk Jembatan Ampera. Duh, mantap dan tentu saja romantic, apalagi bersama pasangan.

Bagi yang mencoba membuatnya di rumah, rasakan sensasinya bersama es teh atau es jeruk. Tentu akan semakin mantap.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana