Menapaki Sejarah Ziarah Semana Santa dan Kapela Menino Jesus di Lewolaga

28 April 2012 09:58:59 Diperbarui: 25 Juni 2015 06:00:39 Dibaca : Komentar : Nilai :

Pekan Paskah baru saja berlalu. Kita tentumasihingatdenganprosesiSemana Santayang dilaksanakanbeberapaminggu yang lalu di Larantuka sebagaiziarahiman yang dilakukansetiaptahunnya di Kota ReinhaLarantuka, Provinsi Nusa Tenggara Timurkinisudahdikenaldibeberapabelahandunia; namunlainhalnyadenganumatKatholik di Lewolaga, KecamatanTitehena, Kabupaten Flores Timur, NTT ini. Ada halmenarik yang perlu di ketahuidisiniyaknimerekapunmengadakan ritual yang samapadasetiaptahunnyauntukmengenangkansengsaradanwafatTuhanYesusKristus,namunProsesiJumadAgung di tempatinirupanyakurangdikenalsepertiprosesi di Larantuka,WuredanKonga.


Menurutpenuturantokohmasyarakatsetempat, di daerahiniternyatasudahmengadakan ritual inisejaksekitartahun 1600-an. Hal inidiceritakansecaraturuntemurunolehpewarisdarirumpunsukubentu- klassadan yang padaakhirnyadirampungkandanditulissecarasederhanaolehpanitiaPemberkatanKapelaMenino Jesus.


MeninoJesusadalah nama sebuahkapelakecil yang terletak di tengah kampung Lewolaga, kecamatanTitehena, Kabupaten Flores Timur.Kapelainilah yang menjaditempatpenyimpananbenda- bendapeninggalansejarahsepertipatung- patungsertaperlengkapanprosesiJumadAgung atau yang biasadisebutalatsengsara.Tempat ini sekarangmenjaditempatziarah.



SetiaptahunnyapadahariRabu yang biasadikenaldenganRabuTrewa, umatKatholik di daerahLewolagadansekitarnya datang untukberdoadandilanjutkandenganmengantaralatsengsarakeGerejauntukkegiatanprosesiJumadAgung.


SebelumadanyakapelaMenino Jesus, barangpeninggalaninidisimpandalamrumahadatsukuBentu. Seiringberjalannyawaktu, dibangunsebuahbangunansederhana pada tahun 1980-an dengan berdindingkeneka (bambu) danbarang- baranginidipindahkankebangunanini.Padatahun 2008 dibangunkembalidandiberinamaMenino Jesus yang berarti Kanak Yesus. Pada tanggal 11 September 2010, KapelaMeninoJesusdiberkatiolehBapakUskupLarantuka, Mgr. FransKopong Kung, Pr. Dan mulai terbuka untuk umum yakni kepada semua orang Katholik yang ingin berziarah ke Kapela ini.


PemberiannamaMeninoJesuuntukkapelainiberdasarkankesepakatanbersamaantarasukuBentu- Klassabersamatokoh agama dantokohmasyarakat. MeninoJesuadalahsalahsatudiantarabarang- barangpusakareligytersebut.MenurutkisahdaritetuasukuBentu, PatunginimenggambarkanYesussebagaiseoranganakkecil yang sedangmemikuldunia.Dunia yang digambarkanadalahberbentuksegiempatkarenakonsepbahwabumiinibulatbelumadasaatitu.



(Patung Menino Jesus - Lewolaga )



Barang-baranginiseperti yang dikisahkanolehtetuadarisukubentuadalahbarangpusakamiliknenekmoyangmereka.Menurutceritasejarah, SukuBentu – KlassaberasaldariMalaka.Merekaadalahbangsapelaut yang dalampelayaranmerekamembawasertaalatperang, alatnelayan, alatpertaniandanpatung- patungkudussebagaipelidung. Adapunpatung- patungreligy yang sudahbisa dikenaliberdasarkantulisan- tulisanpadatubuhpatungtersebutyakni; patungNossaSenhora e Menino Jesus (Bunda Maria danKanakYesus), Jesus Bom Pastor (Yesusgembala yang baik), Jesus Sofremento(Tubuh Yesus yang menderita),A Parte de Corpo de Jesus Sofremento (bagiandaritubuhYesus yang menderita), Jesus Crucificado (Yesus yang tersalib)danmasihbanyaklagipatung- patunglainnya yang dipercayasebagaiLeraWulanatauTuhan Allah. Patung- patung ini sebagian sudah mulai lapuk dan rusak dimakan usia. Selainituadajugapatungdanperlengkapan yang digunakandalamprosesiJumadAgung.


Kegiatanprosesiinisudahmulaidilakukandalambentuk yang sederhana.Padaawalnya kegiatan mulaidilakukan di LewoKroko (Lewookin) Kampung lama daridesaLewolagadenganmengusungpatungKanakYesus (MeninoJesu).Dalamperkembangannyapatung yang diusungdalamprosesiadalahpatungmayatYesus yang terbuatdarikayu.Patunginiakhirnyadisimpankarenasekitartahun 1815, MisionarisordoDominikan dari Portugal yang berdiam di Larantuka yang padasaatitusebagaipusatkeuskupanmenyumbangsebuahpatungmayatYesussehinggadigunakanhinggasaatini. Kegiataninidulunyadilakukandengan 3 armida (tempatpersinggahan) darisuku- suku yang pertamamendiamiLewolagayaitu armida Klassa, armida Bentudan armida Kabele’enLewoema. Seiringberjalannyawaktusehinggasemakinbanyakwarga yang menetap di Lewolagamakaarmida –armida iniditambahlagisehinggamenjadi 6 armidadenganpembagianyakni armida pertamadarisukuKabele’ng Kun De, armida keduadarisukuKlassa, armida ketigadarisukuKabele’ngSaniOneng, armidakeempatdarisukuBentuMerpi, armidakelimadarisukuKabele’ngDe’OrnaydanarmidakeenamdarisukuBentuKromenNuhon. Suku- sukudarikeenamarmadainilah yang dinamakanPerpetu(pemilikarmida).Para perpetumempunyaililinbesar yang dipasangpadasetiapperayaanPaskah.Sedangkanbeberapasukulain yang mendiamiDesaLewolagatidakmempunyaiarmadanamunmerekamengambilbagiandalamkegiatanini.


KegiatanprosesiJumadAgungatau yang seringdisebutSemana SantamerupakansuaturangkaianacaraPekanSuci, yang dimulaipadahariSelasasebelumPaskahhinggahariSeninsesudahPaskah. Kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:


·Pada hari Selasa, dilakukan upacara doa di Kapela Menino Jesus oleh suku Bentu dan Klassa dan diikuti oleh kegiatan memandikan patung- patung serta alat sengsara oleh warga Bentu- Klassa yang sudah di beri kepercayaan. Air mandian patung ini dipercaya sebagai air berkat.


·Hari Rabu pagi adalah kegiatan mengantar alat sengsara menuju Gereja. Umat katholik baik dari wilayahtersebut maupun yang datang dari luar daerah guna mengikuti kegiatan prosesi pun turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini. Pengantaran alat sengsara ini dimulai dengan kegiatan doa di Kapela Menino Jesu dan kemudian di bawa ke Gereja dalam prosesi kecil.


Pada malam harinya dilaksanakan Lamentasi Rabu Trewa atau disebut Lamentasi hari pertama


·Hari Kamis; pada pagi harinya dibuat Lamentasi hari ke dua, dan malam harinya diadakan Misa Kamis Putih. Dahulunya, perayaan Ekaristi Kami Putih dirayakan pada jam 12 malam namun sekarang tradisi ini tidak dilanjutkan lagi. Pada hari ini juga, umat mulai membuat armida dan pahang tunu (penancapan tiang- tiang sebagai tempat lilin yang digunakan sebagai penerang dalam kegiatan prosesi)


·Hari Jumad; hari ini adalah hari berkabung bagi umat seluruh umat Katholik atau biasa disebut Jumad Agung. Di daerah ini tidak ada bunyi- bunyian; lonceng gerjea pun tidak berbunyi sehingga umat yang mau mengikuti kegiatan pada hari ini biasa diberi tanda dengan bunyian mataraka (alat yang terbuat dari kayu yang digunakan sebagai pengganti lonceng Gereja saat hari Jumad Agung ). Pada hari ini ada beberapa kegiatan yang dlakukan yakni; pada pagi hari dibuat Jalan Salib keliling kampung Lewolaga. Jalan Salib ini dilakukan dari Gereja dan berakhir di Gua Maria Lewo Oking atau lokasi kampung lama. Jam 15.00, perayaan Ekaristi di Gereja untuk mengenangkan kematian Tuhan Yesus. Sesudah perayaan Ekaristi, sudah menjadi tradisi bagi warga Lewolaga untuk mengunjungi makam keluarga di kompleks pekuburan umum setempat.


Pada pukul 19.00, semua umat berkumpul di Gereja untuk mengikuti acara Lamentasi terakhir dan diteruskan dengan Prosesi Jumad Agung (Semana Santa). Prosesi ini dilakukan dengan mengarak patung Jenasah Yesus oleh para Lakademu dari Gereja menuju ke armida- armida dan kembali lagi ke Gereja. Selama prosesi ini, umat berdoa sambil membawa lilin dan diiringi nyanyian ratapan oleh ibu- ibu santa ana (Eus). Setiap armida dilakukan doa oleh para maiordomu ( pemilik ujud khusus di armida tersebut), nyanyian Ovos, dan sinyordeo oleh para konferia. dan berkat salib.


·Hari Sabtu; pengembalian alat- alat sengsara ke Kapela Menino Jesus. Kegiatan ini juga dilakukan sama seperti pada hari Rabu, yakni diantar dalam prosesi kecil dan ditutup dengan doa di Kapela. Malam harinya dirayakan Ekaristi mengenangkan kebangkitan Tuhan Yesus atau biasa disebut Malam Paskah.


·Hari Minggu; pada hari Minggu Paskahdirayakan Misa Paskah. Dahulu, ada prosesi Halleluya yang dilaksanakan di dalam Gereja oleh kelompok Konferia dengan membawa Salib dan Lilin. Prosesi ini sekarang tidak dibuat lagi karena ada perayaan Misa.


·Hari Senin sesudah Paskah; diadakan Misa syukuran untuk semua Permesa, Maior Domu, dan Perpetu dengan resepsi penyerahan Puntu Dama atau Padu Knipong untuk calon Maior Domu yang baru. Misa dibuat di Gereja sedangkan penyerahan Punto Dama dilaksanakan di rumah salah satu Perpetu yang sudah disepakati. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas persiapan perayaan Paskah dan Prosesi Jumad Agung pada tahun berikutnya.


Adapun elemen- elemen dalam prosesi selainalat- alat sengsara yakni;


·Lakademu; orang yang bertugas memikul Patung Mayat Yesus pada saat prosesi Semana Santa. Mereka berjumlah 4 orang dan mengenakan pakaian putih dengan topi berbentu kerucut berwarna merah. Muka merekapun di tutup bulat sehingga hanya terlihat matanya. Sebelum prosesi dimulai, mereka mengenakan pakaian Lakademu di rumah adat suku Bentu- Klassa. Dari rumah tersebut mereka menuju ke pekuburan dan melakukan meditasi di tempat itu. setelah itu mereka menuju ke Kapela Menino Jesus dan berdoa di situ sampai ada perintah dari Perkedo(orang yang bertugas mengawasi Lakademu) untuk berjalan satu per satu mengelilingi kampung sebelum prosesi. Mereka masuk ke Gereja pada saat nyanyian Quideem oleh sekelompok orang dari kelompok Miserere


·Ovos; nyanyian ratapan yang dibawakan oleh seorang wanita sambil memegang gambar wajah Yesus. Ovos ini mengenangkan Veronika yang mendapat gambar wajah Yesus waktu ia mengusapi wajah Yesus dalam jalan salibNya.


·Eus; nyanyian yang dibawakan oleh sekelompok wanita untuk mengenangkan nyanyian wanita Yerusalem. Mereka bernyanyi sepanjang jalan prosesi. Dalam perjalanan para penyanyi biasanya berjalan di belakang Patung Mayat Yesus selama prosesi mereka oleh kain hitam.


·Miserere; kelompok koor dari bapak- bapak yang sebetulnya adalah kelompok Konferia.


·Lamentasi; doa dan nyanyian dari ratapan Yeremia


·Armida; bangunan rumah berbentuk segitiga tempat orang berdoa dan merupakan tempat perhentian pada prosesi untuk pentakhtaan Salib, berdoa dan tempat nyanyian Ovos. Armida merupakan tempat doa bagi para Maior Domu. Setiap armida mempunyai satu orang Perpetu dan 3 orang Maior Domu.


·Tunu; pagar dari kayu untuk meletakkan lilin sebagai penerangan selama prosesi.


·Perpetu; pemilik armida.


Sesudah kegiatan pemberkatan Kapela Menino Jesus oleh Uskup Larantuka, suku Bentu Klassa menyerahkan Kapela Menino Jesus kepada Keuskupan Larantuka untuk di kelola. Prossesi Jumad Agung ini digelar pada setiap tahun. Umat yang mengikuti Prosesi Semana Santa pun tidak hanya dari wilayah Lewolaga saja, namun saat ini umat dari berbagai daerah mulai datang untuk mengikuti kegiatan prosesi di Lewolaga.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Featured Article