Planologi Esa Unggul Ciptakan Dokter Kota

17 Juli 2017   17:02 Diperbarui: 17 Juli 2017   17:19 53 0 0

Planologi Esa Unggul Ciptakan "Dokter Kota" Penyembuh Atasi Ruwetnya Tata Ruang Di Indonesia

http://www.esaunggul.ac.id/

Esaunggul.ac.id,  Jakarta Barat, Dewasa ini permasalahan tata kota yang ada di Indonesia  semakin rumit dan kompleks, hal ini tidak terlepas dari kurangnya  kesadaraan para pemangku kebijakan dalam pemanfaatan tata ruang yang  memiliki konsep dan perencanaan yang baik. Untuk mengatasi kompleksnya  permasalahan tata wilayah dan kota di Indonesia, Esa Unggul menyediakan  jurusan Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota) sebagai upaya  menciptakan para ahli yang dapat berkontribusi memecahkan permasalahan  mengenai wilayah dan kota.

Laili Fuji Widyawati, ST., MT, Kepala  Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Univeritas Esa Unggul, menerangkan  Esa Unggul sebagai Perguruan Tinggi bertanggung jawab untuk menghasilkan  para lulusan yang bertindak sebagai seorang perencana, konseptor dan  pengelolaan tata ruang kota dan wilayah di seluruh daerah di Indonesia.  Dia pun mengibaratkan para alumni lulusan Planologi Esa Unggul dapat  menjadi Dokter yang menyembuhkan rumitnya permasalahan Tata ruang dan  wilayah di Indonesia.

"Saya mengajak anak-anak mahasiswa dan  para alumni untuk menjadi seorang dokter kota, bayangkan lulusan di sini  bisa disebar berkontribusi di berbagai daerah maka mereka dapat  memajukan daerahnya masing-masing. Karena jurusan Planologi Esa Unggul  ini kan mahasiswanya tersebar dari seluruh Indonesia, bukan tidak  mungkin lulusan disini mampu melalukan penataan kota di daerahnya  masing-masing," kata Laili di ruangan Fakultas Teknik, Universitas Esa  Unggul, Selasa (11/07/2017).

Apalagi menurutnya dalam amanat  Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang disebutkan,  setiap kabupaten wilayah kota harus menyusun dokumen rencana tata ruang.  Untuk itu dia mendorong bagi para lulusan planologi Esa Unggul dapat  memanfaatkan urgensi dari Undang-undangan tersebut dan masuk secara  struktural sebagai pemangku kebijakan atau konseptor dalam penataan  ruang wilayah dan kota.

"Di Indonesia sendiri terdapat  sekurang-kurangnya 500 Kabupaten Kota, bisa dibayangkan pengaplikasian  UU No.26 2007 dalam penataan kota itu apakah sudah berjalan sebagaimana  mestinya. Seperti penyusuan dokumen rencana tata ruang dan melakukan  pengendalian pemanfaatan ruang, hal ini hanya bisa dilakukan oleh para  sarjana lulusan Planologi," terangnya.

Laili yang juga Tenaga ahli pengembangan  kawasan industri kementerian Perindustrian pun menerangkan sejauh ini  para alumni lulusan planologi Esa Unggul umumnya berkarir di dinas-dinas  pemerintah yakni Pemerintah daerah di Dinas PU dan Dinas lainnya.  Selain itu juga mereka terjun di menjadi konsultan tenaga ahli  perencanan dan ada yang menjadi developer.

Dia pun menerangkan tentang  infrastruktur pendukung yang selama ini menjadi bagian praktikum dari  Prodi Planologi, sejumlah studio yang terdiri dari dua studio Lab dan  foto, studio wilayah dan studio komputer. Materi perkuliahan yang  diajarkan dalam Planologi Esa Unggul ini sendiri terbagi menjadi dua  peminatan yakni Perancangan Kota (Urban Design) dan Manajemen Perkotaan  (Urban Management).

"Selain Perancangan kota di Esa Unggul  Jurusan Planologi pun juga memahami Manajemen Perkotaan yakni melalui  beberapa aplikasi teknologi seperti GIS, CAD, 3D, Dynamic System dan  lain-lain. Serta memahami kode etik profesi dan tanggung jawab profesi  perencana," tuturnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa  Planologi Esa Unggul Jan Arthur mengaku bangga dapat berkuliah di  Jurusan Planologi Esa Unggul. Kebanggaan itu timbul dikarenakan  Pengajaran dari Planologi Esa Unggu sangat berbeda dengan kampus-kampus  lainnya, hal ini dapat dilihat dari sistem praktek di lapangan yang  mulai dilakukan pada semeter 3, sehingga dirinya bukan hanya sebatas  belajar teori namun diselingi dengan praktikum perencanaan kota.

"Kami sih sebagai mahasiswa Planologi  sangat senang dengan pola pengajaran di jurusan ini, soalnya setahu saya  dikampus lain, pembekalan materinya hanya sebatas teori saja, sedangkan  disini saat semester tiga saya dan teman-teman sudah diajarkan  praktikum perencanaan kota." katanya.

Mahasiswa yang berasal dari Jayapura ini  pun berharap kedepannya setelah lulus dirinya dapat turut andil serta  dalam pembangunan di daerahnya, khususnya dalam bidang penataan kota.  "Setelah lulus saya ingin memperbaiki penataan kota dan wilayah di  daerah saya, karena kebanyakan tata kota dan wilayah di daerah saya itu  masih agak kompleks. saya juga ingin menyelesaikan konflik yang  diakibatkan oleh tata ruang di berbagai daerah di Indonesia," tutupnya.