[Dewasa] Posisi Berhubungan Buat Wanita Hamil

26 Juni 2012 17:09:55 Dibaca :

Yang namanya hasrat tebtu saja tak bisa dibendung apalagi hasrat seksualitas kaum pria,termasuk ketika istri kita sedang hamil pun.

Masakan kalo istri hamil kita ga boleh berhubungan trus dipake papan nama bertuliskan “Dilarang Masuk” atau ada pengumuman selama hamil dilarang bergubungan.

Kebutuhan yang satu ini memang tak bisa ditahan tahan,kalo udah waktunya harus disalurkan.

Persoalan apakah bisa ketika istru kita sedang hamil? Bukan soal bisa atau tidak tetapi bagaimana cara dan gayanya yang paling pas?

Saya akan memberikan 2 catatan saja.

Pertama,ketika kehamilan istri kita memasuki masa masa yang disebut hamil muda yaitu dari minggu pertama sampai dengan minggu enam belas maka sebaiknya hubungan itu dilakukan dengan posisi Missionari yaitu posisi normatif,pria diatas dan hubungan dilakukan dengan cara slowly bukannya grasa grusu,harus dilakukan dengan lembut bukan kayag banteng liar. Mengingat pada masa hamil muda masih rawan terjadi keguguran bila terlalu banyak gerakan yang ekstrim dan radikal. Ingat boleh berhubungan tetapi perlahan dan lembut.

Kedua,memasuki kehamilan minggu ke duapuluh sampai minggu ke tiga puluh dua, hubungan sebaiknya dilakukan dengan posisi nungging,hal ini mengingat ukuran perut istri yang telah membesar. Posisi ini memudahkan melakukan hubungan tanpa terhalang oleh besarnya perut istri itu,tentu saja tetap dilakukan dengan cara yang lembut dan halus.

Setelah melewati minggu ketigapuluh empat sebaiknya memasuki fase istirahat berhubungan guna mempersiapkan kelahiran bayi.

Dan adegan selanjutnya kembali dapat dilakukan setelah masa nifas atau 40 hari setelah istri melahirkan.

Terima kasih atas perhatiannya dan selamat untuk kelahiran anak anda.

Salam Persahabatan.

Revangga Dewa Putra ~RDP~

/revangga_putra

Yang membedakan kita adalah dirimu lebih munafik aja dari diriku.
Masih tetap gila-RDP

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?