HIGHLIGHT

Tuduhan Apapun Termasuk Kebakaran Dialamatkan ke Pak Fauzi, Adilkah?

31 Agustus 2012 02:49:38 Dibaca :



Politik memang kejam! Namanya juga politik, segala cara dilakukan demi tercapainya tujuan. Termasuk dalam pemilihan pemimpin pun punya politik tersendiri yang kadang merancukan akal sehat orang berpendidikan menjadi tertutup mata karena kekuasaan yang ditawarkan.


Ketika saya berbincang-bincang di rumah teman lama saya di bilangan Kramat Sentiong, sambil ngobrol ngalor ngidul mengenang kisah SMA bersama teman saya tersebut. Tiba-tiba berita di TV didepan sofa kami menayang kan berita kebakaran di Tambora, begitu banyak kerugian materi dan korban psikis dari masyarakat. Pembawa berita pun mengulas lagi kejadian kebakaran pada minggu-minggu lalu masih di Bulan Agustus ini. Memang terjadi marak kebakaran di Jakarta yang jumlahnya lumayan banyak.


Teman saya langsung bertutur, katanya menurut berita di koran dan internet kejadian kebakaran beruntun di wilayah Jakarta ini sudah dimanfaatkan pihak tertentu untuk dipolitisasi demi kepentingan pencitraan pada pemulikada DKI yang sedang marak saat-saat ini. Uh...saya langsung terhenyak sebab sejak lebaran lalu saya kurang update baca berita di internet karena sibuk berkunjung ke saudara dan teman-teman.


Saya langsung meminta dari sumber manakah teman saya mengetahui hal tersebut, lalu teman saya membuka laptop yang sedari tadi dipegangnya, browsing dan didapatkan berita yang berada disini Ow! Sungguh miris dan prihatin saya bacanya, saya benar-benar jadi tak mengerti dengan jalan pikiran para penuduh karena belum diselidiki apa penyebabnya dan siapa pelakunya, karena kondisi apa hal itu bisa terjadi kok bisa langsung melayangkan tuduhan kepada salah satu calon Gubernur DKI Pak Fauzi Bowo yang sekarang-sekarang ini sedang banyak dihujat dan di cemooh tanpa dasar fakta. Masyarakat yang tadinya bijak dan cerdas pun mulai terkontaminasi sikap negatif thinking segelintir orang.


Kembali lagi ke bahasan politik, memang identik dengan kejam dan tak pandang bulu tapi kita pun harus realistis bahwa hidup didunia perlu mengedepankan kebenaran dan berlaku benar adalah membuat nyaman diri sendiri juga orang lain. Tujuan hidup manusia untuk mencapai martabat yang bermoral luhur agar jadi manusia bermanfaat dan berkualitas. Maka dari itu rambu-rambu dan aturan memang harus ada untuk menjaga kemungkinan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Politik tak musti hitam!


Begitupula dengan politik, apalagi dalam ajang pemilukada DKI yang sedang marak sekarang, dalam berpolitik baik sebagai pelaku maupun pendukung ada baiknya memakai cara yang santun dan tak perlu bersaing secara tidak semestinya, apalagi saling menjatuhkan satu sama lain, toh. Walau sama-sama kandidat tetap sama-sama manusia yang hidup satu atap di bumi pertiwi dan tetap punya tanggung jawab memajukan negerinya atau Kota Jakarta yang akan diemban kelak oleh calon terpilih.


Politik tak musti menuruti kaidah kebanyakan untuk saling curang atau mendiskreditkan rival, seperti tuduhan melakukan dugaan korupsi terhadap Pak Fauzi Bowo, padahal belum terbukti dan beliau tak menanggapinya karena tak mau melakukan sesuatu yang memalukan depan umum dengan meributkan hal yang tak dilakukannya. Begitupula terkait kebakaran di Jakarta yang tuduhan dialamatkan kepadanya di berbagai media, dikait-kaitkan dengan pemilukada. Ini jelas fitnah dan tak beralasan karena belum ada bukti.


Masalah kebakaran bisa jadi karena faktor kealpaan manusia itu sendiri yang lupa mematikan kompor atau karena hubungan arus pendek listrik yang banyak terjadi, apalagi sekarang sedang kemarau pasti merembetnya api sangat cepat. Saya sangat setuju dengan berita terkait ini


Sejatinya seorang calon pemimpin Jakarta, apalagi yang telah berpengalaman dan punya kompetensi dalam bidang tata kota, Pak Fauzi Bowo dalam kacamata saya sebagai warga Jakarta, punya niat baik untuk meneruskan programnya yang sudah ada dalam agenda besarnya. Jika Pak Fauzi Bowo sepicik itu, sangat tak masuk akal karena beliaupun sudah punya bayangan bagaimana resikonya jika melakukan hal yang tak semestinya dengan berlaku curang dan menzolimi rakyatnya. Tujuan beliau ingin memimpin Jakarta tentunya sudah diniatkan untuk memajukan Kota dan warganya dengan melakukan pembangunan bertahap yang telah dijalankannya.

Jadi segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya termasuk kebakaran yang marak di Jakarta tanpa bukti adalah suatu fitnah dan cermin perilaku tak bertanggungjawab.

Rendy Aria

/rendy.aria

Jika perlu diarungi gunung tinggi dan lautan luas, yang kuperlukan hanyalah menambah kekuatan. Bukan mengecilkan gunung dan lautan itu.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?