Ekonomi

BI Blogger: Tulisanku, Warisanku

10 Agustus 2017   21:43 Diperbarui: 10 Agustus 2017   22:22 144 1 0
BI Blogger: Tulisanku, Warisanku
picture2-598c7089835be710aa4ade22.png

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." (Pramoedya Ananta Toer)

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Satu kalimat sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam. Awalnya otak saya cukup susah untuk mencerna kata demi kata dari setiap ejaan yang ada. Sampai akhirnya pencerahan itu keluar dari mulut sang inspirator, Pak Rahmat Bakri, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Radar Sulteng.

Menulis bukan hanya sebagai bentuk aktualisasi diri maupun personal branding untuk menunjukkan eksisten diri kita, namun lebih dari itu menulis juga dapat dimaknai sebagai warisan kekal kepada generasi kita. Di sinilah tiba-tiba pikiran saya seolah-olah berkata "Aha.....ini dia satu wisdom paling penting malam ini".

Ilmu sehebat apapun, bahkan yang diucapkan oleh seorang jenius sekaliber Albert Einstein tidak akan bertahan lama jika tidak pernah ditulis. Namun ketika semua ilmu itu didokumentasikan pada selembar kertas, maka ilmu itu akan kekal hingga generasi jauh di bawah si pembicara.

Sejak malam itu, cara pandang saya terhadap dunia tulis menulis berubah 180 derajat. Kegiatan yang awalnya saya anggap membosankan, tidak bernilai tambah dan identik dengan pekerjaan orang kutu buku, kini tidak lagi terbersit dalam benak saya. Justru yang saat ini ada dalam benak saya "Apa warisan yang bisa saya tinggalkan untuk kerabat dan anak cucu saya?". "Tulisan" jawab hati kecil saya.

Satu kebanggaan yang patut saya syukuri adalah lembaga tempat saya berkarya memfasilitasi sebuah wadah bagi saya untuk menjadi penulis handal. Bergabung dalam BI Blogger Community  merupakan sebuah kesempatan berharga bagi saya untuk mengasah kemampuan menulis lebih tajam lagi.

Kini menulis bagi saya bukan lagi sebuah beban atau paksaan, namun menjadi sebuah kesadaran dan kebanggaan. Saat satu tulisan selesai, saya membayangkan satu warisan telah saya berikan. Tercatat beberapa tulisan saya telah dimuat di media cetak lokal dan nasional.

picture1-598c70c5c839c00dd6797f32.png
picture1-598c70c5c839c00dd6797f32.png
Pepatah lama mengatakan "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama ". Jika boleh menambahkan, "Blogger mati meninggalkan tulisan". Jiwa dan raga boleh hilang dari muka bumi, namun gagasan dan tulisan tetap akan ada untuk selamanya.

Selamat menulis, Kawans!