Arti Kehadiran Jokowi Bagi Rakyat Kecil

20 Agustus 2014 17:35:16 Diperbarui: 15 Desember 2015 10:09:59 Dibaca : 0 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Arti Kehadiran Jokowi Bagi Rakyat Kecil
1408530342333634169






Saya mulai tertarik mengikuti sosok Jokowi sejak proyek mobil esmeka ramai diberitakan stasiun-stasiun televisi nasional. Yang membuat saya tertarik waktu itu karena pola kerja Jokowi yang agak nyentrik dan berbeda dengan pejabat-pejabat sekelas walikota pada umumnya. Biasanya walikota pada umumnya paling senang duduk manis dikantor menunggu surat-surat yang harus ditanda tangani atau mengecek berkas-berkas laporan yang masuk.

Melihat Jokowi pertama kali setiap orang awalnya pasti menyangsikan kredibilitasnya. Dia kurus sekali dan wajahnya Indonesia banget. Ndeso istilah ngetrend-nya. Gaya berjalan Jokowi yang flamboyan mengingatkan saya pada gaya jalannya Barrack Obama. Kebiasaan kerja turun ke lapangan bertemu langsung dengan masyarakat dan suka masuk pasar keluar pasar itulah yang membedakan dengan walikota-walikota di Indonesia pada umumnya.

Terlebih saya mendapat informasi kalau Jokowi punya selera musik yang menurut saya oke bangetlah. “Keren nih profilnya, jadi pingin tau!” Mulai sejak itulah saya semakin rajin nonton berita di tv hanya untuk menerka-nerka kira-kira hari ini ada berita Jokowi ‘gak ya? Tidak mau kalah saingan istri saya juga ikut-ikutan kepincut hatinya sama sosok Jokowi. Kalau kata istri saya, “Orang baik sudah kelihatan dari wajahnya”. Ya suaranya, ya senyumnya adem gitu dan sorot matanya juga bersahabat. Padahal kami berdua tidak pernah ketemu langsung sama Jokowi tapi rasanya sudah dekat banget sama beliau.

Sampai akhirnya berita heboh Jokowi digadang-gadang ikut pemilihan gubernur DKI membuat saya dan istri saya semakin full konsentrasi mengikuti berita-berita perjalanan Jokowi sampai akhirnya terpilih jadi DKI 1. Perjuangan Jokowi menuju Pilgub DKI rasanya seperti perjuangan seluruh rakyat Indonesia saja. Karena apa, hampir semua teman saya, tetangga dan saudara diluar jawa mengikuti persaingan seru antara Jokowi dan calon incumbent Foke. Dan sebagian besar dari kami mendukung Jokowi. Euforia seperti ini menurut saya bukanlah euforia buta. Ada dasar dan alasan yang kuat mengapa kami mendukung Jokowi.

Karena kami iri, di daerah kami tidak memiliki putra bangsa seperti Jokowi. Pejabat-pejabat di daerah kami lebih terkesan sok eksekutif dan tangannya sulit dijabat oleh masyarakat. Pejabat-pejabat di daerah kami lebih senang duduk manis terima laporan dan membuat acara-acara ceremonial yang diramaikan pula dengan ibu-ibu pejabat yang saingan pakai perhiasan mahal, bermake up tebal dan bersanggul jumbo. Berbeda dengan sosok Jokowi yang sederhana dan didampingi sosok ibu Iriana yang penampilannya juga sangat sederhana. Sisiran rambut sederhana dan mungkin wajahnya hanya beralas bedak tipis saja. Tapi dibalik kesederhanaannya Jokowi dan Iriana punya senyum yang sangat sangat istimewa. Senyum orang tua yang patut kita teladani.

Rakyat kecil butuh sosok pemimpin yang memiliki jiwa asih seperti sosok bapak dan ibu, orang tua ideal yang kita impikan. Siapa sangka kini Jokowi benar-benar menjadi bapak kita, bapak bangsa dan negara. Dan Iriana menjadi ibu kita, ibu bangsa dan negara. Liku perjalanan panjang dan kerikil tajam yang menghadang perjuangan beliau seperti hilang sirna tanpa bekas dengan cukup mengandalkan kata magis “Biasa saja…semua biasa saja”. Ya sesederhana itu. Tidak ada jawaban dari Jokowi yang membuat kita terkagum-kagum haru biru dan meneteskan air mata saking salutnya. Hujatan-hujatan, fitnah, kampanye hitam dan ancaman-ancaman dianggapnya bukan suatu masalah yang besar. Beliau tidak punya hasrat untuk membalas balik semua perlakuan lawan politiknya selain menjawabnya dengan hasil karya dan prestasi. Dan rakyat kecil lebih suka melihat bukti nyata hasil karya dan prestasi ketimbang janji-janji.

Sebagaimana yang saya pikirkan sebagai rakyat kecil. “Sekarang untuk apa tokh ribut-ribut melulu. Banyak yang lebih penting untuk dikerjakan” Rakyat kecil sudah bisa melihat dan menganalisa secara sederhana seberapa besar sumbangsih kepemimpinan seorang presiden terhadap kesejahteraan rakyat kecil disepanjang perjalanan sejarah pergantian presiden Republik Indonesia. Satu hal yang dipahami rakyat kecil adalah siapa-pun presidennya yang namanya gaji PNS dan TNI setiap tahun biasanya pasti ada kenaikan. Yang namanya kesejahteraan TNI – PNS setiap tahun pasti ada peningkatan.

Jadi itu fitnah namanya jika ada guru yang berani bilang susah jadi guru, banyak tekanannya dan berat beban pekerjaannya. Jadi itu fitnah namanya jika ada tentara dan polisi bilang kepada anaknya kalau bisa cari kerja yang bisa bebas tidak terikat aturan dan carilah pekerjaan dengan gaji besar.

Kenyataannya guru harus belajar mensyukuri sudah bisa jadi pegawai negeri dan ada baiknya mencontoh bagaimana totalitas perawat dirumah sakit bekerja. Perawat harus bekerja tiga shift pagi-siang-malam. Perawat harus selalu stand by jika saat dibutuhkan dalam keadaan darurat. Perawat setia menjaga pasien sementara dokter dapat panggilan operasi mendadak di luar jam dinas. Kenyataannya tentara dan polisi harus bersyukur terpilih untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab membela bangsa dan negara. Menjadi panutan dan teladan bagi rakyat kecil. Bukan malah melecehkan seragam kehormatan untuk menakut-nakuti dan menindas rakyat kecil.

Bagaimana dengan kesejahteraan rakyat kecil? Apakah setiap pergantian presiden kesejahteraan rakyat kecil juga akan meningkat setiap tahun seperti halnya kesejahteraan guru, tentara dan polisi? Kalau di gaji negara jelas tidak. Tukang becak, petani, nelayan, tukang sayur dan tukang sampah apakah dijamin akan ikut meningkat kesejahteraannya seperti halnya guru, tentara dan polisi? Apakah mereka mendapatkan jaminan kesehatan yang sama kualitas pelayanannya dengan PNS, tentara dan polisi? Belum tentu. Karena atas dasar kegelisahan diantara rasa optimis dan pesimis itulah rakyat kecil merasa sangat penting sekali untuk berhati-hati kepada siapa mereka mempercayakan siapa pemimpinnya menilik dari dua profil calon kandidat presiden Republik Indonesia 2014.

Kehadiran Jokowi menjadi sangat penting sekali bagi perjuangan rakyat kecil diseluruh pelosok nusantara yang tidak pernah terjamah oleh pemerataan pembangunan dan jauh dari ketidakadilan. Jokowi menjadi harapan baru dan gairah baru perjuangan rakyat kecil. Diantara dua calon kandidat pilpres tahun 2014 ini rakyat sudah bisa menilai siapa yang terbaik diantara yang paling baik. Harapan rakyat diperhatikannya kesejahteraan sandang, pangan dan papan. Tidak ada lagi sampai terdengar keluar di berita televisi ada anak indonesia sakit busung lapar karena kelaparan dan kurang gizi. Rakyat kecil butuh pelayanan kesehatan yang memadai, perolehan sarana dan prasarana pendidikan yang adil merata. Tidak timpang berat sebelah dimana sekolah-sekolah di kota besar gedungnya megah-megah, sarana dan prasarananya bikin iri anak-anak sekolah dipelosok tanah air.




Melalui tulisan ini saya berharap di masa pemerintahan Jokowi PRIORITAS PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DI INDONESIA SALAH SATUNYA DIFOKUSKAN UNTUK MEMBENAHI MEMBANGUN PAPUA. Karena daerah tempat saya tinggal sudah cukup lama dimanjakan oleh  pemerintah pusat, di daerah saya penduduknya setiap malam sudah banyak yang bisa tidur nyenyak berselimut tebal yang hangat. Tidak ada masyarakat di daerah saya yang kesehariannya ditemukan masih berjalan telanjang kaki dan tanpa pakaian di badan. Rakyat Papua berhak untuk mendapatkan apa yang selama ini mereka perjuangkan hak-haknya sebagai bagian dari NKRI. Semangat kemerdekaan harus sepenuhnya dirasakan merata oleh rakyat kecil diseluruh pelosok tanah air. Salam hangat.

***


Hanya menulis apa yang seharusnya saya tuliskan..





14085306841630654207
14085306841630654207


trimssss

/rehatrehat

TERVERIFIKASI

terverifikasi hijau // rehat dulu
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana