Akibat Mengabaikan Waktu

09 April 2013 18:43:28 Dibaca :

Kali ini saya akan sedikit berceritakan tentang kisah seseorang yang kurang atau bahkan tidak sama sekali menghargai waktu yang ia miliki. Sebut saja dia Via.


Via adalah seorang mahasiswi, salah satu Universitas swasta di Jakarta. Awal perkuliahan memang berjalan dengan sebagaimana mestinya. Namun beberapa bulan kemudian, via merasakan ada sedikit rasa sakit di bagian pinggang kanan bawah. Hingga suatu ketika rasa sakitnya itu mengganggu aktifitasnya, saat itu juga via menceritakan apa yang sedang ia rasakan kepada ibu nya. Beberapa hari kemudian, via diajak orangtua nya untuk berobat ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit, via mengikuti berbagai macam check-up. Seperti cek laboraturium hingga cek usus buntu. Hasil check up tersebut tidak langsung ada pada hari yang sama. Keesokan harinya hasil pemeriksaan pun dapat dilihat, ternyata via mederita penyakit usus buntu dan harus dioperasi pengangkatan usus buntu tersebut.


Setelah di tetapkan tanggal operasi, serta penandatanganan surat tanggung jawab atas tindakan operasi. Operasi pun di laksanakan, setelah operasi via di opname selama 3 hari di rumah sakit tersebut yang mengharuskan via tidak dapat mengikuti perkuliahan seperti biasa. Hari berikutnya, via di perbolehkan pulang sama dokter dan diberikan surat istirahat selama 3 hari serta diberikan surat untuk check-up.


Seharusnya ketika kesehatan via sudah membaik, via dapat mengikuti sebagaimana biasanya. Namun, karena terlalu lama tidak mengikuti perkuliahan via jadi tertinggal banyak tugas dan nilai-nilai. Kebiasaannya ketika di bangku sekolah pun mulai ia lakukan lagi, via jadi suka membolos dari jadwal kuliahnya. Semua itu berjalan terus, karena tidak pernah masuk kelas via pun jadi ada rasa takut untuk mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester.


Pada semester berikutnya pun via jadi semakin takut dan mulai timbul rasa malu untuk datang ke kampus. Sampai pada akhirnya, semua perbuatannya diketahui oleh orangtuanya. Via dan orangtuanya pun memutuskan untuk keluar dari universitas tersebut. Selama beberapa bulan via hanya jadi pengangguran di rumah, itu tidak berlangsung lama. Orang tua via pun mendaftarkan via ke Universitas swasta lain di Jakarta.


Via mulai beraktifitas mengikuti perkuliahan seangkatan dengan adik kelasnya tepat 2 tahun di bawahnya. Via mulai benar-benar menjalakan semua tugasnya dalam matakuliah dan benar-benar berubah dari via yang dulu suka bolos kuliah. Dengan penuh tanggung jawab dan rasa penyesalan via mengikuti perkuliahan.



Hingga tiba waktunya dimana teman-teman seangkatan nya mulai sibuk dengan praktek-praktek lapangan, karya ilmiah , dan menyusun skripsi. Besar rasa penyesalan yang dirasakan dalam hati via karena semua sikap bodohnya yang menyebabkan ia jadi tertinggal dari waktu yang seharusnya. Penyesalan hanyalah penyesalan, tetapi penyesalan tersebut dijadikan suatu pelajaran yang sangat berharga unuk kedepannya. Semoga dikemudian hari ia menjadi lebih baik lagi.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?