Kisah Aneh seorang Pembicara Publik di Negeri Ini

05 Juni 2012 18:35:47 Dibaca :

Seorang Pakar Psikologi dan sekaligus Pakar Hipnosis tampil meyakinkan di media-media terkemuka tanah air. Tampil di Metro TV, SCTV, diwawancara beberapa kali oleh portal berita terkemuka Tempo, VIVAnews dan media-media lainnya.



Publik terpana, para wartawan juga kagum sehingga media sekelas Tempo pun mewawancarai beliau sebagai Pakar Psikologi dan sebagai Master Hipnosis. Namun ada yang menarik dari Pembicara Publik ini...



CV pada Linkedin Pembicara Publik sekaligus Penulis Buku HypnoParenting ini, Dewi Yogo Pratomo menarik untukdiperhatikan. Dewi Yogo Pratomo menulis bahwa beliau mengambil program Bachelor dan Master pada Human Resources Management pada University of Maryland College Park Amerika Serikat. Saya perhatikan UMCP tidak ada di antara 234 Universitas dan College di Amerika Serikat yang membuka program Master untuk Human Resources Management. Saya mempertanyakan hal ini dengan tulisan di Kompasiana dan bertanya pada penerbit buku Dewi Yogo, Nourabooks.



Anehnya setelah saya mempertanyakan S1 dan S2 Dewi Yogo, tiba-tiba akun Linkedin Dewi Yogo Pratomo ditutup pada tanggal 30 Mei 2012. Kok aneh ya. Bila CV kita di Linkedin memang benar, mengapa harus ditutup.



Saya terpekur membaca email balasan dari Nourabooks tentang CV sebenarnya dari Dewi Yogo Pratomo. Email dari Nourabooks antara lain menuliskan:



“Pada tahun 1988, beliau (Dewi Yogo Pratomo) mengikuti pelatihan di Hypnosis Motivation Institute (HMI) dan mendapatkan sertifikasi Master of Hypnotherapist pada Institusi yang sama di tahun 1999.



Saya cek ternyata Dewi Yogo Pratomo baru saja menyelesaikan Distance Education pada Februari 2009, berdasarkan email resmi dari Elaine Perliss CHt, Direktur Distance Education Hypnosis Motivation Institute.



Beda 10 tahun booo, 1999 dengan 2009. Dan ada yang aneh dari gelar MHt. Karena Direktur Hypnosis Motivation Institute, Elaine Perliss “hanya” bergelar CHT (Certified Hypnotherapist). Kok bisa ya Dewi Yogo Pratomo yang baru lulus pada Februari 2009 memakai gelar MHt (Master of Hypnotherapist). Aneh sekali. Sila cek gelar yang biasa dipakai oleh para Hypnotherapist termasuk yang sudah berpengalaman bertahun-tahun.



Saya membaca berita pada portal berita terkemuka di Indonesia, TEMPO. CO tentang sepak terjang Dewi Yogo Pratomo berikut CVnya. Siapa yang tidak percaya pada Tempo sebagai sumber berita. Wartawan Tempo umumnya tidak sembarangan menulis. Selalu ada verifikasi sebelum satu tulisan ditayangkan.



Yang mengherankan adalah, mengapa CV Dewi Yogo Pratomo yang diberikannya pada Tempo, pada penerbit bukunya Nourabooks dan yang ditulis pada Linkedin tidak sinkron.




Mari kita simak CV Dewi Yogo Pratomo versi TEMPO.CO yang dimuat pada Rabu,28 Oktober 2009, versi Linkedin dan versi Nourabooks, penerbit buku Dewi Yogo Pratomo.



Pendidikan S-3


Versi Tempo: 1997-1999 Program S-3 Doktor Psikologi Manajemen Sumber Daya Manusia , Universitas Padjadjaran Bandung.


Versi Nourabooks: 1997-1999: jurusan Human Resources Management specializing in Human Behavior in Organization and Industrial Psychology (sandwich program with University of Maryland)


Versi Linkedin: 1997-1999: PhD Human Resources Management & Industrial Psychology University of Padjadjaran.


Sila cek di schoolar.google.com : Dewi P. Faeni (Dewi Yogo Pratomo) membuat disertasi Doktor di bidang Ekonomi tahun 2000.



Pendidikan S-2:


Versi Tempo: 1990-1991 Program S-2 Master Bisnis Administrasi Universitas Maryland, Fankfrut, Jerman.


Versi Nourabooks: 1990-1991 Program S2 pada jurusan yang sama (Maksudnya jurusan yang sama dengan jurusan pada Program S-3? Kurang jelas.)


Versi Linkedin: 1984-1988 Master Degree Human Resources Management University of Maryland College Park


Sila dicek, adakah Program Master Bisnis Administrasi (MBA) di University of Maryland University College di Jerman.


Jadi S-2 nya dimana? Di Frankfurt atau University of Maryland College Park Amerika Serikat? Mengambil program MBA atau Human Resources Management?



Pendidikan S-1 1980-1984:


Versi Tempo: S1 Psikologi Universitas Maryland Frankfurt Jerman.


Versi Nourabooks: S1 Human Resources Management and Financial Management di University of Maryland Jerman.


Versi Linkedin: Bachelor Degree Finance and Human Resources Management University of Maryland College Park Amerika Serikat.


Jadi Dewi Yogo ini mengambil program S-1 Psikologi atau S-1 Human Resources Management and Financial Management? Mengambil S-1 di Universitas Maryland Jerman atau S-1 di Universitas Maryland Amerika Serikat ?



Pada buku HypnoParenting hal 118-139, Dewi Yogo memberikan diagnosa pada pasien sebagaimana lazimnya seorang Psikiater. Padahal beliau bukan seorang Psikiater dan tidak mempunyai latar belakang pendidikan sebagai Psikolog Klinis.



Masih lekat pada ingatan saya bagaimana Dewi Yogo tampil di Metro TV dan media-media lainnya sebagai Psikolog Tara. Bahkan pada beberapa media diberitakan bahwa Dewi Yogo adalah Psikiater Tara. Media yang salah tulis atau Ibu Tara tidak tahu beda antara Psikiater dengan Psikolog. Yang penting Tara diterapi agar “seperti anak lain”.



Saat diwawancara Metro TV, Dewi Yogo mengatakan bahwa dia menghipnosis Tara sebanyak 45 kali dalam jangka waktu tiga bulan dan selama tiga bulan itu Tara diisolasi. Aneh sekali. Untuk kasus menghilangkan trauma perkosaan, seorang Psikiater berpengalaman seperti Prof. Dr. Ni Luh Suryani hanya memerlukan tiga kali hipnoterapi. Kok seorang gadis yang “mengaku” dilecehkan (dipeluk dan dicium) dihipnosis hingga 45 kali untuk menghilangkan trauma?



Melakukan isolasi pada seseorang dan memberikan hipnosis sebanyak 45 kali dalam jangka waktu tiga bulan sangat tidak lazim dan memungkinkan Hipnoterapis menyisipkan memori palsu pada klien. Hal ini sangat mungkin terjadi pada seorang gadis yang ingin bebas menentukan jalan hidupnya, dan meminta bantuan pihak lain agar pihak tersebut berbicara dengan Ibunya yang posesif dan mengisolasi dia dari dunia luar. Setelah dihipnosis 45 kali tiba-tiba gadis tersebut menuduh pihak yang sebelumnya diminta pertolongannya. Pihak yang dulu menolong si gadis menjadi pihak yang ingin menculik dan melakukan pelecehan terhadapnya.



Bisa dicek mapraktek yang dilakukan oleh Psikiater/Psikolog/Hipnoterapis pada www.fmsfonline.org yaitu yayasan yang menangani malpraktek pada pasien sehingga merugikan pasien dan orang lain. Pada website ini bisa dilihat kasus-kasus tentang memori palsu yang ditanamkan pada obyek/pasien. Salah satu kisah nyata tentang penanaman memori palsu ini bisa disaksikan pada film kisah nyata Indicment, The Mc Martin Trial. Pengadilannya memakan waktu bertahun-tahun karena saksi selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah.



Jadi....Bagaimana pendapat anda tentang Pembicara Publik yang aneh seperti Dewi Yogo Pratomo ini ???



TerimaKasih,


Salam Takzim _/l_

Rawinah Ranarty

/rawinah

A reader, a traveler, a partime writer.
Twitter: @NinaRawinah
Blog: www.rawinah-ranarty.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?