Pembicaraan yang Tak Pernah Selesai = L.O.V.E

08 Desember 2010 03:50:30 Dibaca :

Selalu hanya aku dan dia yang dapat membuat percakapan kami menjadi bernilai tapi masih saja terasa kosong 09 November 2010 jam 19:36 Dia : ini adalah malam perenungan!!!! Aku : ini adalah malam pemikiran samakan hatimu yang abu2 itu dengan otakku yang hanya berisi sesimpul myelin Dia : adakah keadilan dihatimu....?? Aku : bukankah keadilan sudah lama mati suri Dia : karna aku merasa seperti seorang terdakwa yang tengah menunggu keputusan dari sang hakim Aku : selama kita bernafas, adakah yang lebih patut memberikan label dakwaan ketimbang Tuhan? Dia : tapi lihatlah disekeliling,adakah orang yang mau dengar ketika aku berteriak tentang keadilanNya...?? bahkan mereka tak pernah menggubris,hanya menertawaiku seolah aku ini dungu.... dan aku takluk pada hukum manusia karna ketidak berdayaanku... Aku : sudah menjadi khitoh manusia ketika terlahir dibumi, semua hukum alam semesta terbebankan padanya tiada lagi sebenar-benarnya campur tangan Tuhan dalam semua hukum dibumi, kecuali manusia dengan pemikirannya sendiri menafsirkan hukum surga yang tersurat dalam kitab suci ketaklukanmu adalah mayoritas yang niscaya Dia : jadi apa dirimu sudi jadi permaisuri keduaku...??dalam dunia dan akhiratku...?? Aku : bukankah aku sudah pernah menjawab pertanyaan ini ketika kau menanyakannya beberapa ratus hari yang lalu? ´╗┐ 06 Desember 2010 jam 16:48 AKU : lebih baik pedangmu dileherku, asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu love was so suck, so i didn't feel a lack to lost it canda om.. wah tak ada yang bisa diajak ngobrol malam ini DIA: hahahahaha...masa bercanda...?? AKU: iya om tapi cinta itu betul betul menyebalkan ya DIA: ya...kayak kita berdua, hanya terpaku membisu ketika jumpa AKU: what a suck thing that God ever made for me! these named LOVE and i'm burned over there DIA: tapi apa sanggup perasaan┬▓ itu dibendung ketika berpisah separuh hati ini seperti terbakar tak rela AKU: What a shit disease!! i hate to be fall in love!! DIA: dan kamu mengingkari untuk merasakan betapa sakitnya hati AKU: ckckckckkk... ya terbakar cemburu dan mengakui hal itulah yang terindah dari seluruh perjalanan yang dinamakan jatuh cinta DIA: tapi aku masih jatuh cinta seperti saat kedua mataku pertama kali memandangmu AKU: ya tentu, karena kita tak pernah benar2 bisa menangkap waktu saat kita pertama kali bertatapan yang ada tiap kali kita memandang, itu lah saat pertama kali kita jatuh cinta lagi aku sangat membenci pandangan mata yang kusengaja pada seorang pria yang aku tak yakin aku benar2 telah jatuh cinta padanya

Ranti Oktavia Widiastuti

/ranuga

Learner :: Traveller :: Lover ::
Buku :: Pesta :: Cinta

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?