Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

31 Oktober 2012 10:52:47 Dibaca :

Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk merupakan karya fenomenal dari Sati Nasution. Siapakah dia??? mungkin banyak orang yang tdk mengenalnya. Bahkan orang mandailing (ato batak) pun banyak tidak mengenalnya. Beliau adalah pahlawan (menurut orang mandailing) pendidikan (pemikir) tentang pentingnya sekolah (menuntut ilmu). Yaaa beliau adalah seorang pahlawan ,walaupun tdk diakui oleh negara, buktinya dengan karya-karyanya lah sampai ini hari orang mandailing (mungkin orang Batak/sumut) rajin sekolah (menuntut ilmu). Atas karya-karyanyalah beliau disekolahkan sekaligus diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda di negeri Belanda dan mendapat gelar Willem Iskander. Nama terakhir inilah yang sangat terkenal di Tanah Mandailing hingga ini hari. Bahkan nama ini terdapat di nama jalan di Kota Medan. Karya fenomenal beliau tentang menuntut ilmu itu diberi judul sibulus-bulus si rumbuk-rumbuk. bahkan oleh Prof. Andi Hakim Naoetion sedikit mengulas buku ini di bahan kuliah tingkat 1 di IPB hingga ini hari. berikut terjemahan (saduran yang kira2 artinya seperti itu) dalam bahasa Indonesia karya Willem Iskander (sibulus-bulus sirumbuk-rumbuk):

Ajaran seorang ayah terhadap anaknya yang akan pergi kesekolah"



duhai anakku penerusku


pergilah menuntut ilmu


jangan buat seperti sesuka hati (Sekedar Melepaskan Beban)


tetapi rajinlah kamu belajar


kalau makanan dan pakaian


besakit sakit aku mencarinya


tidaklah aku menjadi pelit


untuk memberikannya padamu


bila ada hasil penjualan kopi


yang aku dapat dengan ibumu


sebahagian aku simpan


biar ada pakaian dikemudian hari (Dipernikahanmu)


bila pergi aku menjaring ikan


aku mendapat dua ikan jurung


satulah yang akan kujual


biar ada untuk membeli garam (Makanan)


bila tidak ada wabah


kita mendapat tiga rantai (Panen Sawah)


satulah yang akan kujual


buat membeli tembakau dan rokok


bila aku tua di kemudian hari


ibumu pun tidak bisa melihat lagi


berilah kami kesenangan


kamulah yang memberi kebanggaan buat kita (Keluarga)


o... yang baik hati (Maha Penyayang)


yang mendengar apa yang aku ucapkan


aku meminta kepada Kita ( Mu / Tuhan )


kita beri kebahagian (Kebaikan) dalam hati anak ini (Generasi)Ajaran seorang ayah terhadap anaknya yang akan pergi kesekolah"



duhai anakku penerusku


pergilah menuntut ilmu


jangan buat seperti sesuka hati (Sekedar Melepaskan Beban)


tetapi rajinlah kamu belajar


kalau makanan dan pakaian


besakit sakit aku mencarinya


tidaklah aku menjadi pelit


untuk memberikannya padamu


bila ada hasil penjualan kopi


yang aku dapat dengan ibumu


sebahagian aku simpan


biar ada pakaian dikemudian hari (Dipernikahanmu)


bila pergi aku menjaring ikan


aku mendapat dua ikan jurung


satulah yang akan kujual


biar ada untuk membeli garam (Makanan)


bila tidak ada wabah


kita mendapat tiga rantai (Panen Sawah)


satulah yang akan kujual


buat membeli tembakau dan rokok


bila aku tua di kemudian hari


ibumu pun tidak bisa melihat lagi


berilah kami kesenangan


kamulah yang memberi kebanggaan buat kita (Keluarga)


o... yang baik hati (Maha Penyayang)


yang mendengar apa yang aku ucapkan


aku meminta kepada Kita ( Mu / Tuhan )


kita beri kebahagian (Kebaikan) dalam hati anak ini (Generasi)

Ahmad Muhtadi Rangkuti

/rangkuti

Orangnya tipikal pekerja keras
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?