Ramdhani Nur
www.kompasiana.com/ramdhani.nur
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 217 artikel |
| Komentar | : | 3526 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
DIMANAKAH KAU KUBURKAN KAMI? oleh : Ramdhani Nur Ribuan belulang berserak hari ini Menyeruak dari tonggak-tonggak nisan Antara penjahan dan perang dari Merauke hingga Sabang. Tengkorak busuk dengan lubang di dahi Berserak ...
Tuhan Telah Pulang Tuhan telah pulang tersesat diantara rembulan kala matahati bisu dari dzikir Melekatlah dahi ini mengganjilkan bilangan-bilangannya Tuhan telah pulang bertamu di mesjid-mesjid di surau di kantor di sekolah di pasar di jalan raya di ...
Sayang… Mari kita potong derita yang kau masak pagi ini biarkan aku yang membagi terima saja kau tidak berhak mengecap lebih banyak! Cirebon, tahun lalu (entah mengapa derita itu tak pernah ...
“Aku bertemu malaikat siang tadi.” “Siapa?” “Dia bilang namanya Izrael.” “Anak lelaki yang bersayap itu?” “Kakak juga pernah melihatnya?” “Ya, dua tahun lalu.” “Sebelum aku sekolah?” “Ya…sebelum Mama jadi murung seperti sekarang.” “Mama ...
Setiaku pada senja tak berbantah karena aku menyukai gemulai lukisannya yang tercecer pada arakan merpati yang siap bersarang pada lesung-lesung anak kecil yang bergumul tawa di lengkung lembayung ...
Kau cuma menumpahkan darah kami setates saja Sedangan kami masih punya lautan darah untuk kami alirkan diatas aqidah… Kau cuma mengambil nyawa kami sebagian saja Sedangkan kami masih punya ...
Sunyi bercerita disini… Bait kelana masa yang tak berpenghabisan kala kau berciuman dengan pengharapan dan aku memapah senja seorang saja karenanya Ingatkah kau saat nyanyian salam berlabuh di pangkuanmu melati ...