Ramdhani Nur
www.kompasiana.com/ramdhani.nur

TERVERIFIKASI

lebih sering termenung daripada menulis...
Kompasianer sejak:
26 May 2010
Tulisan : 217 artikel
Komentar : 3526 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Dimana Kau Kuburkan Kami?

DIMANAKAH KAU KUBURKAN KAMI? oleh : Ramdhani Nur Ribuan belulang berserak hari ini Menyeruak dari tonggak-tonggak nisan Antara penjahan dan perang dari Merauke hingga Sabang. Tengkorak busuk dengan lubang di dahi Berserak ...

FIKSI | 17 August 2010 08:47

28   4   dibaca Nihil

Puisi

Tuhan Telah Pulang

Tuhan Telah Pulang Tuhan telah pulang tersesat diantara rembulan kala matahati bisu dari dzikir Melekatlah dahi ini mengganjilkan bilangan-bilangannya Tuhan telah pulang bertamu di mesjid-mesjid di surau di kantor di sekolah di pasar di jalan raya di ...

FIKSI | 11 August 2010 23:31

32   1   dibaca 1 Menarik

Puisi

Potong

Sayang… Mari kita potong derita yang kau masak pagi ini biarkan aku yang membagi terima saja kau tidak berhak mengecap lebih banyak! Cirebon, tahun lalu (entah mengapa derita itu tak pernah ...

FIKSI | 20 July 2010 20:34

21   6   dibaca 1 Inspiratif

Prosa

Angel Izrael

“Aku bertemu malaikat siang tadi.” “Siapa?” “Dia bilang namanya Izrael.” “Anak lelaki yang bersayap itu?” “Kakak juga pernah melihatnya?” “Ya, dua tahun lalu.” “Sebelum aku sekolah?” “Ya…sebelum Mama jadi murung seperti sekarang.” “Mama ...

FIKSI | 17 July 2010 22:36

50   7   dibaca 1 Inspiratif

Puisi

Pada Senja

Setiaku pada senja tak berbantah karena aku menyukai gemulai lukisannya yang tercecer pada arakan merpati yang siap bersarang pada lesung-lesung anak kecil yang bergumul tawa di lengkung lembayung ...

FIKSI | 5 June 2010 20:45

50   6   dibaca 1 Inspiratif

Puisi

Filistin

Kau cuma menumpahkan darah kami setates saja Sedangan kami masih punya lautan darah untuk kami alirkan diatas aqidah… Kau cuma mengambil nyawa kami sebagian saja Sedangkan kami masih punya ...

FIKSI | 1 June 2010 22:10

36   4   dibaca 1 Aktual

Puisi

Cerita Sunyi

Sunyi bercerita disini… Bait kelana masa yang tak berpenghabisan kala kau berciuman dengan pengharapan dan aku memapah senja seorang saja karenanya Ingatkah kau saat nyanyian salam berlabuh di pangkuanmu melati ...

FIKSI | 26 May 2010 20:05

78   8   dibaca 1 Menarik
« Previous 1 ... 20 21 22

Subscribe and Follow Kompasiana: