HIGHLIGHT

Resensi Buku: Harimau! Harimau!

18 Agustus 2012 13:50:33 Dibaca :
Resensi Buku: Harimau! Harimau!

Judul Buku : Harimau! Harimau! Penulis : Mochtar Lubis Penerbit : Yayasan Obor Indonesia (1993)

Sebelumnya saya amat jarang membaca karya-karya Mochtar Lubis. Namun ketika membaca Harimau! Harimau!, akhirnya saya dapat mengerti mengapa banyak orang-orang yang menganggap beliau sebagai salah satu penulis terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia. Novel ini bercerita mengenai 7 orang pencari damar yang ketika sedang dalam perjalanan pulang menuju kampungnya, mereka diserang dan diburu oleh seekor harimau buas di hutan belantara. Secara umum, cerita novel ini terpusat pada penokohan Buyung, salah satu yang termuda diantara kelompok pencari damar tersebut. Meskipun begitu, tokoh-tokoh yang lain juga diceritakan secara rinci sehingga kita bisa mengetahui kepribadian tokoh-tokoh lainnya dengan lebih baik. Contohnya seperti Wak Katok, seorang dukun dan ahli ilmu gaib. Ada juga Pak Haji, seorang yang religius namun memiliki masa lalu yang suram. Begitu pula dengan keempat tokoh lainnya, yakni Pak Balam, Sanip, Sutan dan Talip. Ketujuh orang itu memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lainnya, dan serangan-serangan Harimau tersebut akhirnya membuka dosa masa lalu mereka satu-persatu. Belum ditambah dengan adanya konflik internal yang semakin memuncak diantara mereka. Seperti apakah dosa masa lalu mereka? Lalu, apakah mereka akhirnya dapat keluar dari hutan tersebut dengan selamat?

Novel ini menyajikan jalinan cerita yang sangat menarik dan penuh dengan pelajaran yang dapat dipetik oleh pembacanya. Perjalanan yang diceritakan oleh Buyung dan kawan-kawan merupakan suatu pengalaman yang amat menegangkan. Situasi was-was akibat ancaman serangan harimau akhirnya membuka karakter asli masing-masing mereka, dan sangat menarik untuk dibaca karena membuat rasa penasaran semakin meningkat setelah mengetahui fakta-fakta yang selama ini tersembunyi. Terutama setelah salah satu dari mereka sekarat dan mulai mengajak yang lain untuk mengaku dosa sebelum dibunuh oleh harimau tersebut. Pembaca akan dibawa menuju rasa penasaran dalam situasi yang menegangkan, setidaknya itulah yang saya rasakan ketika membaca novel ini. Konflik yang terjadi pun cukup intens, sehingga dapat kita petik pelajaran “bunuhlah harimau yang ada dalam dirimu sendiri, sebelum membunuh harimau yang memburu kalian,” seperti yang dikatakan salah seorang dari mereka ketika sedang sekarat akibat terkaman sang harimau.

Bahasa yang digunakan oleh penulis memiliki nilai sastra yang cukup tinggi, namun rasanya tidak sulit bagi para pembaca untuk memahami alur cerita secara keseluruhan.

Saya menamatkan buku ini dalam waktu kira-kira 3 hari karena memang jumlah halamannya tidak begitu banyak. Selain itu, banyak pula aspek-aspek moral yang dapat kita ambil ketika selesai membaca novel ini. Seperti kepercayaan akan sesama, keberanian mengungkapkan sesuatu, dan lain-lain. Bagi mereka yang saat ini masih berstatus pelajar, rasanya novel yang ditulis oleh Mochtar Lubis ini wajib menjadi bacaan di kala senggang.

Rahadian Rundjan

/rahadian_rundjan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

21 tahun. Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Indonesia 2009. Senang membaca buku sejarah, bermain video game sejarah, dan menonton film sejarah. @rahadianrundjan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?