Pilih Otodidak Atau Kuliah Jurusan Komputer?

01 Oktober 2011 05:05:37 Dibaca :

Banjir pertanyaan dan diskusi terus mengalir dalam dua bulan terakhir. Terjadi sejak saya posting blog berjudul "KULIAH JURUSAN KOMPUTER? MAAF ANDA SALAH PILIH". Ribuan komentar menyambut postingan tsb - bila digabung jumlah komentar di Kompasiana dengan di Kaskus.



Fokus utama penanggap adalah pro kontra seputar isu "CUKUP OTODIDAK" agar computer programmer mampu menciptakan sistem aplikasi.



Bila diperhatikan setiap tanggapan atas postingan tsb akan ditemukan dua kelompok besar:



1) Kelompok Pendukung Otodidak: terdisi atas pribadi-pribadi yang meyakini bahwa dunia computer programming dapat digapai dengan belajar sendiri. Tidak perlu kuliah di akademi atau perguruan tinggi.



Mereka menemukan fakta begitu banyak sarjana / praktisi bidang non-komputer mampu menciptakan sistem aplikasi handal.



Pada kelompok ini berkumpul praktisi, freelancer, dan penggila dunia IT (information technology). Mereka mengutamakan praktek programming sejak awal. Tidak peduli latar belakang pendidikan. Menikmati getaran teror dan horor ketika menulis source code untuk di-execute.



2) Kelompok Penolak Otodidak:



Terdiri atas para praktisi pada lembaga pendidikan komputer ( informatika ) yang merasa dipertanyakan kapasitasnya. Karena diindikasikan bahwa mereka hanya jago teori meski menyandang gelar tinggi dan honor yang aduhai.



Mereka menemukan fakta bahwa merancang sistem aplikasi tanpa bekal teori adalah mustahil. Yang ngelotok teori pun belum tentu mampu apalagi tanpa teori sama sekali. Kira-kira begitu logika mereka.



Pada kelompok ini berkumpul para pendidik dan pemodal di universitas. Di mana ilmu Information Technology, termasuk software development, diajarkan bertahun-tahun kepada siswa. Soal kemahiran praktek adalah urusan masing-masing siswa.



Solusi Jalan Tengah:



Sebagai mantan computer programmer dan arsitek sistem aplikasi - dari akuntasi hingga hotel reservation system antara tahun 1985-2005 - saya melihat solusi jalan tengah sbb:



a) otodidak dibarengi dengan kursus basic computer programming



b) jalur apapun yang Anda tempuh harus mendalami sistem yang akan dikomputerisasi sebelum merancang sistem



c) pendidik yang kompeten harus menguasai teori, sedangkan praktisi jempolan harus menguasai praktek



Demikian ringkasan dari diskusi online saya dengan para pendidik, praktisi, dan siswa jurusan komputer / informatika. Mohon dikoreksi dan dilengkapi agar lebih manfaat bagi sebanyak mungkin anak bangsa.

***



*



* Post terkait : Kuliah Jurusan Komputer? Maaf Anda Salah Pilih



*Post terkaitĀ  : Ada Kaskuser Curi Postingan Kompasianer, Parah Nih Gan..!



*



Ragile, 01-okt-2011

(mantan Office Boy, lulusan SPG Tegal, dan berlatar belakang Sastra Inggris yang pernah meniti karir ke dunia IT)

Ragile Agil

/ragile

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Agil Abdullah Albatati.*Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis*Lahir: Brebes 1960. Pernah kuliah Sastra & Bahasa Inggris. Pernah ngantor bidang Software Komputer dan Auditur Keuangan. Alias: Engkong Ragile. Facebook: Agil Abd Batati. Alamat: Jakarta Timur / Tegal Jawa Tengah.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?