Ingin Seperti Kakek: Meninggal Dalam Keadaan Husnul Khatimah

11 Juni 2012 02:46:18 Dibaca :

Sebelumnya saya minta maaf, tidak ada maksud lain dalam tulisan saya kali ini,  tapi sungguh saya hanya ingin berbagi pengalaman dan kebaikan meski itu semua hanya seujung kuku. Namun bukankah kebaikan itu bisa kita temukan dari mana saja?

Entahlah, tiba-tiba saya teringat almarhum Kakek yang sudah berpuluh-puluh tahun meninggalkan kami. Kami selalu mengingat nasihat-nasihatnya. Mungkin karena beliau selalu menunjukkan kebaikan sebagai dakwah kepada anak dan cucunya. Beliau memang seorang tokoh di kampung kami, meskipun beliau berilmu tinggi, beliau memiliki karakter yang tidak banyak bicara dan selalu rendah hati namun gemar melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, tak heran bila penduduk kampung merasa sayang dan hormat pada beliau. Sayapun dan cucu2 yang lain  termasuk dekat sekali dengan beliau, namun begitu,  kewibawaannya membuat kami selalu hormat dan sayang sekali pada beliau. Bagi beliau, sesuatu yang sifatnya duniawi tidaklah penting, yang aku tahu beliau selalu menyisihkan sebagian harta dan membagi  ilmunya untuk kepentingan kampung kami.

Ada yang menarik jauh sebelum beliau meninggal. Mungkin karena sifatnya yang selalu tidak mau merepotkan orang lain, beliau persiapkan segala hal untuk menunggu kepulangan dirinya kepada Sang Khaliq. Mulai dari menyiapkan tanah pemakaman sampai menyiapkan kain kafan, tikar , dll, sebagai tanda bahwa beliau selalu siap dijemput kapan saja oleh Sang Malaikat maut. Berkali-kali beliau membeli kain kafan untuk mengganti kain kafan sebelumnya yang sudah mulai rusak karena dimakan rayap.

Suatu hari, beliau berpesan bila nanti kematiannya telah tiba, beliau memohon kepada kami untuk tidak membuat selamatan. Beliau bilang, tidak mau merepotkan anak, cucu maupun orang sekampung, cukup sudah selama hidupnya  diurusin anak-anak dan cucunya. Dan katanya lagi, bila ingin mendo'akannya,  berdo'alah dalam sujud kalian dengan ridho dan ikhlas. Itulah Kakek, selalu tidak mau merepotkan orang lain.

Saat  itu setelah ashar, hujan mengguyur kampung kami, seperti ingin menyampaikan sebuah kabar duka bagi seluruh penduduk kampung. Ya, kepulangan Kakek kepada Illahi telah tiba,  beliau meninggal diatas sajadah dalam keadaan tertelungkup setelah selesai sholat ashar. Kain kafan yang telah beliau persiapkan sebagai bajunya yang terakhir akhirnya bisa beliau pakai. Kepergian beliau menyisakan duka mendalam bagi kami sekeluarga dan penduduk kampung. Sekarang, aku hanya berangan-angan... "Aku ingin seperti Kakek...meninggal dalam keadaan husnul khatimah...".

@Qillaflashback11062012

Dian Salafy

/qilla99

mencintai dengan sederhana...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?