Apa Sebab Anak Menjadi Pemalu?

20 Mei 2017 23:16:21 Diperbarui: 20 Mei 2017 23:32:41 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Malu merupakan reaksi emosional yang tidak menyenangkan yang biasanya timbul pada anak.  Perasaan malu timbul karena penilaian negatif terhadap dirinya sendiri. Anak merasa mempunyai kekurangan pada dirinya yang tidak sesuai dengan yang dilihat pada orang lain. Mungkin kesadaran yang dirasakan oleh anak belum tentu benar, tetapi hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman terhadap anak sehingga mengakibatkan anak tidak berani berkomunikasi dengan orang lain karena kurangnya percaya diri pada anak.

Akibat dari emosi negatif yang terjadi pada anak ini menjadi penghambat ketika anak berhubungan dengan orang lain. Menyebabkan anak menjadi menyendiri, dan lebih asyik dengan dirinya sendiri. Akibat dari emosi negatif tersebut, anak yang pemalu terlihat kaku jika bergaul dengan orang lain. Anak tidak merasa bebas bahkan dirasanya seperti mempunyai beban.

Apa faktor yang mneyebabkan anak menjadi pemalu, antara lain :

  • Keadaan fisik
  • Keadaan fisik anak pasti berbeda-beda, ada anak yang mempunyai fisik lemah dan biasanya sering sakit dan kekebalan tubuhnya kurang. Tentu saja membuat anak tidak bebas bergerak bermain seperti anak yang fisiknya sehat. ¬†Kekurangan fisik pada anak juga menyebabkan rasa malu karena tidak seperti teman-temannya dan anak menjadi minder.
  • Kesulitan dalam bicara
  • Setiap anak pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ada anak yang kesulitan dalam berbicara, dalam mengungkapkan bahasa pasti juga kesulitan dalam bergaul dengan temannya atau orang dewasa yang sedang bersamanya. Hal ini juga menyebabkan rasa malu anak seperti minder jika berbicara dengan orang yang lebih tua.
  • Kurang terampil berteman
  • Semua anak pasti mempunyai perkembangan dalam kemampuannya, seperti kemampuan berbahasa, kemampuan dalam berteman, dan lain-lain. Disini, anak belajar mengetahui tata cara berteman. Seperti ketika anak bermain bersama dan permainannya terbatas, disini anak menerapkan sistem kepedulian terhadap teman, saling berbagi, dan bermain secara bergantian. Jika anak tidak bisa melakukan ini berrati anak kurang terampil dalam berteman. Anak merasa malu karena anak kurang terampil dalam mebina hubungan dengan teman.

Sebagai guru dan orangtua harus melakukan kegiatan yang meembuat anak merasa nyaman ketika dilakukannya. Mengajak teman-temannya unruk bermain bersama. Supaya dengan kebiasaan anak bermain bersama teman-temannya , anak menjaid banyak teman dan banyak kegiatan yang dilakukan bersama-sama menjadikan anak lama-kelamaan tidak akan malu lagi.

putri wulan

/putri-wulan

Mahasiswa UIN Maliki Malang jurusan Pendidikan Guru Raudhlatul Athfal 2015
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL humaniora

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana