Mohon tunggu...
Puspa Arum Mekaridanto
Puspa Arum Mekaridanto Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Periksa Jantung Sebelum Terlambat

20 September 2018   13:33 Diperbarui: 20 September 2018   13:44 443
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Angka kematian akibat penyakit jantung pun cukup tinggi sekitar 45 persen dari seluruh angka kematian di Indoneisa.

Meskipun penyakit ini sering dikategorikan sebagai penyakit yang rentang dialami oleh orang tua, faktanya penyakit jantung bisa dalami oleh remaja atau dewasa muda.

Lebih dari 20 persen kasus penyakit jantung ternyata dialami oleh mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Untuk itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaaan dini terkait penyakit jantung.

Dikutip dari CNNIndonesia, menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Johan Winata, setiap orang patut waspada dan mulai memeriksa kesehatan jantung sedini mungkin agar dapat mencegah penyakit dan serangan jantung yang parah.

Penyakit jantung disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan lemak. Setiap orang disarankan untuk melakukan deteksi dini dengan cara mengidentifikasi faktor yang mempercepat berkembanganya penyakit jantung.

Faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung sejak usia dini paling banyak dikarenakan riwayat keluarga. Riwayat keluarga yang mengidap penyakit jantung ternyata juga cenderung lebih rentang untuk terkena penyakit yang sama.

Risiko lebih tinggi jika ayah atau saudara kandung laki-laki didiagnosa dengan penyakit jantung sebelum berusia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara kandung perempuan didiagnosa dengan penyakit jantung sebelum berusia 65 tahun.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hipertensi pada usia muda sering kali tidak menimbulkan gejala akut, namun dapat menyebabkan sakit kepala dan mimisan. Jika dibiarkan bisa berdampak pada gangguan fungsi jantung saat memasuki usia dewasa.

Faktor lainnya yaitu kadar kolesterol yang tinggi. Penanganan kolesterol pada anak sangat diperluakan untuk mencegah penyakit jantung sejak dini dengan memperbaiki pola makan dan aktivitas.

Obesitas atau berat badan yang berlebihan juga menjadi faktor penyebabnya. Obesitas akan meningkatkan kemungkinan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga terserang penyakit jantung.

Adapun cara pencegahan agar tidak terkena penyakit jantung adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Makanlah makanan dengan gizi seimbang yang rendah lemak serta baik untuk kesehatan jantung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun