Pulo Siregar
Pulo Siregar wiraswasta

Penggiat Advokasi Nasabah melalui wadah Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN). Pernah bekerja di Bank selama kurang lebih 15 tahun. Berencana menulis buku yang berkaitan dengan Risiko produk-produk Perbankan. Yang telah terbit sudah 3 buku, yakni: Risiko Kartu Kredit, Risiko Kartu ATM. dan satu lagi buku BEBASKAN UTANGMU 27 Studi Kasus Menyelesaikan Utang Secara legal. (Telah beredar di Toko2 Buku Gramedia seluruh Indonesia)\r\nBagi yang ingin Konsultasi langsung bisa menghubungi:\r\nVia SMS/Whatsapp: 081219699520\r\nVia email: lembagabantuanmediasi@gmail.com Website: www.mediasinasabah.com

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara

Sampai Kapan Korban Pengacara Abal-abal Masih akan Berjatuhan?

6 November 2015   18:58 Diperbarui: 6 November 2015   19:42 1490 5 4

(Artikel ini kami harapkan dapat menjadi semacam Surat Terbuka untuk Kepolisian Republik Indonesia; Bank Indonesia; Otoritas Jasa Keuangan; Peradi dan AKKI).

***

Dibawah ini ada sharing dari salah satu korban “Pengacara Abal-abal” kepada kami yang disampaikan melalui email, dan telah diijinkan untuk kami posting di Kompasiana ini, yang isinya sebagai berikut:

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat siang Pak Pulo, semoga sehat selalu dan selalu dalam lindungan Alloh SWT..

Saya sangat senang membaca blog Pak Pulo, ada orang baik seperti bapak yang mau membantu memberikan informasi kepada orang-orang awam dan sedang mengalami kesulitan.

Saya ingin sedikit bercerita tentang masalah saya yang berhubungan dengan Bank agar tidak ada lagi korban seperti saya.

Awal terjadinya kasus ini sekitar 4 bulan yang lalu di Bulan Agustus 2015, suami saya di PHK sejak bulan Februari 2015, selama 7 bulan saya masih bisa membayar tagihan-tagihan kartu kredit dan KTA saya menggunakan uang tabungan yang ada kurang lebih setiap bulannya Rp. 3.000.000 yang saya harus bayarkan kepada 2 kartu kredit dan 1 KTA.

Sampai pada akhirnya, di bulan Agustus 2015 saya mulai panik, karna tabungan semakin menipis dan kondisi saya juga sedang hamil 6 bulan. Usaha saya juga sedang tidak baik, karna memang hanya online shopping.

Saya memang tidak terbiasa untuk tidak membayar tagihan kepada Bank, saya selalu mempunyai itikad baik untuk membayarkan hutang-hutang saya
mungkin dari situlah sebagian orang memanfaatkan kepanikan orang lain, kebetulan saya dapat SMS yang ntah dia tau no telpon saya dari mana di SMS tersebut berisi “Solusi pelunasan kartu kredit diskon 50%” siapa yang tidak tertarik, untuk orang panik seperti saya apalagi pada saat di hubungi dia bilang bahwa mereka adalah jasa pengacara.

Seminggu berikutnya kami bertemu di kantordengan nama PRIxx NYAxx daerah Tebet, Jakarta Selatan disitu tidak ada sama sekali Plang yang seperti biasanya lawyer-lawyer lainnya pasang, tapi pada saat itu saya belum ngeh, di situ saya bertemu dengan Mbak Mexx dan Mbak Keyxxx, saya di jelaskan bahwa ada dua cara untuk melunasi hutang-hutang saya pemotongan sampai dengan 50% atau Reschedule pembayaran tanpa bunga. Saya semakin tertarik, lalu saya setuju dan menandatangani surat persetujuan yang seperti benar-benar di buat oleh pengacara professional.

Setelah itu saya di larang untuk membayarkan tagihan saya selama 3 Bulan, lalu saya membayar jasa mereka Rp. 3.000.000.- 15% dari hutang saya, karna pada saat itu saya menggunakan 2 kartu kredit dengan limit Rp. 10.000.0000.- yang satunya masih ada sisa sekitar 3 juta dengan total tagihan 2 kartu kredit sekitar Rp. 17.000.000.-

Lalu pada saat itu kartu kredit saya di ambil, lalu saya di suruh tandatangan surat pernyataan bahwa kartu kredit saya bisa mereka gunakan, yang artinya mereka bisa memalsukan tanda tangan saya, pada saat itu saya lagi-lagi tidak ngeh kalo maksud dari surat tersebut, mereka bisa menggesek kartu saya.

Pada akhirnya sebulan kemudian, mereka menelpon saya kembali meminta bayaran sekitar Rp. 2.500.000 karna saya mempunya KTA yang harus di lunasi juga, padahal saya tidak mau karena saya masih merasa mampu untuk melunasi cicilan tersebut dari hasil usaha xxxxx saya. Lalu saya menolak bayar. Tapi mereka tetap ngotot tidak bisa, lalu saya bilang "ya sudah yang kartu kredit CIMB NIAGA dan KTA CIMB NIAGA tidak usah di proses, uang jasa nya di kembalikan saja sebesar Rp. 1.500.000 yang di proses kartu MEGA saja" lalu mereka bilang tidak bisa.

Setelah itu saya baru merasa ada yang aneh, dari situ saya googling kantor jasa pengacara tersebut, tapi hasilnya NIHIL, pada saat saya googling dengan kata kunci "Jasa pengacara kartu kredit" disitu keluar Kompasiana dengan penulis Bapak Pulo, saya baca-baca lalu kaki saya mulai melemas, saya mulai bingung dan panik.

Saya hubungi teman saya yang kebetulan bekerja di Bank dia menjelaskan secara detil, bahwa tidak ada jasa pengacara untuk pelunasan kartu kredit dan KTA, saya semakin bingung lalu saya telpon jasa tersebut untuk mengembalikan uang saya minimal 50% dari nomilan Rp. 3.000.000.- karna uang itu sangat berharga untuk kondisi saya sekarang ini. Mengingat saya juga akan melahirkan 2 bulan lagi, tapi uang itu tidak bisa di kembalikan dengan banyak alasan karna sudah di buatkan surat bla bla bla yang saya sendiri tidak tau surat apa yang di maksud orang-orang tersebut.

Apakah sebenernya kasus seperti ini bisa di lapokan ke Polisi pak? untuk diperkarakan termasuk penipuan?

Sekarang hutang saya bertambah Rp. 3.000.000.- suami saya masih belum bekerja, mungkin 2 minggu lagi saya lahiran, jika saya mengingat uang saya yang hilang itu rasanya sakit, karna sekarang kami benar-benar tidak mempunyai tabungan sama sekali.

Saya tidak mau lagi ada korban-korban seperti saya, sudah jatuh tertimpa tangga.
Mungkin ini memang kebodohan saya, yang di manfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab karna itu saya menuiliskan ini agar tidak ada lagi korban pengacara abal-abal.

Waalaikumsalam..

xxx


Pak Polisi, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Peradi dan AKKI, tak mampukah kita memberantas oknum pengacara abal-abal seperti ini?
Contoh-contoh korban yang sharing ke kami sudah banyak. Ada ratusan. Belum lagi yang lainnya yang tidak atau belum mengetahui harus sharing atau konsultasi kemana.

Ada ribuan mungkin. Yang sharing ke kami Sebagian ada yang sempat kami posting di blog kami yaitu http://korbanpenyediajasamediasi.blogspot.com Belum lagi yang belum sempat kami posting, yang sepertinya akan bertambah terus dari hari ke hari karena agressifnya oknum-oknum tersebut untuk mencari mangsa.


Sampai kapan mereka-mereka ini akan beraksi terus? Dan harus berapa lagi korban-korbannya?


xxx