Mawar Merah pun Menangis di Sela Paha Rembulan

17 April 2013 01:06:18 Dibaca :

Oh...rembulan Dikau pantulkan sinarmu Pada dada bumi Di pagi hari Tak salah bila terik sang surya Datang mengisap Hingga sorot cahayamu katarak Dewa mimpi pun bius dewi malam Rembulan merintih-meringis-mendesah Denyut jantungmu berpacu dengan nafsu malam Yang haus akan tetesan embun fajar Oh...mawar merah pun menangis Di sela paha rembulan Diombak dada bumi yang bergemuruh Yang lapar akan sentuhan bibir langit Sejenak kau lupa ranjang dunia Yang disinggah Oh...rembulan Ritual atma ragamu Tak didengar malaikat siaga malam Hanya disambut cekikikan Makhluk-makhluk penasaran Arus nafas jiwamu tak seperti Arus nafas jiwa Adam dan Hawa Direstu Ilahi Disambut senyum para malaikat Oh...rembulan yang diayun pohon bumi Dikau telah tertusuk duri Teteskan getah dalam perutmu Dikau terlelap Di samping raga bumi Kini dikau coba merangkak Di titian pagi Mencari tubuh bumi yang berlari Yang mengejar terik sang mentari Yang menyusuri bibir langit yang beda Oh...rembulan yang terluka Liang lukamu kini hanya dibalut Kabut tipis Dierami mega hitam Yang singgah bersemayam Hingga tetaskan Mendung tanpa hujan. Batam Pos, 15022004

Azwar O Oiy

/puisiazwaro-oiy14.kompasiana.com

Aktif sebagai pelaku seni lukis di Batam dan beberapa judul puisi pernah dimuat di harian Batam Pos dan Posmetro Batam.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?