SELEBRITI HANYA CARI-CARI ALASAN DEMI KONSUMSI NARKOBA

28 Maret 20176 bulan lalu

Belum lama ini kasus penyalahgunaan narkotika oleh selebriti kembali terjadi. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi mulai dari keletihan, kurang percaya diri, hingga karena beban kerja yang terlalu berat. Namun menurut pihak BNN, selebritis kerap hanya mencari-cari alasan demi bisa mengonsumsi narkoba. Kompasianer, setujukah Anda dengan pendapat ini bahwa kalangan selebritis yang terjerat narkoba hanya mencari-cari alasan demi bisa mengonsumsi barang haram ini?    

7 PRO
  • irsad ahmad
    06 April 20176 bulan lalu

    ya,karena narkoba berbahaya

  • Occaa
    03 April 20176 bulan lalu

    Orang salah pasti mencari alibi. Apapun alasannya deep down mereka tahu mereka salah.

  • Zainal Muttaqin
    31 Maret 20176 bulan lalu

    Siapapun yang mengonsumsi narkoba pada dasarnya tahu bahaya akan narkoba itu sendiri. Dapat dikatakan korban apabila seseorang tersebut terpaksa mengonsumsi barang haram tersebut. Apabila tidak ada paksaan dan intimidasi, artinya dia merelakan diri untuk dirusak barang haram tersebut. Apakah disini dapat dikatakan korban? Tentu tidak, dia secara suka rela untuk dirusak narkoba, dia sudah mempasrahkan dirinya akan bahayanya barang haram tersebut. Jika aparat kepolisian mengatakan konsumen narkoba mencari-cari alasan agar dapat memgonsumsi barang tersebut, saya setuju. Tak perlu lagi pemberian ampun terhadap pengguna dan pengedar narkoba. Jika di Filiphina pengguna dan pengedar narkoba ditembak mati, bagaimana dengan Indonesia?

KONTRA 2
  • Freedom Fighters
    07 April 20176 bulan lalu

    Belajarlah
    Untuk bisa membuka pikiran anda agar anda dapat melihat suatu hal atau masalah dari suatu sisi atau dari sudut pandang yang berbeda.

    "Just open ur mind for a different view"

    Contoh..

    Jika ada statement atau pernyataan seperti ini maka cobalah melihat dari sisi yang positive.

    Narkoba bahaya.
    Nuklir bahaya.
    Mana jauh lebih bahaya?.

    Pasti anda akan menjawab "NUKLIR" yang jauh lebih berbahaya.

    Jika anda menjawab seperti diatas berarti anda menjawab tanpa berfikir dahulu.

    Tapi anda menjawab berdasarkan sejarah atau sesuatu kejadian yang pernah terjadi lalu itu menempel erat di kepala anda..

    Jadi jika menjawab nuklir maka
    Anda salah.

    Karna jawabannya yang benar dan logis adalah
    keduanya akan tetap sama berbahaya jika dipegang oleh tangan orang bodoh dan tak tahu apa apa..

    Tetapi
    Ditangan orang berilmu atau pintar dan punya pengetauan dibidang itu maka yang tadi awalnya berbahaya bisa di berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat..

    Contoh :
    Narkoba ditangan dokter menjadi obat bius untuk operasi besar atau pain killer.

    Nuklir dtangan scientists berubah menjadi pembangkit listrik berdaya juta an kilo volt...

    Nah....
    Anda faham sekarang??.

    Dan jika
    ditanya kembali apa narkoba itu berbahaya..??

    Maka
    Orang bodoh menjawab YA.
    Orang pintar menjawab TIDAK.

    Lalu
    Anda sendiri akan menjawab yang mana???..

    Itulah cara mengetahui jika anda termasuk orang yang pintar atau orang yang bodoh..

    Atau
    INGIN TAHU PASTI JAWABNYA....!

    Silahkan bertanya kepada

    JAKSA NURAENI ACO
    |230028090|
    Jaksa Fungsional III/d (Jaksa Tidak Muda/STW)

    Dikejaksaan negeri jakarta selatan.
    Hanya dia yang mampu menjawab hal itu melalui kaca mata hukum.

  • Harry Ramdhani
    29 Maret 20176 bulan lalu

    kalo kata Nikita Mirzani, "lagi apes ajah."