KEKERASAN PADA PEREMPUAN BELUM SEPENUHNYA DITANGANI

08 Maret 20177 bulan lalu

Komnas Perempuan Indonesia mengungkapkan masih ada lebih dari 250 ribu kasus kekerasan pada perempuan dan 94 persen di antaranya adalah kasus KDRT di tahun 2016 lalu. Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati, mengatakan telah mengirimkan 46 surat rekomendasi yang disampaikan kepada lembaga-lembaga antara lain kepolisian, kejaksaan, pengadilan negeri, MA, DPR dan lain-lain, tetapi hanya 12 surat yang mendapatkan tanggapan. Tidak sedikit pihak yang menganggap bahwa kasus kekerasan pada perempuan belum ditangani dengan baik oleh pemerintah. Kompasianer setujukah Anda bahwa sampai saat ini kasus kekerasan pada perempuan belum sepenuhnya ditangani dengan baik?

3 PRO
  • Bunga Amelia R
    12 Mei 20174 bulan lalu

    Masih banyak kejadian kekerasan terhadap perempuan

  • Welhelmus Poek
    10 Maret 20177 bulan lalu

    Sekalipun saat ini masyarakat sudah sadar untuk melaporkan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, namun kenyataannya penanganan kasus-kasus tersebut seakan "terhenti di tempat". Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan tidak mendapatkan perhatian serius. Mungkin saja masih banyak kalangan yang melihat kasus-kasus tersebut "kurang seksi", sekalipun secara konstitusi sudah mengakomodir kepentingan tersebut. Bila kita jadikan data di atas sebagai rujukan, dari 46 surat rekomendasi hanya 12 surat yang ditanggapi, pun demikian apakah sudah ditanggapi sesuai yang kita harapkan? ini masih menjadi sebuah pertanyaan besar.

Ai Maryati Solihah kekerasan terhadap perempuan semakin kompleks apalagi kekerasan seksual yang melaju bak meteor dengan varian dan trend baru. kalau penanganan kita masih belum diimbangi oleh kekuatan hukum yang lebih sfesifik dengan disertai kesadaran gender mainstreaming di kalangan penegak hukum ya akan tetap meningkat. jadi ada dua terobosan yang penting dilakukan saat ini, 1. sempurnakan RUU Kekerasan Seksual terutama pada aspek pencegahan dan menutup celah longgarnya propaganda LGBT yang banyak dikhawatirka orang terkait RUU ini yang menurut saya sudah memiliki orientasi begitu besar dalam melindungi perempuan korban kekerasan. kedua, lebih memaksimalkan sentra-sentra layanan pengaduan dan rujukan korban yang pola kerjanya dapat diperluas menjadi semacam lembaga konsultasi atau konseling, bukan hanya berorientasi pada ranah hukum, sebab masalah kekerasan rumah tangga biasanya agak unik dan butuh penanganan yang komprehenship. Bayangkan kalau tempat-tempat pengaduan itu hanya ada di pusat kota dan jauh dari desa-desa...apa kabar dengan mereka yang menjadi korban di sana..ini PR bersama, andaikan mereka juga memiliki tempat pengaduan dan melaporkan kekerasan pada komnas perempuan betapa bengkaknya bahkan melonjaknya data kekerasan perempuan kita. Jadi..marilah kita melihat ke dalam sudahkah kita benar2 melaksanakan mandat kemanusiaan di muka bumi ini?terutama bagi mereka kaum yang terlemahkan (kaum Mustadafin)
KONTRA 1
  • Ernip
    09 Maret 20177 bulan lalu

    Ada dua indikator tentang meningkatnya data kekerasan terhadap perempuan yaitu kekerasan terhadap perempuan makin meningkat atau kesadaran masyarakat menangani/melaporkan kekerasan pada perempuan makin meningkat. maka, saya tidak sepenuhnya setuju bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan belum sepenuhnya ditangani. Hanya, butuh upaya lebih besar dan kerjasama pemerintah dan masyarakat mengingat Kekerasan terhadap perempuan ibarat gunung es yang telah dilakukan sejak dulu.