TIMNAS LEBIH COCOK DILATIH PELATIH LOKAL

Setelah kalah di laga perdana, beberapa pihak mempertanyakan kemampuan Luis Milla memoles Timnas Indonesia. Tidak sedikit netizen yang menilai bahwa Timnas Indonesia jauh lebih baik jika dilatih oleh pelatih lokal. Bahkan ada beberapa yang menilai bahwa pelatih asal Indonesia bisa memberi hasil yang lebih baik dari Luis Milla. Kompasianer, setujukah Anda bahwa Timnas Indonesia lebih cocok dilatih oleh pelatih lokal?

2017-03-22 10:46:02

PRO 0

KONTRA 0

UNGKAP SKANDAL E-KTP, BUKTI REVISI UU KPK TAK MENDESAK

KPK beberapa waktu lalu mengungkap skandal besar korupsi E-KTP. Pengungkapan ini dianggap sebuah prestasi yang memperlihatkan bahwa revisi UU KPK masih perlu peninjauan ulang. KPK masih dianggap efektif untuk melakukan tugas-tugasnya dalam pemberantasan korupsi jika UU KPK tidak direvisi. Kompasianer setujukah Anda bahwa diungkapnya kasus E-KTP adalah bukti bahwa revisi UU KPK tidak mendesak?

2017-03-14 16:05:36

PRO 2

KONTRA 1

TIDAK DISIARKAN LANGSUNG, SIDANG PERADILAN EKTP TIDAK JUJUR

Pengadilan Tipikor melarang sidang kasus dugaan megakorupsi proyek E-KTP disiarkan secara langsung. Padahal sidang tersebut bersifat terbuka. Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat pun, Ilham Bintang mengatakan hal ini memicu jalannya peradilan yang tidak jujur. Kompasianer setujukah Anda jika sidang ini tidak disiarkan secara langsung, maka sidang peradilan EKTP ini tidak jujur.

2017-03-09 15:30:54

PRO 3

KONTRA 0

KEKERASAN PADA PEREMPUAN BELUM SEPENUHNYA DITANGANI

Komnas Perempuan Indonesia mengungkapkan masih ada lebih dari 250 ribu kasus kekerasan pada perempuan. Angka ini adalah jumlah yang sangat besar dan masih cukup timpang jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang diselesaikan. Kompasianer setujukah Anda bahwa kasus kekerasan pada perempuan ini memang belum ditangani dengan baik?

2017-03-08 12:24:32

PRO 1

KONTRA 1

PENYAMBUTAN RAJA SALMAN TERLALU BERLEBIHAN

Kedatangan Raja Salman mendapat antusiasme yang berbeda. Bahkan kabarnya Presiden Joko Widodo akan menyambut langsung sang raja di Bandara. Tidak sedikit netizen yang menilai hal ini terlalu berlebihan. Kompasianer setujukah Anda bahwa antusiasme penyambutan Raja Salman terlalu berlebihan?

2017-02-27 17:54:50

PRO 6

KONTRA 7

DP RUMAH 0%, TIDAK MASUK AKAL

Netizen menganggap bahwa DP rumah 0% tidak mungkin terealisasi untuk harga tanah di Jakarta yang sudah sangat mahal. Namun, Anies menjelaskan bahwa kredit rumah murah dengan skema DP 0% ini merupakan sebuah solusi untuk warga yang sulit mendapatkan rumah karena belum sanggup membayar DP. Kompasianer, setujukah Anda jika DP rumah 0% adalah kebijakan yang tidak masuk akal?

2017-02-20 22:08:50

PRO 12

KONTRA 3

QUICK COUNT TIDAK BISA JADI ACUAN

Quick count atau proses penghitungan cepat yang dilakukan saat Pemilihan Umum atau juga Pemilihan Kepala Daerah seringkali dianggap sebagai cerminan dari hasil akhir perhitungan surat suara. Namun secara metode, perhitungan cepat seperti ini juga memiliki tingkat kesalahan. Kompasianer, setujukah Anda bahwa hasil quick count tidak bisa dijadikan sebagai acuan?

2017-02-17 14:55:23

PRO 3

KONTRA 3

TAK ADA CALON TEPAT, GOLPUT ADALAH PILIHAN

Pilkada seluruh Indonesia diadakan serempak pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Masyarakat pun akan menentukan pilihannya masing-masing. Tetapi, beberapa orang memiliki alasan tersendiri untuk melakukan golput atau tidak memilih sama sekali. Namun di sisi lain, golput dianggap tidak mencerminkan wajah demokrasi bangsa Indonesia. Kompasianer, setujukah Anda jika golput adalah sebuah pilihan yang boleh diambil jika tidak ada calon yang tepat?

2017-02-10 19:13:06

PRO 7

KONTRA 14

ROKOK ELEKTRIK LEBIH BERBAHAYA DARI ROKOK TEMBAKAU

Rokok elektrik atau Vape kini menjadi sebuah gaya hidup baru. Tidak sedikit mereka pecandu rokok tembakau beralih ke rokok jenis ini. Namun tidak sedikit yang berpendapat bahwa Vape jauh lebih berbahaya dari rokok tembakau karena kandungan liquid. Kompasianer setujukah Anda jika rokok elektrik lebih berbahaya dari rokok tembakau?

2017-02-06 19:54:17

PRO 10

KONTRA 3

PATRIALIS AKBAR DITANGKAP, KETUA MK HARUS MUNDUR

Martabat Mahkamah Konstitusi (MK) kembali tercoreng karena salah satu hakimnya, Patrialis Akbar, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK dalam kasus impor daging. MK dianggap telah lalai dalam melakukan fungsi pengawasan. Kompasianer, setujukah Anda jika Ketua MK mundur dari jabatannya?

2017-01-28 13:50:32

PRO 4

KONTRA 7

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana