Mohon tunggu...
Prina Trias
Prina Trias Mohon Tunggu... -

Tertarik dengan sejarah dan kebudayaan

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Musik Etnik Bali Gus Teja: From Heaven to Earth

18 Juli 2016   12:57 Diperbarui: 18 Juli 2016   13:06 132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kalaborasi Musik Gus Teja dan Tarian Dewi Aryani (dok : pribadi)

Gus teja world music adalah grup musik etnik yang di gawangi oleh Agus Teja Sentosa atau yang sering di panggil Gus teja. Gus teja sendiri berasal dari ubud bali adalah seorang maestro berbagai alat music tiup.

Saya telah lama mendengarkan dan menyukai alunan lagu-lagu karya gus teja. Musik yang di ciptakan dan di mainkan dari suling gus teja sangat etnik dan bernuansa bali. Tidak heran jika sebagian besar tempat di bali selalu memutarkan lagu dari gus teja world music sepanjang waktu. 

Pada sabtu, tanggal 16 juli 2016 lalu, saya berkesempatan untuk menyaksikan langsung pertunjukan Gus Teja World Musik yang di adakan oleh Galeri Indonesia Kaya persembahan Bakti budaya djarum foundation yang terletak di West Mall Grand Indonesia Shopping Mall Lantai 8. Mengambil tema “From Heaven to Earth” Gus teja world music menghanyutkan saya dan penikmat seni yang berada auditorium Indonesia kaya, dengan alunan Lagu-lagu dari beberapa alat musik etnik yang bernuansa bali. 

Lagu demi lagu di bawakan terkadang di selipkan penjelasan dari gus teja tentang arti dan maksud di balik lagu tersebut. Kejutan yang hadirkan oleh gus teja saat itu tidak hanya berupa alunan lagu tetapi hadir kalaborasi indah antara musik gus teja dengan tarian dari Dewi Aryani.


Mata saya tertuju pada gerakan lentur, lembut dan indah dari tarian Dewi Aryani, sementara indra pendengaran saya di saat bersamaan menikmati suara suling dari gus teja. Suasana sangat tenang terlihat penikmat seni lainnya ikut hanyut dalam suasana saat itu.

Gus teja membawakan lagu-lagu dari ketiga album Rhythm of Paradise (2010), Flute for love (2011) dan Ulah Egar (2015), lagu yang di bawakan antara lain : Morning Happiness, Hero (pahlawan yang di maksud di sini adalah para petani, pelaut yang karena mereka kita bisa makan) Senandung tembung, ulah egar ( bersenang-senang), Romance, A night in bali , Meong-meong..juru pencar..ratu anom (yang berupakan lagu dari bali) dan di tutup dengan lagu Unify (yang mana lagu ini di gambarkan gus teja bentuk dari kebhinekaan di Indonesia). Di layar ikut diputarkan video musik dari lagu-lagu Gus teja

[caption caption="Album Gus Teja"]

Album Gus Teja (dok : pribadi)
Album Gus Teja (dok : pribadi)

Saat di alunkannya lagu unify gus teja mengajak saya dan penikmat seni lainnya untuk bertepuk tangan mengiringi lagu unify, suasana sangat hidup dan interaksi terjalin indah. Sampai di akhir tiupan suling lagu unify  yang menandakan berakhirnya pertunjukan “Form Heaven to Earth” tepuk tangan menggemuruh dari seisi penikmat seni di Auditorium Indonesia kaya, saya dan beberapa penikmat seni lainnya tidak ragu untuk memberikan Standing Applause. 

[caption caption="Gus Teja From Heaven to earth"]

Gus Teja World Music "From Heaven to Earth" (dok : pribadi)
Gus Teja World Music "From Heaven to Earth" (dok : pribadi)

Di akhir gus teja menceritakan pengalamannya yaitu saat awal mulai terjun untuk membentuk grup musik dimana demi keyakinan dan kecintaanya pada alat musik tiup, Gus teja nekat untuk rekaman dan mencetak 1000 keping CD music sendiri, CD tersebut sebagian di bagikan kepada teman, Gus teja juga berusaha menitipkan CD tersebut di toko musik. Tidak jarang tolakan di dapat gus teja saat menawarkan musiknya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun