Sajak Rindu di Pagi yang Cerah

18 Juni 2013 06:14:01 Dibaca :

Kulukis sajak rindu Ketika cakrawala pagi masih malu malu menyapa buana Dan sekawanan murai tengah bercanda ria di atas ranting pohon nangka belakang rumah Angin barat berhembus sejuk Mengelus manja bulu kuduk ku Membuai lena seluruh aliran nadi ku Terpaut dalam kemesraan fajar Guratan aksara yg mewarnai kanvas hati Terbalut tinta warna pelangi Seperti kemilaunya cahaya yang bertaburan Dari butiran butiran embun yang tertimpa bias bagaskara Engkau tersenyum dalam bayangan aksara ku Ketika geliat ruh kata-kata menyampaikan pesan rasa Pada sekumpulan awan putih Dan jemari ku kian liar meracau bagai srigala terluka Menarikan tarian amarah dewata Mengukir untaian rindu lewat tajamnya kata Sajak hati sajak kerinduan Sarat emosi yang berbaur dalam kegelisahan Teruntai diatas tarikan nafas merindu Sajak putih sajak biru Tercipta ketika rindu tak mampu kuredam Menggulung nurani dalam hempasan alunnya Sajak kelu sajak jiwa Menghias pagi ku dalam rona raut kebiruan Yang dikumandangkan oleh sekawanan unggas berterbangan Membelah langit benderang Yang dinyanyikan oleh gemuruh gelombang lautan yang menyisir pantai Yang uraikan oleh perdu perdu liar Menampak ramah dalam lenggokan kembara Ditujukan hanya bagi mu, kekasih jiwa

Prim Pomau

/prim.pomau

_ Pragmatis
_ Melankolis
_ Introvert
_ Cuek,
_ Sombong,
_ Jelek
_ Kejam
_ Pelit
_ Pemarah
I'm just an ordinary person, but if you wanna know more about me, add me!

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?