ono Prayetno
ono Prayetno

Bekerja sebagai Pramuwisata

Selanjutnya

Tutup

Regional

"Tahun Tanpa Bencana Kabut Asap" (Dan Danau Toba Pun Kelihatan Indah)

14 September 2017   19:22 Diperbarui: 14 September 2017   19:26 99 1 1

KENAPA TAHUN INI TAK ADA BENCANA KABUT ASAP (JEREBU) YAAA..?" (Dan Danau Toba Pun Kelihatan Indah)

Cerita berawal ketika kemarin aku membawa rombongan dari Negeri Kedah Malaysia yang baru beberapa hari lalu berduka atas mangkatnya Raja mereka yaitu

Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah 11September lalu pada usia yang ke 90thn.

mereka mereka adalah staff dari istana Raja Kedah dari berbagai jabatan mulai dari bagian luar sampai bagian dalam bagian depan dan belakang Istana semua jadi satu dalam group yang terbagi dalam 2 tahap kedatangan.

Selama dalam perjalanan tentu mereka sangat menikmati keindahan dari setiap sudut Danau Toba yang membiru bagaikan cermin besar menampung bayangan langit yang biru bercampur warna awan yang putih terbang beriringan yang kata orang dulu "sedang mengawal bidadari."  yang pasti itu bukan untuk para "teroris."

Seperti biasa sebagai Pramuwisata aku membumbui keindahan itu dengan narasi yang kadang mengandung 9 Bulan.. Uupps.. Maksudku mengandung sedikit humor tapi lebih menekankan informasi yang sesuai dengan data yang ada di banyak buku buku termasuk di Google.

Karena untuk informasi yang kusampaikan sebenarnya sudah sangat mudah untuk diakses atau di searching di google dan aku yakin sebelum mereka berkunjung ke Danau Toba pasti mereka sudah membaca paling tidak sedikit informasi tentang Danau Toba, karena sebagian besar peserta tour adalah anak muda atau biasa disebut sebagai generasi milenial yang memang melek informasi dan tentu disini tugasku hanya melegitimasi kebenaran informasi itu saja.. Hehehe.

Tak salah juga kalau aku merasa bahwa sebagian dari tugasku sudah diambil alih oleh Google terutama tentang tempat tempat wisata dan Belanja oleh-oleh di setiap daerah di Indonesia umumnya, khususnya Medan - Danau Toba dan sekitarnya.

Dan aku hanya perlu menambah sedikit informasi atau cerita cerita humor untuk menghidupkan suasana agar perjalanan yang 5jam ini, tidak menjadi membosankan walaupun mungkin sebentar lagi perjalanan ke Danau Toba sudah bisa dicapai lebih cepat lagi lewat jalan toll yang panjangnya 60 km segera akan selesai, tentu dengan humor humor yang tidak menyinggung masalah  SARA maupun humor yang merendahkan orang lain ("Slap Stick")  kata guru spiritualku.

Karena mereka bukan mahasiswa atau peserta seminar mereka adalah Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Alam Danau Toba sambil ber-selfie  sekaligus berbelanja sesuai kekuatan uangnya.

Dan selama bercerita aku sedikit menyinggung masalah bencana kabut asap atau dalam bahasa malaysia disebut "Jerebu" yang sebenarnya akupun sudah lupa seperti juga mereka peserta tour. Maklum kejadian yang dulu hampir setiap tahun terjadi sekarang ini boleh dibilang hampir tidak pernah lagi terjadi. masih ada, tapi tidak separah dulu yang membuat saudara saudara kita didaerah terdampak sangat menderita terutama pada penglihatan dan pernapasan bahkan sampai ada yg tewas.

Dan tentu bencana kabut asap atau Jerebu yang sudah "dilupakan" itu tidak berhenti dan hilang begitu saja tanpa campur tangan pemerintah daerah maupun pusat dan masyarakat yang sudah letih dengan semua penderitaan yang diakibatkannya.

Disini peran Presiden Jokowi sebagai kepala Negara waktu itu sangat menentukan dengan memberikan contoh yaitu terjun langsung ke titik titik panas bersama timnya yang bagi sebagian orang yang tidak suka kepada beliau dianggap sebagai "PENCITRAAN..!"  tapi mereka yang menganggap pencitraan itu pun sekarang sudah bisa bernafas dengan lega bersama keluarganya...bahkan mungkin sekarang lagi membaca tulisan ini sambil minum kopi Sidikalang. Hehehe.

Kepada semua jajarannya, Presiden langsung memberikan instruksi untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan cepat dalam mengatasi kobaran api yang "menggila"  pada waktu itu dengan mengerahkan tenaga dari TNI dan POLRI juga BNPB baik untuk memadamkan api maupun menindak para otak dan pelaku pembakaran.

Satu yang mungkin tidak pernah dilakukan atau terpikirkan oleh presiden presiden sebelumnya yaitu mengeluarkan "INPRES"  moratorium untuk pembatasan pembukaan lahan kelapa sawit dan lahan tambang.

dan hasilnya sekarang sudah bisa dirasakan oleh seluruh warga didaerah terdampak baik dari segi kesehatan maupun segi ekonomi termasuk dirasakan juga oleh warga di Negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Dan keindahan danau toba pun kini sudah bisa kita nikmati lagi bersama sama.." seperti yang tuan tuan sedang lihat saat ini yaitu,  keindahan alam yang tiada tara bagaikan kepingan Syurgawi, ciptaan Tuhan sang Maha Pencipta yang patut untuk kita syukuri bersama."

Sambil menutup ceritaku karena bus sudah memasuki area Hotel tempat kami akan menginap malam itu. "HOORRAASS..!"