Mohon tunggu...
Petrus Kanisius
Petrus Kanisius Mohon Tunggu... Wiraswasta - Belajar Menulis

Belajar menulis dan suka membaca. Saat ini bekerja di Yayasan Palung

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Jika Hutan Ingin Lestari Maka Ia Tak Boleh Hilang

23 Juli 2018   13:56 Diperbarui: 25 Juli 2018   11:39 740
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pohon Dipterocarp yang tumbuh di habitat hidupnya di Gunung Palung. Foto dok. Yayasan Palung, GPOCP dan Tim Laman

Hutan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam tatanan kehidupan makhluk hidup karena ia adalah nafas hidup semua tanpa terkecuali, yang tak boleh hilang lenyap begitu saja.

Hutan yang tumbuh menjulang tinggi apabila boleh dikatakan memiliki dan menyimpan berjuta manfaat bahkan rahasia bagi kehidupan makhluk hidup.

Memiliki manfaat yang tidak terkira berupa kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan itu sudah pasti disediakan sebagai pemenuhan kebutuhan makhluk hidup, dengan syarat tidak serakah. Sedangkan rahasia yang tersimpan dari hutan adalah tentang keindahannya yang tidak akan pernah hilang dan selalu ada.

Data mencatat, Indonesia memiliki 109 juta hektar hutan hujan tropis dunia atau dengan kata lain 10 % dari total hutan hujan dunia ada di Indonesia. Dengan luasan yang cukup besar tersebut tentu hutan hujan (hutan tropis) memiliki dan menyimpan banyak manfaat bagi semua makhluk hidup lainnya.

Sumber makan (pakan) bagi satwa misalnya. Tidak hanya itu, hutan sebagai tempat hidup bagi 12% mamalia, 16% dari reptil dan herpertofauna, 1.519 spesies burung. Apabila boleh dikata hutan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan sebagai nafas yang juga tidak boleh hilang.

Mengapa hutan jika boleh dikata sebagai satu kesatua yang tidak terpisahkan?.

Pertama, Sang Pencipta Maha segalanya (Tuhan Yang Maha Kuasa) menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya menjadi satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan satu dengan yang lainnya. Hutan sebagai rumah makhluk hidup sekaligus juga sebagai nafas yang tidak boleh hilang hingga kapan pun. Jika salah satunya hilang maka akan berdampak atau berpengaruh kepada makhluk lainnya.

Kedua, Hutan sebagai sumber nafas kehidupan karena hutan sebagai penyedia oksigen, adanya udara maka semua makhluk dapat hidup, termasuk kita manusia tidak bisa hidup tanpa oksigen atau udara.

Ketiga, Hutan sebagai penopang hidup manusia. Tersedianya hutan menjamin keamanan, kenyamanan bagi manusia dalam menjalani tatanan kehidupan. Hutan sebagai penampung dan penyerap dan penyedia sumber air. Bayangkan jika hidup kita tanpa air, apa jadinya.

Keempat, hutan sebagai penyangga kehidupan manusia, karena hutan sebagai tempat bernaung, berlindung oleh manusia agar terbebas dari berbagai persoalan lebih khusus bencana alam yang terjadi karena ulah manusia. Akan tetapi, apabila hutan masih tersedia dan terjaga dengan baik maka hutan akan melindungi dan mampu menjadi penopang.

Kelima, hutan sebagai pencegah atau penangkal dari terjadinya pemanasan global atau perubahan iklim. Bumi sebagai tempat berpijak (tempat hidup) semua makhluk hidup sudah semstinya untuk di pelihara dan dijaga oleh siapa saja tanpa terkecuali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun