HIGHLIGHT

Belajar Sabar Lewat Tanam Rumput

01 Mei 2013 16:06:04 Dibaca :

Siang tadi, saya bincang-bincang dengan seorang sahabat. Dia sedang menanam rumput. Dia menamam di tanah yang sudah digembur. Tanah itu pun lembut dan mudah dicangkul.


Tanah itu sebelumnya penuh dengan rumput liar. Rumput yang mengganggu rumputnya. Rumput pengganggu inilah yang dibasmi sebelumnya. Kelak, rumput yang ditanam ini tampak hijau dan tidak diganggu oleh rumput lain.


Katanya, kalau ada rumput pengganggu, rumput yang ditanam itu akan mati. Selain karena rumput pengganggu, ada juga ulat tanah berwarna putih. Makhluk inilah yang memakan akar rumput.


Pekerjaan ini menuntut kesabaran. Kesabaran ternyata tidak mudah. Butuh usaha yang tekun. Tak henti, sahabat saya ini membasmi rumput liar dan ulat putih.


Demi kehidupan rumput, sahabat saya ini giat berjuang dengan sabar. Hidup memang butuh perjuangan. Tak jarang dalam perjuangan itu, timbul rasa putus asa dan kurang sabar. Tidak betah antri di jalan, di warung, di tempat belanja, dan sebagainya. Kesabaran ternyata butuh perjuangan. Dalam hidup mutlak ada kesabaran. Kalau tidak, hidup tidak bertahan lama, bak rumput yang akarnya dimakan ulat putih.


Salam sabar di sore ini.



PA, 1/5/13
Gordi


Gordi

/pewartasejati

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Alumnus STF Driyarkara, Jakarta 2012, Simak pengalamannya di http://gordyafri.blogspot.com dan http://gordyafri2011.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?