Panggil Aku Kelik
www.kompasiana.com/peregrino
| Tulisan | : | 9 artikel |
| Komentar | : | 9 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
: kamu yang kulukai . . memutar ulang sejengkal memori belasan tahun yang telah lalu ketika jendela gedung tua bertembok tebal menjadi saksi bisu sepasang mata hadir setiap ...
mencurahkan segala daya ..demi mencapai asa mengerahkan segala upaya ..demi meraih cita …….YANG KUTEMUI HANYA HAMPA … berjaga hingga larut malam ..tiada peduli wajah kusut kusam …tak sadar mata bagai lebam ….dan pandangan tak ...
memandang hujan… melemparkan pikiran ke atas awan.. menyibak tirai-tirai kenangan.. membuncahkan kerinduan.. menghadirkan kepingan adegan.. ketika ayah-bunda menuturkan pesan.. agar jadi anak budiman.. setia beriman pada Tuhan.. mengasihi kawan maupun lawan.. berlaku dengan santun ...
duduk santai di kursi lipat… di teras berlantai mengkilat… ditemani segelas teh hangat… tak lupa sekotak donat… bertabur coklat nan lezat… pemberian seorang sahabat… yang baru naik pangkat… . melemaskan seluruh urat… hilangkan segala ...
jari-jariku telah melepuh dan tenagaku tinggal separuh tak sanggup lagi aku mengayuh kini saatnya kulemparkan sauh dan membawa perahuku berlabuh sembari menunggu lukaku sembuh dan segala dayaku kembali penuh . aku memang terlalu ...
duduk termenung bagaikan patung… menatap bagai orang bingung… wajah tertunduk berselubung murung… bagai langit tertutup mendung… berdiri seolah limbung… berjalan pun sambil terhuyung… laksana tak sanggup tegakkan punggung… . air mata tak mampu ...
kering kerontang bagai musim kemarau.. resah dan gelisah datang tak terhalau.. cemas pun turut lengkapi risau.. yang tertimbun menyeruak menambah kacau.. . mengharap segala hasrat dan asa segera terjangkau.. mimpi berlari ...
perkenalkan, namaku kelik… ponakanku memanggilku paklik… aku hanyalah wong cilik… yang berjuang agar dapur keluarga tidak paceklik… . di kompasiana aku adalah warga baru… walau sudah lama aku tahu… dari cerita teman-temanku… namun ...
Permisi… Perkenankan saya ikut hadir di sini… Meski hanya untuk basa-basi… Dan mungkin tanpa tulisan berisi… Izinkan saya turut menikmati… Cerpen, puisi, juga opini… Sambil melatih ketajaman hati… Melalui tulisan Anda yang ...