Christ Wiyama
www.kompasiana.com/pepak

penikmat kesederhanaan
Kompasianer sejak:
10 July 2010
Tulisan : 100 artikel
Komentar : 106 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Sosbud

Mereka Menilai Kita Bodoh

Inilah yang kurasa. Kita dianggap bodoh dan tidak tahu apa-apa. Kita dianggap hanya sebagai angin lalu yang tidak penting disini. Kita hanya dianggap pengganggu bila ...

OPINI | 15 March 2013 10:16

103   0   dibaca 1 aktual

Sejarah

Yang Tidak Dilihat oleh Para Pemimpin Bangsa Ini

Seandainya para pemimpin bangsa ini benar-benar memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk rakyat negeri ini, pastilah mereka akan membuka mata hatinya lebih lebar tentang siapa ...

OPINI | 11 March 2013 16:34

232   0   dibaca 1 bermanfaat

Puisi

Sang Hening : Labuhan Jiwa

rasa sesak ialah embun yang mendatangi pintu di setiap rongga yang mengaliri hidup fanaku ini melati telah layu karena hidup tak lagi riuh seperti dulu aku terjatuh pada ...

FIKSI | 11 March 2013 09:40

92   0   dibaca Nihil

Catatan Harian

Ketika Curhat Menjadi Penyimpangan Diri

Masalah kalau tidak dikeluarkan akan menjadi beban hati. Hal inilah yang mendasari banyak orang, baik lelaki maupun perempuan mencari seseorang untuk bisa mengeluarkan isi hatinya. ...

OPINI | 9 March 2013 14:58

315   0   dibaca Nihil

Puisi

Politik Pilih-pilih di Musim Buah

Musim buah, kisah para pedagang mulai diperbincangkan Ladang-ladang ramai memetik buah yang sudah ditanam Para pemetik dibisikkan honor bila ikut membantu tuaian Gambar-gambar uang bertebaran di sekeliling kepala ...

FIKSI | 8 March 2013 09:47

52   0   dibaca Nihil

Catatan Harian

Kepekaan : Antara Terapi Bijak Dan Keliaran Yang Dibiarkan

Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa kita terbiasa ‘cepat sekali’ memberi reaksi pada sesuatu yang tidak sesuai dengan pemahaman diri sendiri. Kita selalu punya ...

OPINI | 6 March 2013 10:00

91   0   dibaca 1 menarik

Puisi

Negarawan Itu Jadi Keluargawan

Ya, demikianlah menurutku Negarawan itu jadi keluargawan Sebab negarawan berpikiran luas Seluas negara kepulauan yang terbentang Sedalam samudera yang mengelili daratan negaranya Setinggi kebijaksanaan langit yang dipunya budaya aslinya Jaman berkembang ...

FIKSI | 5 March 2013 10:35

92   0   dibaca Nihil

Cerpen

Konspirasi dalam Tatapan Pelangi

Sudah sebulan ini aku menunggu pelangi, karena tas kerja yang biasa dipakainya tertinggal di rumah. Tapi tak pernah datang juga ia ke rumahku. Biasanya, pelangi ...

REP | 4 March 2013 10:13

73   0   dibaca 1 menarik

Puisi

Jeda Waktu Sebelum Terbelah

Lihatlah, Semut merah berarak di perairan Kura-kura putih beristana di pegunungan Kucing dan anjing berkeliaran di daratan Dimana kita menginjak tanah? Lihatlah sekali lagi, Musim gugur menghabiskan pohon Musim bunga melahirkan bayi Sama-sama ...

FIKSI | 2 March 2013 16:22

85   0   dibaca Nihil

Cermin

Pakaian Kenangan

Ia berjalan menuju tempat duduk dimana kami biasa bicara di beranda rumahku. Langkahnya lebih ringan dari pijakan kakinya. Tak ada yang berubah, kecuali wajahnya lebih ...

OPINI | 1 March 2013 01:56

114   0   dibaca Nihil
1 2 3 ... 10 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: