AIDS, Penyakit Mematikan yang Menggerogoti System Imun

20 Juni 2014 15:15:19 Diperbarui: 19 Juni 2015 19:58:32 Dibaca : 170 Komentar : 3 Nilai : 1 Durasi Baca :

Hingga saat ini AIDS masih merupakan momok bagi ma_ syarakat akibat informasi dan persepsi yang salah terhadap sindrom ini. Mengingatjumlah pengidap HIV dan AIDS di lndonesia melonjak terus, bukan tak mungkin anak pun akan tertular.


AIDS (Acquired lmmuno Deficiency Syndrome) adalah sindrom (kumpulan gejala penyakit) yang disebabkan oleh virus HIV atau Human lmmunodeficiency Virus, yang menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun (defisiensl imun). Akibatnya, penderita mudah terjangkit penyaklt infeksi berat seperti pneumonia tuberkulosis, dan sebagainya, sehingga pengobatan alternatif aids menjadi solusi terbaru yang paling tepat untuk mengatasinya.



Meskipun penularan AIDS pada umumnya tergantung pada perilaku seksual seseorang (heteroseksual atau homoseksual), namun cara penularannya pada anak terjadi melalui ibu yang mengandung HIV di dalam tubuhnya ke bayi yang dikandungnya. Atau, bisa juga karena transfusi darah yang mengandung HlV, serta jarum suntik yang tercemar. Jadi jelaslah, penularan AIDS terjadi melalui kontak darah yang mengandung HIV dengan kulil (mukosa) yang mengalami kerusakan atau lukei.


Dari berbagai cara penularan AIDS pada anak tersebut, persentase penularan dari ibu ke bayinya, baik melalui plasenta maupun pada waktu lahir, tercatat paling tinggi. Dari semua kasus AIDS pada anak yang telah dilaporkan ke Pusat Pengendalian Penyakit di Amerika, misalnya, penularan AIDS melalui cara ini mencapai 75-80 %. Sekalipun faktor-faktor yang dapat mempermudah penularan dari ibu ke bayinya memang belum jelas, tetapi yang pasti, ibu dapat menularkan HIV ke bayinya lebih dari sekali hamil.


Masa inkubasi HIV rata-rata 24 bulan, dengan median 17 bulan. Akan tetapi, ada juga yang mencapai 7 I/2Iahun. Pada bayi baru lahir, mengingat kondisinya sangat rentan terhadap infeksi, masa inkubasi AIDS-nya akan lebih pendek lagi. Sebagian besar bayi yang tertular HIV sudah memperlihatkan gejala pada umur 8 bulan dan sebagian besar meninggal 38 bulan setelah diagnosis AIDS ditegakkan.


Manifestasi klinis infeksi HIV pada anak dapat bervariasi dari asimtomatik (tanpa gejala)sampai sakit yang berat yang dinamakan AIDS. Mengingat kebanyakan AIDS pada anak diperoleh melalui ibunya, maka balitalah penderita AIDS terbanyak. lronisnya, ditambah prognosis (ramalan tentang berkembang/jalannya penyakit) yang sangat buruk, sebagian besar bayi penderita AIDS meninggal menjelang usia 5 tahun. Tunggu apalagi cegah penyakit Aids sekarang juga dengan rutin melakukan pengobatan hiv dan aids dengan obat herbal terbaik.

Rikha Anjaeny

/penyakitaids

Penyakit Aids Merupakan Penyakit Mematikan Yang Harus Di Musnahkan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana