Mengintip "Gerhana" Venus

03 Juni 2012 23:20:51 Dibaca :

KINI masyarakat dunia tengah disibukkan persiapan menyongsong peristiwa transit Venus yang akan terjadi pada Rabu (6/6/2012) mendatang mulai pukul 05.10 sampai 11.00 WIB.. Fenomena  astronomi ini merupakan peristiwa paling dinanti penduduk bumi dan menjadi jendela untuk menyibak rahasia alam semesta. Dibanding warga dunia lainnya, masyarakat Indonesia berpeluang besar dapat menyaksikannya dalam waklu lama.

Tidak heran bila masyarakat berlomba  melihatnya.  Jogja Astro Club, misalnya,  jauh sebelumnya telah menyusun persiapan untuk mengamati transit Venus. Tak ketinggalan, Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) mengajak masyarakat untuk menyaksikan kejadian unik itu dengan menyiapkan teleskop berbagai ukuran dan filter matahari di  Planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Berdasarkan peta NASA, wilayah Indonesia Timur Nusa Tenggara Timur, Ambon, hingga Papua dapat mengamati peristiwa tersebut dari awal hingga akhir sekitar 6 jam.  Sementara wilayah Indonesia barat dapat mengamati lebih dari 5 jam. Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat hanya berkesempatan melihat sebagian proses transit.

Disebut transit Venus karena planet ini bakal melintas di antara Bumi dan Matahari. Saat transit, Venus tampak sebagai titik kecil yang bergerak di muka Matahari dan  dapat disaksikan dengan mata telanjang . Namun demikian, para ahli menyarankan agar  menggunakan tabir pengaman.

Fenomena Langka
Venus atau Bintang Kejora adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Menurut catatan Wikipedia, org, planet ini memiliki radius 6.052 km, diameter 12.104 km, dan mengelilingi Matahari dalam waktu 225 hari. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen. Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain. Jangka waktu rotasinya lebih lama dibandingkan  jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi Matahari.

Transit Venus tergolong fenomena langka dan hanya terjadi dua kali dalam satu abad dengan jarak waktu 8 tahun. Untuk menyaksikan peristiwa berikutnya harus menunggu antara 121 sampai105,5 tahun. Transit Venus terakhir kali terjadi tahun 2004, menyusul 6 Juni 2012 dan selanjutnya Venus kembali transit di tahun 2117.

Tidak semua wilayah di muka bumi dapat menyaksikan transit Venus secara utuh.  Bahkan Amerika Selatan dan Afrika Barat sama sekali tidak bisa menyaksikan peristiwa tersebut karena saat terjadi di sana masih malam hari.  Di  Eropa Utara, transit Venus hanya dapat  diamati saat awal dan akhir. Masyarakat Australia dan Selandia Baru hanya dapat mengamati bagian tengah saja.

Riset Ruang Angkasa

Para ilmuwan sangat antusias mengamati transit Venus tahun ini.  Transit Venus digunakan ilmuwan sebagai momen penelitian tentang fenomena Black Drop, yaitu saat Venus kontak dengan Matahari, tampak bahwa ada bagian Venus yang memanjang.  Pakar astronomi mewacanakan sejumlah hal tentang semesta diantaranya penentuan jarak antar planet serta upaya penemuan planet ekstrasurya makhluk hidup di luar Bumi dan sebagainya.

Dengan transit Venus, ilmuwan bisa berlatih mengkonfirmasi keberadaan suatu planet dengan metode transit, yakni cara mendeteksi planet dengan melihat peredupan cahaya bintang ketika ada planet yang melintas di mukanya.  Saat  transit Venus, sinar matahari akan disaring melalui atmosfer planet. Dengan menganalisis fitur penyerapan dari sudut ini, peneliti dapat mempelajari lebih lanjut tentang unsur-unsur kimia yang hadir dalam kabut gas sekitar Venus.

Situs space.com melaporkan, banyak dari teleskop utama dunia akan digunakan untuk meneropong transit Venus, termasuk NASA Hubble Space Telescope dan Solar Dynamics Observatory, serta Badan Antariksa Eropa satelit Venus Express di orbit sekitar Venus. Tim sains akan menyaksikan siaran live dari pulau Arktik dari Spitsbergen. "Selama transit, Venus Express akan membuat pengamatan penting dari atmosfer Venus yang akan dibandingkan dengan teleskop berbasis darat untuk membantu pemburu planet ekstrasurya menguji teknik mereka," kata ilmuwan Håkan Svedhem sebagaimana dikutip space.com.,

Sementara Badan Antariksa Eropa menyatakan, selama transit Venus, para astronom akan memiliki kesempatan untuk menguji teknik ini dan menambah data yang dikumpulkan selama enam transit Venus sebelumnya diamati sejak penemuan teleskop pada awal 1600.

Ilmuwan berencana mengobservasi fenomena Transit Venus dengan menggunakan teleskop Hubble milik NASA.  Berdasarkan informasi NASA, fenomena ini baru terjadi tujuh kali sejak teleskop ditemukan, yakni tahun 1631, 1639, 1761, 1769, 1874, 1882, dan 2004.

Cahaya Matahari yang terang bisa merusak instrumen super sensitif pada Hubble. Untuk mengatasinya, ilmuwan akan mengamati Transit Venus lewat Bulan. Bulan berfungsi seperti cermin. Tujuannya antara lain untuk  melihat adanya kemungkinan pemanfaatan Hubble untuk meneliti komposisi atmosfer Venus dengan melihat cahaya matahari yang jatuh padanya.

Dalam proses pengamatan nanti, Hubble akan diarahkan ke satu lokasi di Bulan selama periode transit yang diperkirakan berlangsung selama 7 jam. Saat ini komposisi Venus telah diketahui astronom. Pengamatan nanti akan melihat kemungkinan mengaplikasikan teknik yang sama untuk meneliti planet ekstrasurya. Harapan astronom, teknik tersebut dapat membantu ekspedisi pencarian planet yang bisa dihuni selain Bumi.

Persiapan observasi telah dilakukan astronom dengan memotret citra kawah Tycho yang memiliki lebar 80 kilometer, dan rencananya pengamatan akan difokuskan pada kawasan ini. Astronom butuh waktu lama untuk observasi. Hanya 0,001 persen cahaya Matahari yang bisa melewati atmosfer Venus dan direfleksikan ke Bulan. Instrumen Hubble, seperti Advanced Camera for Surveys, Wide Field Camera 3, dan Space Telescope Imaging Spectrograph, akan dipakai untuk mengobservasi transit. Peralatan Hubble akan mengobservasi transit pada berbagai panjang gelombang, mulai inframerah hingga ultraviolet.

Sebagaimana diketahui, Hubble adalah sebuah teleskop luar angkasa yang berada di orbit bumi. Nama Hubble diambil dari nama ilmuwan terkenal Amerika, Edwin Hubble yang juga merupakan penemu hukum Hubble. Sebagian besar dari benda-benda angkasa yang telah berhasil diidentifikasi, adalah merupakan jasa teleskop Hubble. Termasuk peristiwa transit Venus tentunya.

Sumber :
http://www.space.com/15897-venus-transit-2012-scientists-excited.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Venus
http://sains.kompas.com/read/2012/01/02/15164957/Fenomena.Langit.Langka.Akan.TerjadiTahun.2012

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?