Melukis dengan Duri Salak

15 Juni 2012 00:20:54 Dibaca :
Melukis dengan Duri Salak
sketsa duri salak

Bagian tanaman salak yang tergolong unik adalah durinya yang tipis dan runcing dengan bentuk dan ukuran berbeda. Ada yang berbentuk lurus pendek, lurus panjang, pendek bergelombang dan  panjang bergelombang mirip keris. Duri salak yang masih muda berwarna hijau dan jika sudah tua berubah coklat kehitaman. Keunikan itulah yang dapat memancarkan aura keindahan. Semua bentuk duri bermanfaat dan dapat ditempatkan dan dirangkai menurut fungsinya masing-masing. Dalam proses pembuatan sketsa, duri salak berbungsi sebagai pengganti cat atau tinta. Duri-duri tersebut dapat dibentuk  menjadi bermacam-macam tekstur dan pola seperti garis, lengkungan maupun lingkaran. Dengan ketelitian tertentu, duri-duri dapat disusun menjadi ragam bangunan sketsa. Pemanfaatan duri salak sebagai bahan baku kerajinan tangan belum banyak dilakukan orang. Maka kami dari Duri Art mencoba memeloporinya dengan melakukan pengamatan, pengkajian, dan percobaan.  Hasilnya cukup menggembirakan seperti terupload di sini. Ada sejumlah alasan pemanfaatan duri salak, secara teknis duri salak mudah didapat dan memiliki nilai artistik. Jika dicermati, duri salak memiliki tekstur yang menarik. Jenis dan ukuran duri yang berbeda justru menghasilkan nilai keunikan dan keindahan yang khas. Duri salak cukup fleksibel untuk menghasilkan sejumlah karakter dan pola seni seperti lukisan kaligrafi, sketsa, dan jenis lukisan lainnya.  Bahkan duri salak juga bisa dikembangkan untuk pola batik dengan memanfaatkan perangkat teknologi Jbatik misalnya. Kami mencoba menggali potensi-potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).  Limbah salak merupakan potensi yang selama ini belum banyak dilirik. Kami memiliki sebuah impian bahwa kelak duri salak bisa menjadi bagian dari karya seni yang mendunia. Saat ini limbah duri salak mungkin dianggap sesuatu yang merisaukan. Tidak jarang para petani kurang telaten mengurus kebun salaknya dan membiarkan duri-duri menumpuk sehingga mengganggu pemandangan. Dengan memanfaatkannya menjadi bahan kerajinan, kelak kebun salak bisa tampil bersih dan menawan. Duri Art bertekad mengembangkan sebuah karya seni dengan memanfaatkan limbah khususnya duri salak. Berupaya memanfaatkan beda-benda sederhana menjadi karya seni yang menghadirkan kekaguman pada ciptaan Tuhan. Berangkat dari kenyataan bahwa semua ciptaan Tuhan di muka bumi pasti bermanfaat jika dikelola secara tepat dan cermat. Ide pemanfaatan duri salak sebagai bahan kerajinan bermula dari melimpahnya limbah salak di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Desa Sodong memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil salak. Kebun salak tentu saja menghasilkan limbah berupa daun, pelepah dan duri salak.  Selama ini limbah duri salak  terbuang sia-sia. Akhirnya kami berpikir, kenapa limbah tersebut tidak dimanfaatkan? Maka muncullah ide memanfaatkan duri salak sebagai bahan kerajinan. Awalnya hanya iseng memunguti duri salak dan menempelkannya pada kertas menggunakan lem. Hasilnya ternyata cukup sedap dipandang mata. Tempelan duri-duri salak  dapat bertahan dalam jangka lama tanpa pengawet. Lukisan duri salak tetap utuh dalam masa dua tahun. Kami sedang mencoba mengembangkan lebih jauh, termasuk kemungkinan memanfaatkan bahan pengawet.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?