Ulah Pengawas Membuat Puluhan Siswa Gagal Masuk Perguruan Tinggi

13 Juli 2012 02:15:51 Dibaca :

ULAH PENGAWAS MEMBUAT PULUHAN SISWA GAGAL MASUK PERGURUAN TINGGI


Pasca pengumuman UAN atau Ujian Akhir Nasional, antusias siswa yang lulus sangat besar untuk memasuki perguruan tinggi, siswa siswi dari pelosok desa hingga dari dalam kota meminta doa restu kepada kedua orang tuannya untuk pergi dalam rangka menuntut ilmu guna memperbaiki keadaan ekonomi dan mendapatkan pengetahuan dan pendidikan yang lebih baik.


Jarak antara kampung halaman dan perguruan tinggi yang sangat jauh bukan menjadi penghalang bagi mereka. Kebutuhan finansial untuk biaya hidup selama proses pendaftaran hingga penentuan kelulusan tidak menghentikan langkah kedua orang tua mereka mencari sumber itu hanya demi anaknya yang ingin masuk perguruan tinggi. Harapan kedua orang tua mereka agar anaknya bisa lulus ujiannmasuk perguruan tinggi dan mengikuti perkuliahan hingga mencapai gelar sarjana begitu besar hingga tidak bisa diukur dengan kata kata. Ibaratnya apabila harapan itu diukur dengan tulisan, tinta pulpen sebanyak air lautpun tidak bisa cukup menulisnya.


Mulai dari keluar dari pintu rumah dengan mengucap doa serta harapan untuk mendatangi perguruan tinggi itu, mereka rela berdesak desakan disebuah bus kota dan bersdesak desakan naik kapal laut tidak menurunkan sedikit pun niatnya untuk datang mengikuti tes tersebut atau tes SNMPTN. Pengumuman yang ditempel didinding dan dibeberapa MADING di kampus itu sebut saja unhalu sangat banyak bahkan secara online pun pengumuman itu bisa kita jumpai. Pihak kampus berupaya menyediakan saranya atau media informasi untuk mempermudah siswa yang ingin memasuki perguruan tnggi dengan baik.


Ujian tes tertulis yang dilakukan dikampus, diikuti ribuan peserta yang ingin memasuki universitas. Pelaksanaan ujian tes yang dilakukan selama dua hari secara antusias diikuti oleh beberapa siswa siswi yang berasal dari latar belakang sekolah, ekonomi, sosial dan budaya yang berbeda disatukan dalam satu ruangan ujian. Pasca pelaksanaan ujian tertulis itu, tenggang waktu selama satu bulan baru kemudian hasil ujian itu bisa di peroleh atau dilihat apakah lulus atau tidak melalui media Online (internet) maupun koran.


Ironis memang, pada saat pengumuman usaha warnet dipenuhi oleh orang orang yang ingin melihat pengumuman itu. Koran laku berat di saat pengumuman itu. terlihat wajah kusam yang bertetes air mata bagi mereka yang tidak lulus ujian dan sebaliknya wajah keceriaan terlihat pada mereka yang berhasil melewati ujian. Ada ratusan orang tidak lulus pada tes itu, bukan karna kuota yang akan diterima perguruan tinggi itu sudah cukup namun karena dinyatakan tidak lulus. Pertanyaan besar bahwa apakah mereka tidak mampu menjawab soal soal ujian itu, atau apakah kualitas output sekolah asal mereka yang tidak baik?


Seiring berjalannya waktu, ada jawaban yang saya dapatkan. Bebrapa hari yang lalu tepatnya tanggal 7 juli 2012 saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKP) ke LP2M tempat pendaftaran itu yang gedungnya tepat dilantai satu rektorat. Setelah urusan berkas saya selesai, ada pengumuman bahwa akan dilaksanakan pembekalan pemberangkatn KKP mulai tanggal 11 sampai dengan 13 Juli 2012. Dimana tanggal 11 pembekalan dilaksanakan dijurusan kemudian tanggal 12 dilaksanakan di fakultas dan tanggal 13 dilaksanakan di Universitas dan akan diikuti oleh semua mahasiswa yang akan melaksanakan KKP. Tenyata info itu ada perubahan dan pembekalan hanya akan dilakukan satu hari yaitu di universitas tanggal 13. Karena kesimpang siuran informasi, saya mencoba pergi jalan jalan ke rektorat dengan harapan mendapatkan informasi pelaksanaan pembekalan itu. Saya melihat banyak teman teman yang mengenakan baju almamater pergi menuju lantai 4 rektorat. Perkiraan saya mungkin pelaksanaan pembekalan akan diadakan dilantai 4 itu. Setelah saya ikut naik ternyata dilantai 4 itu hanya dilaksanakan seminar kondisi lapangan kerja saat ini. Karena ternyata hanya ada seninar, saya istrahat sejenak di ruang tunggu tepatnya didepan ruang bagian keuanga rektorat yang disediakan beberap buah kursi. Terlihat seseorang keluar sebut saja Pak Ungke dari ruang itu dan duduk tepat didepan saya. Sepertinya bukan pegawai disitu mungkin hanya pengunjung juga. Tidak lama krmudian keluar salah seatu pegawai disitu dengan senyumnya datang dan duduk menghampiri pak Ungke tersebut. Tidak sengaja saya mendengar pembicaraan mereka karena memang jarak antara mereka dan saya tidak begitu jauh ya sekitar satu langkah setengah lah,tentang penerimaan mahasiswa baru. Dengan semangtnya pegawai itu bercerita, karena arah pembicaraan adalah masalah tidak lulusnya calon mahasiswa yang ujian tes. Pegawai itu juga mengalihkan perhatiannya pada saya dan saya juga berusaha menjadi pendengar yang baik dan menganggukkan kepala,mmmm Pegawai itu berkata “ketidak lulusan calon mahasiswa yang mengikuti tes baru baru ini bukan hanya karena mereka tidak mampu menjawab soal tes itu namun selain kesalahan biodata juga karena PENGAWAS TIDAK MENANDATANGANI BERITA ACARA PELAKSANAAN UJIAN DIRUANGAN ITU. Sehinga diruangan itu dianggap semua tidak mengikuti ujian tes tertulis dan dinyatakan tidak lulus. Luar biasanya kesalahan dan kelaliannya oknum pengawas hingga membuat banyak siswa atau calon mahasiswa dengan pengorbanan yang besar gagal memasuki perguruan tinggi itu karena ulah pengawas yang bloon. Nama pengawasnya ga dia sebutkan....sekian ceritanya,,

yusdin tangkesi

/pemudalabora

nama : yusdin tangkesi alamat : kendari sultra lorong olala status : mahasiswa hoby : sepak bola
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?