Asmara Gelap di Tempat Kerja (7) Sikap Profesional Penangkal Godaan

05 Januari 2012 22:46:00 Dibaca :

Asmara Gelap di Tempat Kerja (7)


Sikap Profesional Penangkal Godaan




Di jaman modern, peluang berseminya hubungan asmara di tempat kerja memang semakin besar. Penyebabnya antara lain jam kerja semakin panjang, sehingga waktu bersama dengan rekan kerja menjadi lebih lama. Di sisi lain, persepsi hubungan pria –wanita juga telah banyak berubah seiring dengan perkembangan jaman.


Yanti, --karyawati di satu perusahaan konsultan--, misalnya, ia mengaku kalau ia sempat menjalin hubungan cinta dengan rekan sekerja. Kami berhubungan gelap hampir selama 4 tahun, pada hal kami memiliki pasangan resmi. “Aku ini manusia, bukan malaikat, sesekali bisa salah jalan,” kata Yanti. Awalnya, hubungan kami sebatas urusan pekerjaan, kemudian meningkat jadi hubungan persahabatan, dan lama kelamaan menjadi jadi hubungan kekasih alias TTM (teman tapi mesra). Hubungan kami mengalir begitu saja, dan tanpa sadar kami telah berada di muara yang buih-buih gairah.


Kebersamaan yang terus menerus dalam waktu lama akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta. “Witing tresno jalaran suko kulino,” kata Yanti. Namun Yanti mengakui, affair itu pun bisa terjadi karena hubungannya dengan suami sedang kurang harmonis. “Suamiku terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Ia menghabiskan waktu lebih banyak bersama teman-temannya sesama politisi, ngobrol ngalor ngidul tentang apa yang tidak aku pahami. Aku merasa dicuekin, kata Yanti. Sedangkan rekanku di kantor, rasanya perhatian banget sama aku. Bersamanya aku merasa tersanjung. Tanpa sadar hubungan kami telah melangkah jauh dan mendalam. Aku baru tersadar dari buaian asmara setelah isteri dari pasangan gelapku mengendus hubungan kami, hingga “kekasihku” di mutasi ke daerah lain.


Asmara di tempat kerja, kata Yanti, memang dapat membangkitkan gairah kerja, tapi banyak negatifnya. Selain jadi gunjingan sesama rekan kerja, juga mengaburkan motivasi kerja. “kita bekerja untuk keluarga dan perusahaan, bukan mencari kesenangan semata atau untuk menyenangkan si doi,’ tutur Yanti. Kalau sudah terlibat asmara, tentu sulit bersikap obyektif, akibatnya profesionalitas terganggu.


Soal adanya godaan, juga diakui Christine, ibu satu anak yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan perminyakan. Apalagi, pekerjaannya menuntut berhubungan dengan banyak orang. Sejauh ini segala godaan dapat diatasi dengan sikap profesional. Harus dibedakan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan. Jadi kalau pembicaraan sudah mengarah ke curhat pribadi, tidak aku ladeni. Di tempat kerja, sikap kita yang wajar saja. Jangan berlebihan, sok akrab, sok peduli, karena itu bisa ditafsirkan lain oleh rekan kerja, kata Christine.


Meski bagi sebagian orang, asmara di tempat kerja bisa jadi pemacu semangat kerja, namun sebenarnya banyak negatifnya. Ancaman terhadap keutuhan kerja, menurunnya performance kerja yang pada gilirannya berpengaruh terhadap prestasi kerja, stress karena takut rahasia terbongkar, pengeluaraan yang kerap tak terkontrol, jadi gunjingan rekan kerja, dan lebih para adalah tudingan tidak bermoral. Karena itu, kata Christine, jauhilah selingkuh di tempat kerja.


“Waktu kerja yang panjang memberikan kesempatan bersama lebih lama bersama rekan wanita di kantor. Ini bisa jadi peluang “bermain api.” Tapi, tergantung orangnya. Aku selalu berusaha terhindar dari hal ini, karena aku menghargai rekan-rekan kerja, kepercayaan dan doa isteri dan anak-anakku,” kata Jeffry, manajer di salah satu BUMN. Buat apa aku mengorbankan karir dan reputasi yang dibangun dengan susah payah, apalagi dengan berkhianat kepada keluarga.


Terjadinya hubungan asmara “nyeleneh” di tempat kerja, menurut Tony, akuntan pemeriksa di suatu lembaga negara dan ayah sepasang remaja yang menanjak dewasa, sebenarnya tergantung pada sikap setiap individu. “Aku biasa kerja sampai larut malam bersama rekan wanita. Bahkan, kami sering berhari-hari bersama di luar kota menangani pekerjaan. Tapi, hubungan kami tak menjurus ke yang aneh-aneh. Padaku ia selalu bersikap profesional, begitu pula sebaliknya. Kemungkinan ke arah itu pun semakin jauh, karena pada akhirnya aku pun kenal baik suaminya, begitu pula ia mengenal isteriku, kata Tonny.


Perselingkuhan biasanya hanya bisa terjadi kalau orangnya memang memiliki tabiat yang doyan menggoda atau ada persoalan tertentu di balik itu. Kalau tidak ada, ya aman-aman saja. (PL)

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?