Kisah Perjalanan dua Orang Kakak Beradik

18 Juni 2013 02:30:25 Dibaca :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Fatur dan Amad, Mereka adalah kakak beradik yg telah di tinggal oleh ayah dan ibunya sejak mereka kecil.
Dan sekarang, Mereka hidup dalam kegelapan bersama neneknya di sebuah gubuk yg reyot dan hanya di temani oleh dua buah lilin di setiap malamnya

Walaupun Fatur dan Ahmad telah di tinggal oleh kedua orang tuanya, Mereka tetap saja bergembira layaknya seperti anak kecil lainnya.
Tapi entah mengapa,?? Rasanya setiap melihat mereka, mata ini tak kuat untuk membendung air mataku. Setiap menjelang mahgrib, mereka selalu berangkat bersama untuk sholat berjama'ah di mushola. Sering ku dengar, seusai sholat mereka menyempatkan waktunya untuk mendoakan kedua orang tua mereka yang telah tiada.
Sungguh, Mereka berdua adalah anak yg sholeh.

..oo0oo..

Kini, Fatur sedang duduk di bangku kelas 4 SD, Sedangkan Amad masih duduk di bangku kelas 2 SD.
Sering sekali Amad menerima hadiah dari teman-temannya berupa ejekan dan hinaan. Tapi sesekalipun Amad tidak pernah mengadukan hal tersebut kepada kakaknya. Di suatu malam yg dingin, Angin malam pun berbisik ke telinga Fatur seolah-olah memberitahu bahwa adiknya sedang termenung di bawah pohon yg rindang.

Fatur pun melihat adiknya yang sedang bergelinang air mata, dan ternyata Amad menangis gara- gara di ejek oleh teman-temannya karena sepatu Amad sudah tidak layak pakai.
Dalam keadaan seperti ini, Fatur tidak mau merepotkan neneknya yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan. Seandainya saja sepatu Amad muat di kaki Fatur, Pasti Fatur akan menukarkan dengan sepatu miliknya. Di SD N 01 Bulakparen, di mana Fatur dan Amad menimba ilmu di sana. Akan mengadakan lomba adzan.

Fatur pun tidak menyia- nyiakan kesempatan itu, dan akhirnya Fatur ikut serta dalam lomba adzan tersebut. Subhanallah, Allah maha Besar. Tak di sangka-sangka Fatur pun memenangkan lomba adzan itu dan meraih juara 1.

Kemudian Fatur pulang dengan senang dan membelikan sepatu untuk adik yang sangat di sayanginya dengan uang hasil hadiah yang di dapatnya.
Ketika Amad menerima sepatu pemberian dari kakaknya, Amad lalu menangis dan memeluknya kemudian mengucapkan sesuatu. . "TERIMA KASIH KAK".

MWBers/@Tebayoll's

PAPA REYHANZ

/papareyhanz

I am Simple! Memang Baik menjadi Orang Penting, tapi jauh lebih Penting menjadi Orang Baik
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?