Pejabat Majalengka Wajib Setor 250 Juta untuk Dana Kampanye Bupat Incumbent

10 Juni 2013 18:52:14 Dibaca :
Pejabat Majalengka Wajib Setor 250 Juta untuk Dana Kampanye Bupat Incumbent
-

Menjelang pemilihan kepala daerah Majalengka 15 September 2013 mendatang beredar rumor tidak sedap di kalangan pejabat Pemerintah Daerah Kab Majalengka. Mereka wajib setor ke Bupati Incumbent, Haji Sutrisno untuk dana pemenangan di Pilkada nanti. Seorang camat di Kabupaten Majalengka mengeluhkan permintaan dana dari H Sutrisno tersebut.

Menurut Camat di lereng Gunung Ciremai tersebut, dirinya keberatan untuk mendukung Sutrisno sebagai Bupati Majalengka lagi jika harus ikut membiayai dana kampanye sebesar Rp 250.000.000,-. “Saya akan diam saja pada waktunya. Uang dua ratus lima puluh juta itu kan besar, darimana saya harus dapat uang segitu, kecuali beberapa bulan kemudian saya harus berhadapan dengan KPK karena menyelewengkan anggaran.” Tukasnya.

Namun celakanya, jika tidak tidak menyetor dana, dan H Sutrisno terpilih lagi sebagai Bupati Majalengka, maka karirnya akan tamat. Hal ini terjadi berulang kali di Majalengka di era kepemimpinan Sutrisno-Karna. Beberapa pejabat dinas termasuk Camat di Majalengka yang menolak atau memprotes kebijakan Bupati yang otoriter ini sudah pasti akan dimutasi atau jabatannya akan hilang.

Hal senada juga dikeluhkan oleh salah seorang pejabat di salah satu dinas di Kabupaten Majalengka. “Dinas-dinas yang empuk menjadi sasaran wajib setor ke Bupati misalnya Dinas Perhubungan, BPPTPM, Bahkan Satpol PP pun wajib setor ke Bupati.” Tapi kita sepakat akan diam saja ketika pada waktunya. Tidak tahu kalau Pak Kabang BPPTPM dan Kasat Pol PP. Karena kedua pejabat tersebut merupakan pejabat yang baru menduduki posnya masing-masing.

Dan BPPTPM merupakan salah satu tambang uang. Seperti diketahui, Agus Permana yang sekarang menjabat sebagai Kadishub Majalengka sebelumnya merupakan salah satu “Tambang Uang” Bupati Majalengka ketika menduduki pos sebagai Kepala BPPTPM Majalengka.

Selain para pejabat pemda, beberapa pengusaha besar di Majalengka juga menjadi sasaran sumber dana kampanye Pilkada Bupati Majalengka incumbent. Namun beberapa pengusaha masih berhitung rupanya. “Kita masih berhitung dan membaca peta persaingan.” Kata salah satu pengusaha hiburan di Majalengka. “Saat ini peta kekuatan sedikit bergeser, memang ada 4 pasang calon bupati, namun yang layak diperhitungkan hanya dua. Bupati incumbent, dan pasangan Abah Encang-Tio Indra. Kalau Bu Yeyet kan Cuma boneka saja, sengaja disuruh maju oleh Sutrisno untuk mengacaukan suara. Sedangkan Kolonel Apang Sopandi, kurang populer di Majalengka dan elektabilitasnya rendah. Abah Encang dan Tio Indra pada tahun 2008 lalu sama-sama bersaing melawan Sutrisno, dua-duanya waktu itu sebagai calon Bupati, dan sekarang bersatu.” Tukas pengusaha yang mewanti-wanti tidak disebut namanya tersebut. “Kalau nama saya ketahuan, dan Haji Sutrisno naik lagi, bisa habis saya, ha, ha, ha, ha”.

*Pakorhasut-Majalengka

Pakor Hasut

/pakorhasut

ini tentang saya pakor hasut
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?