Tanjung Painan
Tanjung Painan

"Kita telah melihat terbitnya Sang Matahari (Kelahiran). Sekarang kita sedang menghabiskan energi Sang Mentari (Pelapukan). Sang Mentari akan segera terbenam (Kematian). Aku pun akan segera menghadapi terbenamnya Sang Matahari. Sebelum itu terjadi, aku ingin membangun Pagoda didalam hatiku"

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Kisah Hercules Yang Gagah Berani dan Legenda 12 Tugas

10 Juni 2015   22:21 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:07 34947 2 0

Bagi para pembaca penggemar kisah-kisah mitologi Yunani, tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Hercules. Bukan Hercules si preman Tanah Abang loh ya hahaha. Kembali ke laptop. Hercules dikenal juga dengan nama Herakles yang bermakna "kejayaan Hera" atau "berjaya melalui Hera". Dia merupakan anak dari pasangan Dewa Jupiter, yang dikenal juga sebagai Zeus pemimpin para dewa dalam mitologi Yunani, dengan seorang wanita biasa yang bernama Alkmene. Alkmene sebenarnya merupakan istri dari Amfitrion, manusia biasa anak dari Alkaios, raja Argolis. Namun pada suatu malam, saat Amfitrion sedang mengurus ternak domba yang dimilikinya, Dewa Zeus menyamar dan merubah dirinya menjadi Amfitrion, suami Alkmene. Karena tergoda oleh kecantikan Alkmene, akhirnya mereka berdua "berhubungan" tanpa ada rasa curiga dari Alkmene. Setelah puas menuntaskan kebutuhannya, raja para dewa ini pun pergi kembali ke singgasana-nya di puncak gunung Olympus. Amfitrion, suami Alkmene, yang pulang dari urusan ternaknya, melihat sang istri yang sedang tertidur tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya, akhirnya "berhubungan" juga dengan sang istri. Tidak lama kemudian Alkmene, istri Amfitrion, mengandung.

 

Hera, dewi pernikahan, yang merupakan istri sah Zeus, akhirnya mengetahui perbuatan hina suaminya itu dari tingkah laku Zeus yang men-spesialkan Alkmene. Hera menjadi marah besar, yang membuatnya membenci Alkmene dan anak hasil hubungannya dengan Zeus. Menurut semua versi, Hercules adalah anak Zeus diluar nikah yang paling dibenci oleh Hera, karena ia merupakan lambang ketidaksetiaan Zeus. Bukti kebencian Hera kepada Hercules bahkan sudah dilakukan sejak Hercules masih dalam kandungan Alkmene. Pada malam kelahiran Alkmene, Hera meminta Zeus untuk menjadikan bayi yang lahir pertama kali pada malam itu, yang merupakan keturunan Perseus, akan menjadi raja. Perseus adalah pahlawan pertama dalam mitologi Yunani, suami Andromeda ini terkenal dengan kisahnya yang berhasil memenggal kepala Medusa. Hal ini telah direncanakan oleh Hera, karena dia mengetahui bahwa keturunan Perseus yang akan lahir pada malam itu adalah Hercules dan Euristheus. Hera memerintahkan Dewi Ilithyia (dewi kelahiran) untuk menunda kelahiran Hercules dari rahim Alkmene, sehingga Euristheus-lah keturunan Perseus yang pertama kali lahir pada malam itu, dan kelak akan menjadi raja. Hercules lahir belakangan ketika hendak fajar, dibantu oleh Galanthis, pelayan Alkmene, dengan mengelabui Dewi Ilithyia. Dua keturunan Perseus inilah (Hercules dan Euristheus) yang akan  melatar belakangi dongeng petualangan Hercules yang mendunia.

 

Hercules pada awalnya diberi nama Alkides oleh ibunya, Alkmene, tetapi atas saran Zeus, diganti oleh ayahnya menjadi Hercules/Herakles, yang berarti kejayaan Hera atau berjaya melalui Hera. Ini bertujuan untuk meredakan kebencian Hera atas anak haram Zeus itu, walaupun usaha itu percuma. Beberapa bulan setelah kelahiran Hercules, Hera mengirim dua ekor ular untuk membunuh Hercules kecil. Bakat Hercules kecil sebagai seorang pahlawan telah terlihat sejak ia masih balita, dengan meringkus kedua ekor ular itu dan malah menjadikannya sebagai mainan.

 

Hercules remaja memiliki seorang guru bernama Linus. Dari Linus, Hercules belajar berbagai macam hal ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, seni, dan juga cara bermain lira. Lira adalah alat musik kuno Yunani yang bentuknya mirip kecapi dari Cina. Saat sedang belajar dengan gurunya tersebut, Hera memanipulasi pikiran Hercules yang membuat emosinya tidak terkendali, sehingga akibat masalah kecil saja dengan Linus, gurunya itu dibunuh. Kejadian ini membuat Hercules merasa bersalah dan sedih setelah banyak hal yang diajarkan oleh gurunya itu. Untuk mengalihkan kesedihan Hercules yang berlarut-larut itu, Amfitrion, ayah tirinya menyuruh Hercules untuk menggembalakan ternak domba yang dimilikinya ke gunung. Di gunung itulah Hercules bertemu dengan dua ekor nimfa. Nimfa bisa dikatakan sebagai peri atau bidadari yang dapat memberikan pemberkatan, juga dapat mengabulkan permohonan orang yang beruntung bertemu dengan mereka. Nimfa mendiami tempat-tempat tertentu di alam bebas, seperti gunung, hutan, dan sungai. Dua nimfa itu menawarkan kepada Hercules dua pilihan menyangkut masa depannya kelak. Pilihan pertama adalah kehidupan yang damai dan bahagia sebagai orang biasa sampai akhir hayat, atau pilihan kedua yaitu kehidupan yang keras, penuh tantangan dan bahaya tetapi berujung kemuliaan sebagi seorang pahlawan yang selalu dikenang. Hercules memilih pilihan kedua.

 

Beranjak dewasa, Hercules menikah dengan Megara, putri raja Kreon, di wilayah Thebes. Bersama Megara, Hercules hidup damai dan dikaruniai dua orang anak. Hera, yang masih memendam benci kepada Hercules, tidak menyukai kehidupan bahagia anak haram suaminya itu. Untuk menghancurkan kebahagiaan Hercules tersebut, Hera memanipulasi pikiran Hercules sekali lagi seperti saat ia membunuh gurunya, bahkan dengan manipulasi yang lebih kuat. Emosi yang tidak terkendali membuat Hercules gelap mata, dan secara tidak sadar membantai istri dan kedua anaknya secara sadis. Hercules menjadi gila setelahnya, yang akhirnya berhasil disembuhkan oleh Antikireus, pendiri Antikira. Setelah sadar, Hercules merasa sangat sedih dan putus asa, tetapi kebencian Hera belum juga padam, ia masih merencanakan sesuatu yang dapat menyiksa Hercules sebelum membunuhnya.

 

Hercules memutuskan untuk menemui Oracle di Delphi yang terkenal dalam mitologi bahkan sejarah Yunani. Oracle, seperti yang kita ketahui, merupakan orang suci yang diberkati oleh Dewa Apollo dengan kemampuan untuk melihat dan meramal masa depan. Hercules ingin menanyakan apa yang bisa dilakukan untuk menebus dosa-dosanya tersebut. Disinilah kebencian Hera berlanjut, dengan mengintimidasi sang Oracle untuk mematuhi perintahnya menjerumuskan Hercules. Sang Oracle, atas perintah Hera, menyuruh Hercules untuk mengabdi kepada Raja Euristheus yang licik (keturunan Perseus yang ditakdirkan Zeus menjadi raja, atas permintaan Hera). Hercules yang tidak mengetahui siasat Hera, menganggap perintah sang Oracle adalah kebenaran, segera menemui Raja Euristheus. Setelah Hercules bertemu dengan Raja Euristheus, sang raja memberikan sepuluh tugas berat kepada Hercules, yang mustahil untuk diselesaikan bagi manusia biasa. Raja menjanjikan, jika Hercules mampu menyelesaikan kesepuluh tugas itu, segala dosa-dosanya akan terampuni.

 

Dari sepuluh tugas tersebut, dua tugas tidak diakui oleh Raja Euristheus, sebagai hukuman, ditambah lagi dua tugas kepada Hercules, sehingga menjadi genap 12 tugas. Inilah kisah "Legenda 12 Tugas Hercules" yang terkenal itu, dimulai dari,

 

1. Tugas Pertama : Membunuh Singa Nemea

Singa Nemea adalah singa raksasa anak dari Typhon dan Ekhidna, yang hidup di sebuah goa, di daerah Nemea. Hewan ini memiliki kulit yang ditutupi oleh bulu yang sangat tebal berwarna keemasan, sangat kuat bagaikan baju zirah yang tidak mampu ditembus oleh senjata apapun. Kekuatan dan tenaganya juga sangat mengaggumkan. Karena kebal terhadap senjata, Hercules membunuh singa itu dengan cara mencekiknya sampai mati (dalam versi lain, ia menusukan tangannya kedalam mulut singa). Setelah membunuhnya, Hercules kemudian menggunakan gigi dari singa itu sebagai pisau untuk mengupas kulit singa itu sendiri dan membuat jubah pelindung yang sangat kuat. Hercules tetap mengenakan jubah singa ini dalam petualangan-petualangan selanjutnya.

 

2. Tugas Kedua : Membunuh Hydra

Hydra adalah seekor monster raksasa berkepala sembilan yang menghuni rawa-rawa Lernaea. Ia memiliki tiga kepala, satu kepala abadi, dan dua kepala tidak abadi, yang ketika kepalanya, yang tak abadi, dipotong, dua kepala akan muncul menggantikannya, dan begitu seterusnya. Hercules, dengan dibantu Iolaus, temannya, membakar setiap kepala tak abadi Hydra setelah memotongnya sehingga kepalanya yang tidak abadi tidak tumbuh lagi, menyisakan satu kepala abadi yang mudah dikalahkan. Dalam menghadapi Hydra, Hera mempersulit Hercules dengan mengirim kepiting raksasa untuk ikut menyerang Hercules. Kepiting itu mengigit kaki Hercules namun setelah bergumul sekian lama akhirnya ia sendiri yang dibunuh Hercules. Untuk menghargai usaha kepiting itu, Hera kemudian menempatkannya di langit sebagai rasi bintang Cancer. Setelah mengalahkan Hydra, Hercules mengubur kepala abadi Hydra di bawah sebuah batu besar.

 

3. Tugas Ketiga : Menangkap Rusa Ceryneia

Rusa Arkadian Ceryneia adalah hewan suci milik Dewi Artemis (dewi kesuburan). Hewan ini tinggal di hutan Ceryneia dan mampu berlari lebih cepat daripada anak panah. Rusa ini memiliki tanduk emas dan kuku dari perunggu. Hercules mengalami kesulitan menangkapnya, dia baru berhasil menangkap rusa ini setelah berusaha selama setahun. Hercules memasukkannya ke dalam jaring dan membawanya pada Euristheus, tentunya setelah mendapat izin dari Dewi Artemis.

 

4. Tugas Keempat : Menangkap Erymanthus Boar

Ada seekor babi hutan raksasa (boar) yang tinggal di hutan Erymanthus. Hercules ditugaskan oleh Raja Euristheus untuk menangkapnya, dalam rangka memenuhi kesepuluh tugasnya. Untuk menangkap babi hutan itu, Hercules meminta saran pada Chiron, sang Centaur yang bijaksana. Chiron menyuruh Hercules untuk menggiring babi hutan itu ke tempat bersalju tebal. Hercules mengikuti saran Chiron dan akhirnya berhasil menangkap babi hutan itu dengan cara menjebaknya di salju. Hercules lalu membawa tangkapannya pada Euristheus yang langsung ketakutan dan bersembunyi di dalam tong perunggu ketika melihat babi Erymanthus yang sangat besar dan menakutkan. Eristheus lalu menyuruh Hercules membawa pergi babi hutan itu.

 

5. Tugas Kelima : Membersihkan Kandang Kuda Raja Augean

Raja Elis dari Augean memiliki ribuan kuda. Begitu banyaknya sehingga kandangnya sangat susah untuk diurus dan menjadi sangat kotor, sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak biasa untuk membersihkannya apalagi dengan cara biasa. Hercules berpikir dan akhirnya menemukan cara yang lebih cepat. Dia mengalirkan dua sungai melewati kandang itu sehingga kotoran-kotoran di kandang itu akan tersapu oleh aliran air yang deras. Setelah menyelesaikan tugasnya dan memnita upah kepada Raja Elis atas jasanya membersihkan kandang kuda, Hercules memiliki sedikit waktu luang. Dia menggunakannya untuk menyelenggarakan Olimpiade untuk menghormati Zeus, ayahnya.

 

6. Tugas Keenam : Mengusir Burung-Burung Stymphalian

Danau Stymphalian ditempati oleh sekawanan burung yang memangsa penduduk sekitar. Burung ini jumlahnya sangat banyak, saking banyaknya ketika mereka terbang, cahaya matahari-pun tertutup oleh gerombolannya. Burung-burung itu memiliki bulu, paruh, dan cakar dari perunggu. Hercules menggunakan lonceng perunggu pemberian Dewi Athena untuk menakuti burung-burung itu dan kemudian memanah mereka ketika mereka sedang berusaha terbang menjauh, dan tak pernah terlihat lagi sesudahnya.

 

7. Tugas Ketujuh : Menangkap Banteng Kreta

Poseidon pernah menghadiahkan seekor banteng pada Minos, raja Kreta. Namun Minos kemudian membuat marah Poseidon sehingga Poseidon membuat banteng tersebut bersetubuh dengan istri Minos, Pasiphae, dan menjadi ayah dari Minotaur. Banteng itu juga merusak daerah Kreta dan sekitarnya. Hercules mendatangi raja Minos dan meminta izin menangkap banteng itu. Setelah Minos memberi izin, Setelah bergumul dan melalui pertarungan yang hebat, Ia berhasil menangkapnya dan membawanya untuk diberikan kepada Euristheus.

 

8. Tugas Kedelapan : Menangkap Kuda Betina Diomedes

Hercules ditugaskan menangkap empat ekor kuda betina hitam pemakan manusia milik Raja Diomedes dari Trakia. Dalam prosesnya, kuda-kuda tersebut memakan teman Hercules. Hercules pun membalas dendam dengan membunuh Diomedes dan memberikan dagingnya pada kuda-kudanya sendiri untuk dimakan. Setelah diberitahu oleh Hercules bahwa daging yang mereka makan adalah daging tuannya sendiri, para kuda itupun terdiam, dan sejak saat itu tak mau lagi memakan daging manusia. Kuda-kuda ini kemudian diperlihatkan Hercules kepada Euristheus, dan dilepaskan di Mikene.

 

9. Tugas Kesembilan : Mengambil Sabuk Hyppolita

Hippolyta adalah Ratu kaum Amazon dan Hercules diperintahkan untuk mengambil sabuknya. Hercules mendatangi Hippolyta dan meminta sabuknya. Hippolyta yang jatuh cinta ketika pertama kali melihat Hercules, dengan sukarela memberikannya kepadanya. Tetapi Hera muncul dan memfitnah Hercules berusaha menculik Hippolyta sehingga para wanita Amazon kemudian menyerang Hercules. Hercules pun mengira bahwa Hippolyta menjebaknya. Hercules melawan para Amazon, mengalahkan mereka dan membawa pergi sabuk Hippolyta. Euristheus memberikan sabuk itu pada putrinya sebagai hadiah.

 

10. Tugas Kesepuluh : Mengambil Ternak Geryon

Geryon adalah raksasa berbadan tiga yang tinggal di Erithia. Hercules terlebih dahulu membunuh anjingnya, Orthrus, anjing berkepala dua (saudara dari Cerberus). Geryon lalu melawan Hercules. Geryon mengejar Hercules sampai ke Sungai Anthemus. Hercules berhasil membunuh Geryon dengan menggunakan panah yang telah diolesi darah beracun Hydra. Setelah membunuh Geryon, Hercules mengambil ternak Geryon. Walaupun sempat disulitkan oleh Hera yang mengirim banjir dan serangga, Hercules berhasil membawa ternak itu ke Mikene.

 

Dari kesepuluh tugas yang telah diselesaikan oleh Hercules, ada dua tugas yang tidak diakui oleh Raja Euristheus. Dua tugas yang tidak diakui itu adalah tugas membunuh Hydra, karena Hercules dibantu oleh rekannya Iolaus, dan tugas membersihkan kandang kuda milik Raja Elis dari Augean, karena Hercules meminta bayaran atas jasanya tersebut. Sebagai hukuman atas dua tugas itu, Raja Euristheus menambahkan dua tugas lagi kepada Hercules, yaitu,

 

11. Tugas Kesebelas : Mengambil Apel Hesperides

Hesperides adalah nimfa putri dari Titan yang bernama Atlas (yang memikul bola langit). Ia adalah penghuni kebun yang memiliki pohon apel emas yang dijaga oleh seekor naga bernama Ladon. Satu-satunya yang tahu lokasi pohon Apel Emas secara tepat, adalah Atlas, Hercules kemudian meminta Atlas untuk mengambilkan beberapa apel emas untuknya. Hercules menawarkan diri untuk memikul langit sementara Atlas mengambil apel. Setelah kembali, Atlas memutuskan bahwa dia tak ingin lagi memikul langit, dan malah menawarkan diri untuk mengantarkan sendiri apelnya. Hercules menyetujuinya dengan syarat Atlas mau memikul langit sebentar sementara Hercules membetulkan posisi jubahnya agar lebih nyaman. Atlas setuju, tapi setelah Atlas memikul langit lagi, Hercules langsung pergi membawa apelnya.

 

12. Tugas Keduabelas : Menangkap Cerberus

Hercules harus pergi ke dunia bawah (underworld) dan menangkap Cerberus, anjing berkepala tiga peliharaan Dewa Hades. Sebelum menghadapi Cerberus, Hercules terlebih dahulu meminta izin kepada Hades untuk menangkap Cerberus. Hades mengizinkan asalkan Hercules tidak menggunakan senjata. Hercules melawan Cerberus dan berhasil mengalahkannya. Hercules lalu membawa Cerberus pada raja Euristheus yang ketakutan begitu melihat hewan itu. Eurystheus menyuruh Hercules membawa pergi anjing itu, dia juga membebaskan Hercules dari pengabdiannya sehingga Hercules kini bebas. Setelah itu, Cerberus dikembalikan oleh Hercules ke dunia bawah, kepada Hedes pemiliknya.

 

Setelah Hercules menyelesaikan kedua belas tugasnya tersebut, Hercules belum menemukan kedamaian dalam dirinya atas dosanya membunuh anak dan istrinya. Dia melanjutkan petualangannya menyelamatkan orang-orang, menaklukan Troya, menyelamatkan putri Troya dari monster laut yang lapar dan membantu Zeus melawan para Gigant pada pertempuran besar guna memperebutkan kekuasaan atas Olympus.

 

Akhir Kisah Hercules

 

Hercules menikah kedua kalinya, dengan Deianira yang cantik. Ketika Hercules kembali dari petualangan terakhirnya, Deianira memberinya hadiah atas kembalinya hercules. Hadiahnya adalah sehelai mantel yang ditenun sendiri oleh Deianira. Deianira menyimpan balsem sihir yang diberikan oleh centaur. Centaur memberi tahu Deianira bahwa siapa saja yang terkena balsem ini akan mencintainya selama-lamanya. Tetapi sebetulnya balsem berisi racun yang amat berbahaya. Lalu Deianira mengoles balsem ini ke sluruh permukaan mantel itu. Hercules menerima mantel dan segera mencobanya, seketika itu badannya dengan segera mulai terbakar dan tersiksa dengan rasa sakit yang luar biasa. Dia mencoba melepaskan mantel, tetapi rasa sakit terbakar lebih lebih dalam lagi dan lebih dalam. Kematian, pikir Hercules, akan lebih baik daripada rasa sakit yang tak dapat ditahan. Melenguh di siksaan, dia meminta temannya membangun segundukan sangat besar kayu di bagian atas Mount Oeta. Ini akan menjadi pemakaman Hercules diatas tumpukan kayu bakar. Dia meniduri sendiri di atas tumpukan kayu bakar, dan menyuruh temannya menyalakannya. Sewaktu api mulai membakar Hercules hidup-hidup, Zeus memandang ke bawah dari Olympus. Zeus mengatakan kepada Hera bahwa Hercules sudah cukup menderita selama hidupnya. Akhirnya Hera setuju dan bertekad mengakhiri kemarahannya. Zeus menyuruh Athena mengeluarkan Hercules dari tumpukan api yang membakarnya, dan Athena membawa Hercules dengan kereta ke Olympus.