Mohon tunggu...
Opa Jappy
Opa Jappy Mohon Tunggu... Konsultan - Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

http://jappy.8m.net

Selanjutnya

Tutup

Politik

Penyebab Kekalahan Basuki - Djarot

21 April 2017   09:17 Diperbarui: 22 Januari 2018   06:34 1598
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Indonesia Hari Ini

Sebagai pendiri dan pembina organ relawan pendukung Pasangan Calon Gubernur dan Wagub, saya termasuk ada dan di dalam berbagai kegiatan politik yang melelahkan dan menguras tenaga, dana, waktu, dan lain sebagainya. Dan, sebagai Relawan dari Sang Kalah, saya juga, tak perlu larut dan tenggelam dalam samudera kecewa serta kekecewaan.

Karena tak boleh larut dalam kecewa dan kekecewaan, maka melihat hasil "Perhitungan Cepat" hasil Pemungutan Suara Pilkada DKI Jakarta Putaran II, 19 April 2017, sebagai suatu realitas; dan fakta yang menunjukkan bahwa "Basuki Djarot" tak mendapat suara memadai agar terus menjabat sebagai Gub/Wagub DKI Jakarta.

Dalam catatan saya, ada  banyak faktor yang menjadikan perolehan suara yang tak memadai tersebut; hal itu muncul karena aneka ragam penyebab, yang saling terkait dan tumpang tindih; hal-hal tersebut antara lain.

Faktor "Balas Dendam Politik"  Terhadap Joko Widodo.

Tahun 2012 dan 2014, saya berada dalam "balutan" Tim  atau Relawan Online, pada saat itu, dengan keterikatan kuat, merupakan Komunitas Relawan Virtual Terbesar dalam Sejarah Gerakan Politik di Indonesia dan Dunia.

Dari giat 2012 (Jokowi Ahok) dan 2014 (Jokowi JK) tersebut, terlihat denngan jelas bahwa, sejumlah besar orang dan organ politik menaruh dendam  politik terhadap Jokowi. Ia dituding sebagai pembuka jalan terhadap "Si Kristen dan China" ke DKI Jakarta.

Karena "dendam politik" itulah, hingga detik ini, Jokowi dan orang-orang yang diangap dekat dengannya, jadi sasaran caci maki dan penistaan melalui orasi, narasi, medsos, media cetak, media pemberitaan, atribut, dan lain-lain, yang tak bisa diterima serta dipahami oleh akal sehat.

Kini, Basuki Tj Purnam atau Ahok, juga menjadi sasaran balas dendam politik. Mereka yang menyerang Ahok,  nyaris sama dengan "Yang Di hadapi Jokowi Ahok dan Jokowi JK." 

Faktor "Tanpa Koordinasi" Ratusan Organ dan Komunitas Relawan Basuki Djarot

Diakui atau tidak, Ahok atau "orang dekat Ahok" yang membentuk jenis "Relawan Karyawan" Teman Ahok. TA yang tadinya "tertutup" dari publik dan Relawan Pendukunga Ahok lainnya, karena harus memgumpulkan Sejuta KTP,  mau tak mau menerima "bantuan" publik serta kerjasama dengan pihak lain. TA bisa mencapai target karena suport dari organ Relawan lainnya.

Seiring dengan kepastian pasangan Ahok Djarot maju sebagai Calon Gub dan Wagub DKI Jakarta, tumbuh atau terbentuk ratusan Organ dan Komunitas Relawan. Bayangkan saja, ada sekitar 200 Komunitas dan Organ Relawan, jumlah anggota puluhan hingga ribuan; dari yang kas kosong hingga miliki  dana ratusan juta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun