Kapan "Tiada A selain B" Menjadi Masalah?

09 Juli 2012 22:29:22 Dibaca :
Kapan "Tiada A selain B" Menjadi Masalah?

By the way, notes ini berangkat dari ekses perseteruan di beberapa lapak yang tak tuntas. Berikut ini; -- http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/08/cara-atheist-menciptakan-takdir-mengenang-kematian-konduktor-edward-downes/, -- http://filsafat.kompasiana.com/2011/12/06/tuhan-antara-ada-dan-tiada-warming-up-for-dialogue/ -- http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/04/kritikan-terhadap-buku-richard-dawkins-god-delusion-1/. Sering kita ajukan pertanyaan, soal kapan "Tiada A selain B" menjadi masalah? Jadi begini ... sekedar hiburan aja yah, jangan dipikirkan! "Tiada A selain B" adalah statement p (.) oleh O, dalam situasi dimana A adalah semesta yang diamati (dilihat, dipikirkan, dirasa, dll) oleh O, pada posisi ruang-waktu R relatif terhadap A, dengan keadaan U, dalam  konteks S (domain of interest). Alur ceritanya begini, diberikan kepada O suatu elemen x dalam A. p (x) adalah statemen O tentang x dalam A, yaitu: p{x, O, A | A (x, O, R, U, S, ...)}. Untuk lebih sederhana dinotasikan dengan: p{x, O, A | (x ; O1, O2, ..., Om)}. Jika x merupakan set elemen dalam A yang memenuhi definisi komposit e dan proprti fisik (parameter dan struktur internal) h, maka: p{x, O, A | A (xi, Oj)}, dimana x [i, k, l] = e1h1 + e2h2 + ... + ekl. Dimana i = 1, 2, ..., n dan j = 1, 2, ..., m. O saya sebut @Neat, dan Oj disebut @neo Neat sebagai suatu agent atau wizard, katakanlah begitu, dari O, yang memenuhi definisi aktualitas fisis dalam domain of interest, yaitu O(R, U, S, ...) atau {O1, O2, ..., Om} jika m terhingga (finit), yaitu merupakan suatu  vektor atau matrix @Neat O berdimensi m. Sama pula dengan x,  merupakan matrix elemen X yaitu x(R, S, U, ...) atau jika dimensinya finit ditulis {x1, x2, ..., xn}. Apabila [m,n] berhingga dan independent disebut matrix A berdimensi [m,n] pada basis [i,j]. Tentu  ada banyak variasi matrix A [m,n] = [X, O] tergantung kepada madzhab pemikiran, mental state, ..., atau apa yang terjadi di neuron otak tiap-tiap kepala manusia, atau mentalitasnnya. Tapi yang diconsider disini adalah bahwa : p{x, O, A | A (x1, Oj)} itu adalah aktualitas dalam proses P. Jadi begini, yang barusan ditulis mencoba mengemukakan gagasan fisis A yang tidak terlepas dari peran pengamat O (PRINSIP RELATIVITAS) dalam PROSES P, dan dalam keadaan diberikan x dalam A kepada O dalam P (LOGIKA PROSES). Dilihat dari stabilitasnya ( baca : elementary logic), A berstatus yang pertama-tama (firstness), P kedua (secondness), dan O ketiga (thirdness). Lalu, apakah ada jenis x yang lain dalam keadaan dimana x bebas (independent) dari medan fisis O dan P yang diberikan (given)? Jadi begini, "Tiada A selain B" adalah logika: Jika x cinta y, dan B = f (y) dimana f : y -> x,  dan x dalam A, artinya: y = ~ p {x, O, A | A (X, O)}, yaitu : negasi p (yang memenuhi definisi tadi) adalah y, jika dan hanya jika "Tiada A selain B". Duh, ternyata pengertian Arestotelian tentang logika yang didefinisikan dengan sejumlah kaidah yang me-masum-kan manusia dalam proses berfikir terbukti benar. Kata "berfikir" malah menegaskan bahwa kaidah-kaidah logika yang dikuak Arestoteles mengatur satu dimensi kehidupan manusia, yaitu kehidupan teoritis dan praktis sekaligus. Dalam magnum opus-nya, "Nikomachucian Ethica". Rangkaian kaidah-kaidah praktis itu dirajut dalam bingkai "The Golden Mean", yang menekankan keseimbangan di antara dua titik ekstrimitas.

Black Horse

/olas

Black Horse; Nomaden, single fighter defence
http://www.occupytogether.org/

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?